Atlet sepak takraw Indonesia yang akan tampil pada ASEAN School Games berlatih di GOR Tri Lomba Juang. (jatengprov.go.id)

Semarangpos.com, SEMARANG - Semangat untuk berprestasi dan mengharumkan nama negara pada ajang ASEAN School Games (ASG) 2019 ditunjukkan para atlet pelajar Indonesia. Mereka siap memberikan yang terbaik pada ajang yang digelar di Kota Semarang, mulai 17-25 Juli nanti. Seperti yang ditunjukkan Hana Kristina.

Atlet renang yang turun di kelas 50 meter dan 100 meter gaya kupu-kupu itu mengaku siap membalas kekalahan dua tahun lalu. Pada ASG 2017 di Thailand, Hana gagal meraih medali sekeping pun.

“Dua tahun lalu ASEAN Schools Games juga, tapi sampai finalis aja. Targetnya tahun ini dapat medali,” ujar Hana dikutip laman Internet resmi Pemprov Jateng, Rabu (10/7/2019).

Untuk meraih prestasi terbaik, Hana terus melakukan latihan intensif. Tak hanya menempa fisik, gadis tersebut mendapat semangat tambahan dari dukungan teman-temannya.

“Luar biasa, setiap hari teman-teman selalu ngingetin latihan, latihan, latihan,” jelasnya.

Semangat meraih medali juga disampaikan Bintang Al Jabar, atlet sepak takraw kelahiran Kabupaten Demak. Dia merasa beruntung dapat bergabung dalam Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga (PPLOP) Jawa Tengah (Jateng) untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasi.

“Bangga sekali karena di situ banyak atlet-alet yang berbakat, yang bisa melatih ketrampilan kita buat mengasah kemampuan untuk melawan atlet-atlet seperti Malaysia, Thailand, Singapura. Itu kan takrawnya bagus-bagus,” ujarnya.

Atlet sepak takraw lainnya, Muhammad Adriansyah mengaku Thailand menjadi lawan berat pada pertandingan sepak takraw. Namun, remaja yang juga anak atlet sepak takraw tersebut optimistis meraih juara pada ASG mendatang.

“Kami terus latihan lebih keras, percaya diri dan jangan lupa berdoa sama Tuhan untuk bisa menjadi juara,” ungkap Adriansyah.

Sementara itu, si kembar Adith Rici Pradana dan Adith Rico Pradana yang menjadi andalan atletik lari sprint 100 meter dan lari estafet empat kali 100 meter, menganggap tim dari Malaysia sebagai pesaing kuat.

Kendati begitu, mereka optimistis bisa meraih medali emas. Bahkan mereka menargetkan mencatat rekor baru pribadi masing-masing pada nomor lari sprint 100 meter putra. Sebelumnya, catatan waktu Rico adalah 10.57 detik, sedangkan Rici 10.85 detik.

“Targetnya emas,” jawab keduanya serempak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten