Cawagub Jateng, Ida Fauziyah, saat mengisi pengajian bersama kader perempuan NU di Pemalang, Selasa (29/5/2018). (Istimewa-tim media Sudirman-Ida)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &ndash;</strong> Calon wakil gubernur Jawa Tengah (Jateng),<a title="Pilkada 2018: Begini Riwayat Hidup Ida Fauziyah" href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah"> Ida Fauziyah</a>, terus berupaya mengamankan dukungan kaum perempuan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pilgub Jateng 2018.</p><p>Upaya itu ditunjukan pasangan Sudirman Said di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu salah satunya dengan mengajak kaum perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pemalang mempromosikan dan memberikan dukungan kepadanya saat pencoblosan.</p><p>&nbsp;&ldquo;Sepakat <em>njih, </em>saya mencalonkan diri dulu, lalu ibu-ibu semua memberikan dukungan,&rdquo; ujar Ida dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com dari tim media Sudirman-Ida, Selasa (29/5/2018).</p><p>Dalam acara bertajuk <em>Ngaji Sareng Mbak Ida</em> di Pemalang, Selasa malam itu, para<a title="PWNU Jateng: Awasi Ketat Sekolah Berpaham Radikal!" href="http://semarang.solopos.com/read/20180514/515/916024/pwnu-jateng-awasi-ketat-sekolah-berpaham-radikal"> kader perempuan NU</a> yang hadir pun langsung menjawab kata, &ldquo;setuju&rdquo;.</p><p>Menurut Ida, tugas sebagai calon wakil gubernur maupun setelah terpilih, cukup berat. "Namun dengan dukungan dari ibu-ibu Muslimat maupun Fatayat, bisa menjadi ringan," terangnya.</p><p>Ida juga menegaskan, perempuan NU harus siap ditugaskan apapun, dan di mana pun. "Saat ini saya yang sudah siap untuk menjadi wakil gubernur. Nanti kalau waktunya tiba bagi ibu-ibu yang lain, saya juga siap untuk berganti peran memberikan dukungan," tegasnya.</p><p><a title="Sudirman Said Akui Banyak Tekanan terhadap Sudirman-Ida" href="http://semarang.solopos.com/read/20180528/515/918859/sudirman-said-akui-banyak-tekanan-terhadap-sudirman-ida">Pendamping Sudirman Said</a> dalam pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 ini juga mengajak para perempuan di Jateng tidak meninggalkan politik.</p><p>"Karena jalur politik pun juga bisa menjadi bagian dari ibadah," jelas mantan ketua umum Fatayat NU itu.</p><p>Ida menambahkan, dengan jalur politik maka kader-kader Muslimat maupun Fatayat bisa mengambil bagian dan peran untuk membawa kemaslahatan.</p><p>"Pesantren, madrasah diniyah butuh perhatian. Tentu dengan jalur politik, perjuangan untuk memperbaiki keberadaan lembaga-lembaga ini bisa maksimal," paparnya.&nbsp;</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten