Tersangka pembunuhan PK Sunan Kuning (di atas motor) tengah memperagakan adegan rekonstruksi di kompleks Sunan Kuning, Kota Semarang, Selasa (18/9/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Tersangka pembunuhan, DCP, 16, warga Pucung RT 003/RW 001, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, menjalani rekonstruksi di kompleks Sunan Kuning, Kampung Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Selasa (18/9/2018).</p><p>Ia memperagakan 29 adegan ketika menghabisi nyawa korban Sinar Ayu Agustin, 23, di Wisma Mr. Classic, kompleks prostitusi Sunan Kuning.</p><p>Rekonstruksi berjalan cukup lama dan menghabiskan waktu sekitar dua jam lebih. Tersangka yang masih remaja atau di bawah umur itu menjalankan rekonstruksi dengan penutup wajah atau sebo.</p><p>Ia memperagakan adegan demi adegan dengan penjagaan ketat aparat kepolisian dan juga petugas Balai Pengawasan (Bapas) Kelas I Kota Semarang.</p><p>Warga yang berada di sekitar lokasi pembunuhan turut menyaksikan jalannya rekonstruksi. Mereka berkerumun di depan Wisma Mr. Classic sambil menyoraki pelaku.</p><p>Beberapa warga bahkan meneriakan kata-kata kasar kepada tersangka. Mereka juga meminta tersangka melepas sebo atau penutup muka di hadapan warga atau penghuni kompleks prostitusi Sunan Kuning.</p><p>&ldquo;<em>Copot kaine, ben padha reti nek keluyuran nang SK meneh </em>[lepas kainnya, biar pada tahu kalau berkeliaran di SK lagi],&rdquo; teriak salah satu warga.</p><p>&ldquo;<em>Isih cilik kok tega, dihukum mati wae</em> [Masih kecil kok tega, dihukum mati saja],&rdquo; sambung warga lainnya.</p><p>&nbsp;Meski geram dengan ulah pelaku yang tega menghabisi korban, warga tak berani beraksi terlalu jauh. Mereka hanya menyoraki tersangka setiap kali memperagakan adegan rekonstruksi di luar Wisma Mr. Classic.</p><p>Sementara itu salah seorang rekan korban, Sinta, berharap pelaku mendapat hukuman yang berat. Ia menilai apa yang telah dilakukan dengan menghabisi nyawa korban sangatlah keji.</p><p>Korban yang akrab disapa Ninin dibunuh setelah melayani nafsu bejat tersangka. Ia ditemukan tewas di sebuah kamar di Wisma Mr. Classic dalam posisi tanpa busana dan berbau minyak pelumas.</p><p>&ldquo;Tersangka harus dihukum berat. Kasihan teman saya, apalagi anaknya masih kecil. Masih berusia 10 bulan,&rdquo; tutur Sinta.</p><p>Sinta mengatakan semasa hidup korban dikenal sebagai sosok yang pendiam. Ia terjun ke dunia hiburan malam setelah melahirkan di luar pernikahan.</p><p>&ldquo;Dia dan anaknya tinggal sama saya di Kaligawe. Tapi, sekarang anaknya sudah diserahkan ke keluarga korban di Kendal,&rdquo; ujar Sinta<em>. </em></p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p><p></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten