Bela Lukas Enembe, AHY: Dia Sering Dikriminalisasi dan Dipolitisasi

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe sering mengalami kriminalisasi dan politisasi.

 Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Antara)

SOLOPOS.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau dikenal juga dengan AHY mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe sering mengalami kriminalisasi dan politisasi.

AHY menyampaikan hal tersebut saat membela Gubernur Papua Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus di lembaga antirasuah atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

AHY menerangkan hal itu berdasarkan pengalamannya. Dalam lima tahun terakhir, katanya, Lukas sudah akan dikriminalisasi maupun politisasi selama beberapa kali.

Dia mencontohkan pada 2017 ada intervensi dari elemen negara yang memaksakan salah seorang tokoh untuk jadi bakal calon wakil gubernur bagi Lukas dalam Pilkada 2018. AHY tak menjelaskan elemen negara yang dimaksud.

Padahal, Demokrat saat itu bisa mengusung sendiri calon-calonnya. AHY mengklaim saat itu Lukas bahkan diancam akan dipidanakan.

Baca Juga : AHY Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Papua

“Ketika itu, Pak Lukas diancam untuk dikasuskan secara hukum apabila permintaan pihak elemen negara tersebut tidak dipenuhi. Alhamdulillah, atas kerja keras Partai Demokrat, intervensi yang tidak semestinya itu tidak terjadi,” jelas AHY saat menyampaikan konferensi pers di Kantor DPP Demokrat Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Lalu, lanjutnya, pada 2021 saat Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meninggal dunia, kembali ada upaya memaksakan calon wakil gubernur yang dikehendaki pihak yang tak berwenang.

Saat itu, AHY mengatakan Demokrat kembali melakukan pembelaan politik kepada Lukas. Demokrat, sebutnya, menolak intervensi dan pemaksaan semacam itu karena tak sesuai dengan iklim demokrasi.

Tak sampai situ, AHY juga menanyakan tuduhan bahwa Lukas melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi pada 12 Agustus 2022. Apalagi, jelasnya, dalam pasal-pasal tersebut harus ada unsur perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang, serta kerugian negara.

AHY bingung mengapa Lukas tetap ditetapkan sebagai tersangka pada awal September lalu. Padahal, menurutnya, Lukas tak pernah diperiksa.

Baca Juga : Partai Demokrat akan Beri Bantuan Hukum bagi Gubernur Papua Lukas Enembe

“Pada 5 September 2022, tanpa pemeriksaan sebelumnya, Pak Lukas langsung ditetapkan sebagai tersangka. Beliau dijerat dengan pasal baru, yakni Pasal 11 atau 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, tentang Delik Gratifikasi,” ungkapnya.

AHY menyampaikan Demokrat akan tetap menghormati proses hukum. Di sisi lain, Demokrat tak ingin hukum dijalankan secara tak adil dan dijadikan alat politik. Dia juga berharap masyarakat mengedepankan asa praduga tak bersalah.

“Kami hanya bermohon agar hukum ditegakkan secara adil. Jangan ada politisasi dalam prosesnya. Mari hindari trial by the press,” ucap AHY.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul AHY Bela Lukas Enembe: Dia Sering Dikriminalisasi!

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kapolri Dampingi KSAL Dites DPR, Buktikan Polisi dan Tentara Solid

      Kapolri menyebut dirinya sengaja mendampingi KSAL sebagai bukti polisi dan tentara solid.

      Diusung PAN ke Pilpres 2024, Ganjar Nunggu Restu Megawati

      Mendapat dukungan dari PAN, Ganjar Pranowo menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai bakal calon presiden kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

      Pendapatan Negara Bukan Pajak Imigrasi Tembus Rp4 Triliun, Tertinggi dari Visa

      Direktorat Jenderal Imigrasi mengantongi PNBP Rp4 triliun hingga Kamis (1/11/2022) dan menyebut pemasukan tertinggi dari layanan visa, yakni hampir Rp1,8 triliun.

      Tim SAR UNS di Cianjur: Bantu Bayi Lahir di Tenda, Tolong Warga Digigit Ular

      Beruntung ada dua bidan dalam Tim SAR UNS sehingga mereka pun dengan sigap membantu menolong persalinan bayi tersebut.

      Pamit Pulang, Tim SAR UNS Ditangisi Puluhan Anak Korban Gempa Cianjur

      Video puluhan anak yang menangis sembari melambaikan tangan kepada Tim SAR UNS tersebar ke sejumlah grup Whatsapp.

      Usung Ganjar Pranowo ke Pilpres 2024, PAN akan Lobi Golkar dan PPP

      Terkait dengan masukan dan usulan mengusung Ganjar Pranowo tersebut, Zulhas akan membawanya untuk didiskusikan bersama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

      3 Perguruan Tinggi Solo Gelar Seminar Internasional Bisnis

      Profesor Safiah dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka menyebut fokus entrepreneur saat ini yaitu lebih mengarah ke entrepreneur in new era.

      1 Personel Gugur Ditembak KKB, 105 Anggota Brimob Dikirim ke Papua

      Ke-105 personel Brimob Polda NTT itu bergabung ke Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz di Papua.

      Jalan Mulus, Laksamana Yudo Margono segera Dilantik sebagai Panglima TNI

      Persetujuan terhadap Yudo Margono oleh anggota Komisi I DPR bulat tanpa melalui pemungutan suara.

      Kasus Tambang Ilegal, Penyidik Gelar Perkara Penetapan Tersangka Ismail Bolong

      Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri melakukan gelar perkara untuk menetapkan Ismail Bolong sebagai tersangka kasus dugaan suap tambang ilegal di Kalimantan Timur, Jumat (2/12/2022).

      ART Sambo Terbukti Berbohong kepada Hakim, Warganet: Tangkap Kodir!

      Dalam rekaman kamera CCTV yang diperlihatkan di persidangan, Kamis (1/12/2022), terbukti Kodir berulang kali keluar masuk rumah Ferdy Sambo, baik sebelum maupun sesudah Yosua dibunuh.

      Janji Yudo Margono jika Menjadi Panglima TNI, Tindak Tegas Tentara Arogan

      Calon Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, menyampaikan visi-misi saat uji kelayakan di Komisi I DPR, Jumat (2/12/2022), salah satunya akan menindak tegas & menjamin tidak ada oknum TNI bertindak arogan.

      Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Dunia

      Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ferry Mursyidan Baldan, meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (2/12/2022).

      Ini Dia Sosok Pria & Perempuan dalam Video Viral Muncul Imam Mahdi di Karawang

      Viral video tentang kemunculan sosok wanita dan pria paruh baya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi dari Republik Kutatandingan Dunia.

      Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter Polri Aiptu Joko Murdo Dibawa ke Jakarta

      Jenazah kru helikopter P-1103 Korpolairud Baharkam Polri, Aiptu Anumerta Joko Mudo, diterbangkan ke Jakarta pada Jumat (2/12/2022) pagi.

      Terkini Korban Gempa Cianjur: 329 Orang Meninggal, 11 Masih Dicari

      Laporan Kantor SAR Bandung dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Gempa Cianjur tercatat korban meninggal dunia 329 orang dan 11 orang masih dalam pencarian.