Tutup Iklan -->
Begini Perjalanan Sejarah Pasar Johar Semarang
Pasar Johar Kota Semarang pada tahun 1938. (Instagram-joharsemarang)

Solopos.com, SEMARANG — Pasar Johar Semarang adalah pasar tradisional yang legendaris di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pasar itu yang pernah menjadi pasar terindah di Asia Tenggara itu memang menyimpan sejarah menarik.

Pasar Johar terletak di Jl. K.H. Agus Salim, Kelurahan Kauman, Kecamtan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan pasar menghadap ke arah timur dan di sebelah utara terdapat pasar lain bernama Pasar Yaik Permai.

Di sebelah selatan Pasar Johar, terdapat Semarang Center Johar atau SCJ dan Kali Semarang di bagian barat pasar.

Tumbasin.id Jadi Solusi Belanja saat Social Distancing di Semarang

Sejarah Pasar Johar dimulai pada tahun 1860. Saat itu, para pedagang berjualan di sebelah timur Alun-Alun Kota Semarang. Lokasinya dipagari oleh deretan pohon johar yang tumbuh di pinggir jalan.

Dari situlah nama Johar didapatkan. Lokasinya juga berdekatan dengan sebuah penjara, sehingga pasar itu menjadi tempat menampung orang yang akan menjenguk kerabat di penjara.

Seperti yang dihimpun Semarangpos.com, Kamis (30/4/2020), karena pasar semakin ramai dan membutuhkan perluasan ruang, ditebanglah pohon johar itu.

Aplikasi Nyayur.id Jadikan Warga Salatiga Seakan Panen Sayur

Pada tahun 1933, bangunan Pasar Johar mendapat usulan rancangan oleh seorang arsitektur Belanda bernama Thomas Karsten. Ia memiliki gambaran membuat pasar Johar dengan bentuk dasar yang menyerupai Pasar Jatingaleh namun dengan ukuran yang lebih besar.

Lahan Tak Luas

Tiga tahun setelahnya, rancangan tersebut diubah kembali, tepatnya pada tahun 1936. Karena kondisi lahan yang tidak terlalu luas, Pasar Johar menggunakan sebagian tanah milik alun-alun timur, penjara kabupaten dan toko-toko tua.

Gagasan kontruksi cendawan dimunculkan di rancangan yang kedua ini. Hal inilah yang membuat Pasar Johar pernah menjadi pasar terbesar dan tercantik se-Asia Tenggara pada masanya.

Es Krim Toko Oen Semarang Janjikan Kesegaran Legendaris

Pasar Johar Semarang memiliki empat blok bangunan yang disatukan dengan sebuah gang selebar delapan meter. Pasar dua lantai ini memiliki kolom-kolom penyangga atap degan struktur cendawan. Kolom penyangga itu disebut kontruksi jamur.

Atap yang terbuat dari plat beton digunakan sebagai lubang ventilasi udara. Lubang tersebut berbentuk segi enam dan menggunakan kaca. Hal itu agar mencegah masuknya air dan mengupayakan sinar matahari agar dapat menyinari bagian dalam pasar.

Benar saja, Pasar Johar tidak membutuhkan energi listrik yang banyak karena ventilasi tersebut bekerja dengan efektif. Penerangan dari sinar matahari dapat mengurangi penggunaan listrik yang besar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho