Bekas Asrama Magang Jepang Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Corona Sragen
Para pekerja membongkar lantai di lorong penghubung antarkamar di gedung eks asrama magang Jepang di Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Selasa (31/3/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Gedung Nakula di kompleks Technopark Ganesha Sukowati akan menjadi lokasi rumah sakit atau RS darurat corona di Sragen.

Saat ini, gedung yang pernah menjadi asrama magang ke Jepang itu sedang direnovasi.

Pantauan Solopos.com, Selasa (31/3/2020), tiga pekerja membongkar lantai keramik di lorong bangunan dalam Gedung Nakula. Suara benturan linggis dan betel besi pada lantai gedung buatan 2009 itu terdengar nyaring.

Lorong itu menjadi penghubung ke 26 kamar yang dilengkapi kamar mandi. Kamar-kamar itulah yang akan difungsikan sebagai bilik perawatan bagi pasien dalam pengawasan (PDP) corona.

Imbas Corona, Listrik Digratiskan Selama 3 Bulan, Simak Skemanya!

Gedung Nakula itu dalam waktu sepekan ke depan direhab untuk difungsikan sebagai rumah sakit darurat penanganan kasus corona.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wabup Dedy Endriyatno dan sejumlah pejabat terkait mengunjungi gedung itu pada Selasa.

Renovasi Selesai 6 April

“Iya nih. Tempatnya lebih nyaman untuk pasien. Sekatnya sudah tembok permanen,” ujar Yuni, sapaan Bupati, saat melihat kondisi kamar-kamar itu calon rumah sakit darurat corona di Sragen itu.

Selain kamar-kamar itu masih ada gedung dengan ruangan yang luas di bagian depan. Gedung itu juga dilihat Bupati dan rombongan pejabat.

40.000 Keluarga Miskin di Solo Bakal Terima Bantuan Rp250.000/KK Selama KLB

Gedung itu juga seperti sudah lama tidak terpakai dan tidak ada fasilitas apa pun di dalam ruang itu. Akses lantai di luar gedung juga mulai ditumbuhi lumut hijau yang juga dibongkari dan diganti lantai baru.

“Pohon-pohon yang di pinggiran akses juga ditebangi biar terbuka,” kata Yuni kepada Dedy.

Yuni meminta rumah sakit darurat corona itu selesai dan bisa difungsikan pada Senin (6/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto mendapat amanat menghitung kebutuhan anggaran untuk operasional RS darurat itu.

Update Terbaru Corona Solo: PDP 29 Orang, 5 Meninggal

Dedy ikut berhitung untuk kebutuhan anggaran dalam rehabilitasi gedung itu supaya layak digunakan sebagai rumah sakit darurat corona Sragen.

“Perkiraan kebutuhan anggaran rehabilitasi Rp100 jutaan. Sumber dananya dari APBD 2020 atau bisa jadi mendahului APBD Perubahan 2020 atau diambilkan dari pergeseran anggaran lainnya,” jelas Dedy saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela kunjungan itu.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho