Pilgub Jateng 2018. (Solopos-Dok)

<p><strong>Solopos.com, KLATEN</strong> -- Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di tiga desa Kecamatan Kemalang, Klaten, harus dipindah seandainya terjadi peningkatan status <a title="Warga Klaten Tak Terpengaruh Erupsi Freatik Merapi" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180523/493/917706/warga-klaten-tak-terpengaruh-erupsi-freatik-merapi">Gunung Merapi</a>&nbsp;menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 27 Juni mendatang.</p><p>Ketiga desa itu yakni Desa Balerante, Desa Sidorejo, dan Desa Tegalmulyo. Komisioner KPU Klaten Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Muhammad Ansori, mengatakan hasil survei KPU Klaten bersama PPK Kecamatan Kemalang, Pemerintah Kecamatan Kemalang, dan perwakilan tiga desa terdampak dan perwakilan dari Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, memutuskan beberapa poin penting salah satunya pemindahan TPS.</p><p>Ia mencontohkan di Balerante ada satu TPS yang butuh penanganan khusus karena berada di lokasi <a title="Merapi Sering Erupsi, Jalur Evakuasi Klaten Malah Rusak" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180524/493/918210/merapi-sering-erupsi-jalur-evakuasi-klaten-malah-rusak">rawan bencana.</a> Tak hanya itu, di Desa Sidorejo, ada delapan TPS yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II.</p><p>Namun, TPS di Deles membutuhkan perhatian lebih khusus karena berada di zona paling rawan. Kemudian, di Desa Tegalmulyo, ada empat TPS perlu diantisipasi.</p><p>"Jika terjadi peningatan status sebelum penyelenggaraan, kami berencana memindahkan TPS ke tempat lebih aman," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (27/5/2018).</p><p>Kendati demikian, jika peningkatan status terjadi saat penyelenggaraan Pilgub Jateng 2018, ia menekankan kepada panitia agar memprioritaskan penyelamatan surat suara dan surat suara yang tidak terpakai termasuk lembar presensi atau Daftar Pemilih Tetap (DPT).</p><p>Penyelamatan flano juga penting jika penyelenggaraan sampai pada tahap penghitungan. "Yang diutamakan selamatkan surat suara, flano, DPT, dan surat suara yang belum terpakai," terang Ansori.</p><p>Panitia belum berencana menggabungkan TPS jika terjadi situasi darurat. Namun, selain memindah TPS, opsi lain yang bakal disiapkan adalah warga pindah mencoblos ke TPS lain. Warga bisa menggunakan surat pindah atau A5 untuk mencoblos ke TPS terdekat dengan pengungsian.</p><p>"Prosedurnya pakai A5 nanti warga bisa mencoblos di TPS terdekat. Begitu prosedur yang harus dipenuhi," terang dia.</p><p>Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Bambang Giyanto, mengatakan status <a title="Jalur Evakuasi Rusak Bikin Warga Lereng Merapi Klaten Khawatir" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180525/493/918497/jalur-evakuasi-rusak-bikin-warga-lereng-merapi-klaten-khawatir">Gunung Merapi </a>&nbsp;masih level waspada. Kendati demikian, dalam tiga hari terakhir, aktivitas Merapi cenderung landai atau tidak ada yang menonjol.</p><p>Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan selalu waspada saat beraktivitas. Masyarakat diminta menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan dan terjadi hujan abu.</p><p>"Tetap pantau perkembangan aktivitas Merapi melalui berita dan sumber informasi tepercaya seperti BPPTKG, BMKG, BNPB, dan BPBD. Untuk para pendaki Merapi berdasarkan Taman Nasional Gunung Merapi [TNGM] untuk sementara dilarang naik," terang Bambang.</p><p>&nbsp;</p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten