Begini Respons Pekerja Seni Wonogiri Setelah Pemkab Izinkan Hajatan dengan Hiburan
Simulasi hajatan dengan protokol kesehatan digelar di depan Kantor Kesbangpol Boyolali, Selasa (27/10/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, WONOGIRI - Pemkab Wonogiri akhirnya memperbolehkan warga menggelar hajatan dengan menampilkan acara hiburan. Keputusan itu pun disambut bahagia oleh para pekerja seni.

Seperti diketahui, hajatan dengan acara hiburan sempat dilarang di Wonogiri karena pandemi Covid-19. Namun, kini hajatan dengan acara hiburan sudah diperbolehkan. Hal itu sesuai dengan SE Bupati tentang penyelenggaraan hajatan di masa pandemi Covid-19 tertanggal 27 Oktober 2020.

Pelaku seni dari Dusun Jarum, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Heri Dwi Supomo, 40, mengaku bersyukur akhirnya Pemkab membolehkan warga menggelar hajatan dengan menampilkan acara hiburan.

Libur Panjang, Belum Ada Lonjakan Kendaraan Masuk ke Karanganyar

Lelaki yang akrab disapa Kethit itu tak mempermasalahkan Pemkab membatasi tampilan acara hiburan. Pemilik grup seni Top One Musik Sidoharjo sekaligus pemain organ tersebut meyakini pembatasan itu dibuat berdasar pertimbangan matang untuk mencegah penularan Covid-19.

“Meski ada batasan-batasan kebijakan ini jauh lebih baik buat kami [para pekerja seni], dari pada tidak boleh tampil sama sekali. Setelah ada kabar ini saya mengumumkan melalui media sosial bahwa grup saya sudah bisa dipanggil lagi,” ucap Heri saat dihubungi Solopos.com, Kamis (29/10/2020).

Dia melanjutkan jika mendapat order tampil, Heri akan tampil bersama istrinya, Lia Hapsari, 30, sebagai penyanyi dan satu pembawa acara. Lantaran jumlah pemain dan durasi dibatasi maksimal tiga jam, dia akan menurunkan tarif jasa.

Tarif

Apabila biasanya tarif grup seninya Rp4 juta-Rp4,5 juta/tampil, pentas saat pandemi Covid-19 ini kemungkinan diturunkan menjadi Rp1,3 juta-Rp1,5 juta/tampil. Heri memperkirakan tiga personel tampil dalam tiga jam grupnya dapat menyuguhkan 10-15 lagu.

“Biasanya personel grup saya 10 orang yang terdiri atas tiga penyanyi, satu pembawa acara, dan enam pemain alat musik. Seringnya main hingga enam jam dan bisa menyuguhkan 25-30 lagu. Tapi kami juga sering tampil dengan tiga pemain saja. Jadi, jika harus tampil dengan tiga pemain kami enggak kaget,” imbuh Heri.

Simulasi Pendidikan Tatap Muka SMA/SMK Solo Dimulai Pekan Depan

Hajatan dengan hiburan ddibolehkan di Wonogiri namun harus mematuhi sejumlah ketentuan. Yang paling utama tentu menerapkan protokol kesehatan. Kemudian acara hiburan dibatasi tiga jam. Selain itu, penampil tidak diperbolehkan mengajak tamu untuk berjoget bersama.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom