Begini Perjuangan Petugas DLH Solo Melawan Asap Kebakaran TPA Putri Cempo
Petugas DLH Solo berjuang memadamkan api dan asap di TPA Putri Cempo Solo, Senin (22/10/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Kebakaran yang terjadi di gunungan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Sabtu (20/10/2018) malam, membuat petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) benar-benar kerepotan.

Sudah dua hari ini mereka harus berjuang mempertaruhkan nyawa melawan api dan asap dari pagi sampai sore demi mencegah kebakaran meluas.

Pantauan reporter foto Solopos, Nicolous Irawan, di TPA Putri Cempo, Senin siang, sejumlah petugas masih sibuk menyemprotkan air ke arah gunungan sampah yang masih mengepulkan asap.

Beberapa petugas saat ditanya mengatakan siang itu mereka sudah menghabiskan enam tangki air. Untuk melakukan penyemprotan, petugas harus naik ke puncak gunungan sampah.

"Penyemprotan harus dilakukan dari atas karena kalau dari bawah bisa bahaya kalau sampai terjadi longsor," jelas salah satu petugas, Handoyo.

Salah satu tantangan berat yang dihadapi petugas adalah asap yang tebal, membuat petugas kesulitan bernapas dan mata perih. Petugas juga harus selalu memperhatikan arah angin.

"Yang penting jangan sampai melawan arah asap karena bisa sesak napas dan mata perih. Kami harus selalu pakai kacamata dan masker. Ya memang berat tapi harus kami tahan, dikuat-kuatkan," jelas petugas lain, Martono.

Sebagaimana diinformasikan, gunungan sampah di TPA Putri Cempo terbakar pada Sabtu (20/10/2018) malam. Kebakaran itu berhasil dipadamkan pada Minggu (21/10/2018) namun asapnya masih mengepul dan terbawa angin ke permukiman warga.

Sejak itu petugas DLH terus berada di lokasi untuk menyemprotkan air ke arah sisa kebakaran dari pagi hingga sore hari. Mereka berharap hujan segera turun karena air hujan akan sangat membantu mereka memadamkan api dan asap sisa kebakaran.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom