Gibran Rakabuming Raka. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, JAKARTA -- Rencana Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wali kota Solo sempat dituding sebagai nepotisme keluarga Presiden Jokowi. Namun Juru bicara Partai Gerindra Habiburrokhman membela langkah Gibran dan menyebutnya bukan nepotisme.

Habiburrokhman menilai keputusan putra sulung Presiden Jokowi itu maju di Pilkada Solo 2020 merupakan haknya sebagai warga negara. Habiburrokhman menegaskan hal tersebut bukanlah bagian dari nepotisme.

Menurut Habiburokhman, akan berbeda halnya jika Gibran ditunjuk Jokowi sebagai menteri. Jika itu terjadi, baru dapat dikatakan sebagai bentuk nepotisme.

"Kalau Mas Gibran mengikuti kompetisi yang namanya pilkada ya menurut saya itu hak semua warga negara," katanya saat ditemui di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/12/2019).

Habiburokhman menjelaskan meski berstatus putra presiden, tidak ada yang istimewa bagi Gibran tatkala maju sebagai calon wali kota Solo. Menurutnya, Gibran tetap mesti melewati proses pencalonan hingga bersaing dengan calon lainnya sebgaimana aturan undang-undang.

"Biarpun anak presiden ikut pemilu, kan ada seleksi partai. Kemudian di masyarakat enggak gampang. Beliau harus bertarung sendiri," ujarnya.

Terkait proses itu, Habiburrokhman yakin Gibran akan tetap mengikuti aturan dan mekanisme pencalonan sebagai wali kota Solo meskipun merupakan putra presiden. Di sisi lain, dia juga mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawal proses demokrasi tersebut.

"Kalau misalkan proses pemilihannya berlangsung tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, nah itu sama-sama kita kawal."

Gibran mengaku akan mendaftar penjaringan bakal calon kepala daerah yang akan dilakukan oleh DPD PDIP Jawa Tengah. Pendaftaran bakal calon itu akan dibuka 6-12 Desember 2019 di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyoroti langkah anak dan menantu Jokowi maju dalam kontestasi di Pilkada Solo 2020 itu. Selain Gibran di Pilkada Solo, menantu Jokowi, Bobby Nasution, juga mendaftarkan diri maju di Pilkada Medan. Terkait majunya anggota keluarga Jokowi, Mardani mengingatkan soal nepotisme.

"Kalau setiap orang punya hak untuk dipilih dan memilih selama tidak-tidak dalam syarat tidak boleh dipilih. Tapi kita reformasi itu memerangi nepotisme. Itu saya sedih kalau trennya nepotisme muncul lagi," kata Mardani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten