Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf (tengah) saat hendak memimpin doa bersama di Gedung Bustanul Asyiqin, Jl. KH. Muzakir, Semanggi Kidul, Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jateng, Rabu (24/10/2018) pagi, sebelum berangkat umrah. (Solopos.com-Ginanjar Saputra)

Solopos.com, SOLO — Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 mendatang mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan ulama. Meski demikian, ulama kondang asal Solo, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, tak mau ambil pusing memikirkan Pilpres 2019.

Ketidaktertarikan Habib Syech untuk memikirkan Pilpres 2019 itu ia ungkapkan kepada Solopos.com seusai dirinya memimpin doa bersama di Gedung Bustanul Asyiqin, Jl. K.H. Muzakir, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (24/10/2018) pagi, sebelum berangkat umrah ke Tanah Suci bersama 144 orang.

Habib Syech bahkan menegaskan dirinya tak suka dengan politik. "Saya tidak suka politik," tutur pria 57 tahun tersebut di sela-sela pamitannya berangkat umrah ke Tanah Suci.

Pendakwah kondang tersebut menyatakan dirinya ingin fokus berdakwah lewat selawat ketimbang harus memikirkan politik. "Saya enggak mirkirin politik, selawatan saja saya ya," lanjutnya.

Seusai acara doa bersama dan berpamitan, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf bersama 144 orang jemaahnya langsung berangkat ke Bandara Adi Soemarmo untuk bertolak ke Tanah Suci menjalankan ibadah umrah. Habib Syech berharap agenda umrah bersama keluarga dan jemaahnya akan selalu ada setiap tahun.

"Saya ikut bersama rombongan untuk berangkat umrah, sekitar 144 jemaah yang akan diberangkatkan pada hari ini [Rabu] dan Insa Allah tahun depan akan ada kegiatan seperti ini lagi. Setiap tahun Insa Allah akan ada, tahun ini mungkin lebih banyak saja," pungkas putra Habib Abdul Qodir bin Abdurrahman Assegaf tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten