Kategori: Leisure

Begini Rahasianya Agar Puasa Ramadan Lebih Bermakna


Solopos.com/Ika Yuniati

Solopos.com, SOLO -- Tak terasa umat Islam sudah memasuki pekan kedua Ramadan. Tentunya kita semua berharap Allah SWT menerima amal ibadah puasa dan mengampuni segala dosa. Sehingga di pengujung Ramadan nanti kita benar-benar bisa mencapai tujuan puasa yakni menjadi umat yang bertakwa.

Pendakwah yang rutin mengisi kajian pada pagi dan sore di kanal Youtube-nya, Muhammad Nuzul Dzikri, mengatakan bahwa ketakwaan adalah goal dari semua ibadah kita. Keutamaan orang bertakwa yakni dicintai Allah SWT. Mereka yang bertakwa lalu mendapat cinta Allah bakal diberi jalan keluar dari setiap masalahnya, dan diberi rizki dari berbagai arah tanpa diduga-duga. Yang paling penting adalah hidupnya terberkati, dan mendapat riezeki surga dari Allah SWT.

Untuk menggapai hal tersebut ibadah puasa kita harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, disusul dengan perasaan bahagia, dan gembira. Kegembiraan bagi orang puasa, menurut Dzikri, ada dua yakni kegembiraan ketika sedang berbuka dan kegembiraan bertemu Allah SWT di hari kiamat kelak.

Maksud dari gembira saat berbuka puasa adalah dia merasakan kebahagiaan secara tabiat karena sebelumnya haus lalu dihalalkan makan dan minum. Pada level selanjutnya, umat Islam merasa bahagia saat berbuka karena merasa telah berhasil menyempurnakan ibadah di hari tersebut. Tentu saja hal itu bisa dilampaui berkat pertolongan Allah SWT.

“Kata Imam Ath Thabari kalian enggak akan bisa mewujudkan penggalan yang pertama yakni ibadah, kecuali ditolong oleh Allah. Selanjutnya tidak akan ditolong oleh Allah kecuali minta pertolongan kepada Allah SWT. Dan yang kedua adalah dia senang Ketika dia ketemu dengan Allah SWT. Allah yang memerintahkan dia puasa, Allah yang memerintahkan dia beribadah dan akhirnya bisa bertemu juga,” terangnya.

Spiritual

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta Islah Gusmian, Selasa (20/4/2021), mengatakan hubungannya dengan sosial, puasa dimaknai sebagai ruang solidaritas. Yakni mengajak umat Islam ikut berempati dan merasakan penderitaan orang lain. Dengan begitu bisa lebih mensyukuri setiap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Puasa juga mengajarkan kedisiplinan dan komitmen. Bisa dilihat dari disiplin pola makan yang harus diakhiri setiap azan Subuh lalu dibuka kembali saat azan Magrib. Hal ini juga menjadi pembelajaran bersama soal penghargai waktu, nilai, dan sebuah perencanaan. Selanjutnya secara menyeluruh puasa mengajarkan manusia untuk menyentuh ruang-ruang spiritual antara seorang hamba dengan Tuhannya. Level spiritualitas ini akan membentuk manusia pada pemikiran yang matang. Lalu menjadikan dirinya sebagai representasi Islam rahmatan lil alamin.

“Cara agar bisa mencapai puasa di level spiritualitas ya dimulai dengan tertib dari segi fikih. Setelah itu selesai, nanti belajar naik pada level selanjutnya,” terangnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Damar Sri Prakoso