Bekuk Persik Kediri, Persis Solo Masih Banyak Kekuarangan
Persik Kediri vs Persis Solo (istimewa)

Solopos.com, KEDIRI - Persis Solo berhasil memenangkan laga celebration game melawan tim tuan rumah Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Minggu (8/12/2019) malam WIB. Laskar Sambernyawa meraih kemenangan tipis 1-0 lewat tandukan Slamet Budiono di babak kedua.

Pada laga untuk merayakan keberhasilan Persik naik kasta ke Liga 1 Indonesia musim depan tersebut, anak-anak asuh Salahudin bermain dengan semangat tinggi. Mereka mampu memainkan permainan yang rapi. Semua lini bisa bekerja sama sehingga mampu menahan gempuran serangan dari Macan Putih, julukan Persik, selama 90 menit laga berlangsung.

Kemenangan itu menjadi bukti sahih hasil latihan Salahudin selama ini. Padahal, dalam banyak kesempatan dia mengatakan latihan yang diberikan kepada para pemain belum masuk program latihan. Eks pelatih Barito Putera itu masih menunggu pemain-pemain lain datang sehingga bisa melaksanakan program dengan baik.

Salahudin memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain. Menurutnya, para pemain mampu bermain lepas, bertanggung jawab, dan bersungguh-sungguh sehingga memenangkan pertandingan. Menurutnya, meski laga itu hanya celebration game, hasil laga menjadi modal berharga bagi tim untuk menatap kompetisi musim depan.

“Kekurangan mungkin di fisik. Organisasi menyerang-bertahan perlu ditingkatkan lagi, finishing perlu ditingkatkan lagi. Disiplin pemain perlu ditingkatkan lagi,” ujar Salahudin melalui media officer Persis, Minggu malam.

Sementara itu, perwakilan Surakartans, Adith, setelah menonton langsung pertandingan menilai permainan Persis sudah menunjukkan kolektivitas permainan yang mumpuni. Menurutnya, hal itu adalah buah dari persiapan dini yang dilakukan Persis.

“Saya kira pola latihan yang diberikan pelatih juga menentukan,” kata dia melalui pesan Whatsapp kepada Solopos.com, Minggu.

Hanya, Persis masih perlu menguatkan posisi gelandang. Adith menyebut lini tengah Persis masih kurang kreatif. Dengan penguatan di sektor tersebut, dia optimistis Persis Solo bisa promosi ke Liga 1 Indonesia.

“Tapi Persis jangan bangga hanya sebagai penggembira di celebration game. Persis harus bangkit dan benar-benar lolos ke Liga 1,” kata dia.

Pada laga tersebut sejumlah pemain mendapat kesempatan tampil walaupun dalam durasi yang tidak panjang. Roni Saputro misalnya, masuk pada menit ke-86 menggantikan Slamet Budiono. Kemudian Taufan Hidayat masuk pada menit ke-76 menggantikan posisi Hapidin di sektor penyerang sayap.

Eks pemain Persis musim 2019, Fajar Zainul, masuk ke lapangan pada menit ke-90+1 menggantikan sang kapten pada laga itu, Susanto. Satu pemain yang selama ini jadi partner latihan Persis, Thoifatul Wachid, juga masuk pada menit ke-84 menggantikan Nanang Asripin.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho