Greysia dan Apriyani (Badmintonindoesia.org)

Solopos.com, JAKARTA — Mental tim Indonesia benar-benar digembleng untuk bersaing di Piala Sudirman 2019. Selain latihan rutin, PBSI merancang kelas motivasi selama dua hari untuk mendongkrak semangat dan kekompakan pemain. Performa spartan memang amat diperlukan untuk menghadirkan trofi Piala Sudirman perdana untuk Indonesia sejak 1989.

PBSI telah menetapkan 20 nama yang akan turun di kejuaraan beregu campuran yang berlangsung di Nanning, Tiongkok, 19-26 Mei. Tak seperti yang sudah-sudah, persiapan ke Piala Sudirman edisi kali ini tak menggeber karantina dan simulasi. PBSI menggantinya dengan kelas motivasi yang dijalani Jonatan Christie dkk. pada Senin-Selasa (13-14/5/2019).

“Kelasnya mulai Senin. Untuk kelas tekniknya juga berlangsung di hari yang sama sampai Selasa besok. Kelas berlangsung tertutup,” ujar Manajer tim Piala Sudirman 2019, Susy Susanti, seperti dilansir Detik, Senin.

Susy sempat berencana mengundang legenda bulu tangkis ke acara tersebut. Namun niat itu dibatalkan karena pertimbangan waktu. Susy beralasan para atlet butuh istirahat yang cukup karena sudah mulai bertanding akhir pekan ini.

“Akhirnya kami memanggil motivator yang bisa mengembalikan semangat mereka, ingatkan mereka bahwa perjuangan tak pernah berhenti. Nanti kelasnya akann dibikin dalam suasana lebih santai, di luar Pelatnas Cipayung,” kata dia.

Daya juang memang menjadi sorotan utama bagi Indonesia di Piala Sudirman tahun ini. Beberapa hari lalu Ketua PBSI, Wiranto, mengingatkan Marcus Fernaldi Gideon dkk. wajib meniru motivasi tim Indonesia saat menjuarai Piala Sudirman pada 1989.

Setelah itu, Indonesia belum kunjung kembali menjadi kampiun di kejuaraan prestisius dua tahunan tersebut. Pada 2017 tim Merah Putih bahkan gagal lolos dari fase penyisihan. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten