Begini Perjuangan Pasien BPJS Kesehatan di Klaten
Warga mengantre di loket RSD Bagas Waras Klaten, Kamis (20/9/2018).(Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Antrean mengular hingga pintu masuk salah satu ruangan Rumah Sakit (RS) Islam Klaten. Suhadi, 63, dan Suyatmi, 60, duduk di depan ruangan itu. Pasangan suami istri asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Klaten tersebut sebelumnya ikut antrean pendaftaran pelayanan BPJS kesehatan.

Daftarnya tadi sejak pukul 07.00 WIB. Ini sudah dapat nomor antrean untuk kontrol,” kata Suhadi saat berbincang dengan Espos, Rabu (19/9/2018) sekitar pukul 08.30 WIB.

Suhadi mengantarkan istrinya mendapatkan pelayanan rawat jalan setelah belum lama ini menjalani operasi katarak. Sepekan sekali, Suyatmi menjalani kontrol di RS tersebut.

Meski sudah mendapat nomor antrean, Suhadi tak lantas mengajak istrinya mendatangi poliklinik. Suyatmi baru menemui dokter keesokan harinya atau Kamis (20/9/2018).

Ini istilahnya inden nomor antrean dulu. Besok datang lagi untuk diberi lampiran baru ke poliklinik mengantre untuk mendapatkan pelayanan,” kata Suhadi.

Suhadi menuturkan banyaknya antrean untuk pelayanan poliklinik membuat pasien harus inden nomor antrean sehari sebelumnya. Ia menuturkan ada pelayanan nomor antrean melalui whattsapp (WA) atau telepon.

Tidak bisa online, ya datang ke sini. Kalau pelayanannya saya rasa sudah baik. Hanya harus sabar karena antre,” kata Suhadi.

Inden nomor antrean pelayanan poliklinik juga dilakukan warga lainnya Ari Nugraha Waluya Jati, 23, warga Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten. Sepekan dua kali, ia mengantar ibunya, Sutarti, 58, untuk menjalani rawat jalan di RS Islam Klaten setelah mengalami pengapuran tulang.

Inden nomor sudah menjadi kebiasaan Jati sebelum ibunya kontrol. Namun, setahun terakhir, ia memilih inden nomor antrean melalui layanan WA. “Setelah inden nomor antrean layanan, keesokan pagi mendatangi loket BPJS istilahnya registrasi. Setelah itu siangnya kontrol dengan nomor antrean yang sudah inden lewat WA. Ya memaklumi harus inden dulu sehari sebelumnya karena yang membutuhkan pelayanan banyak,” kata Jati.

Jati menuturkan cara mendapatkan nomor antrean pelayanan dokter kali ini lebih mudah lantaran bisa dilakukan hanya melalui WA. Sebelumnya, ia pernah rutin mendatangi RS sebelum subuh demi mendapatkan nomor antrean pelayanan dokter rawat jalan.

Lebih dari setahun lalu itu pernah datang sekitar pukul 03.00 WIB setelah itu mengambil nomor antrean di satpam. Pukul 06.00 WIB loket BPJS untuk pendaftaran dibuka,” urai dia.

Direktur Utama RS Islam Klaten, Sutrisno, mengatakan rujukan pelayanan di RS Islam sudah dilakukan secara online untuk mengantisipasi antrean warga yang kerap berdatangan sejak subuh. “Memang ada yang tidak bisa online sehingga harus secara manual. Yang antre secara manual paling 10-15 orang,” jelas Sutrisno.

Sutrisno menuturkan ada sejumlah poliklinik yang dinilai sebagai favorit saking banyaknya warga yang berdatangan guna mendapatkan pelayanan. Namun, jumlah antrean kini tak sebanyak sebelumnya apalagi sudah ada penerapan rujukan berjenjang. “Kalau pelayanan rawat jalan di RS Islam Klaten rata-rata setiap hari 700 orang,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom