Tutup Iklan

Begini Pendapat Ma\'ruf Amin Soal Islam dan Kebangsaan

Calon wakil presiden nomor urut 02, KH. Maruf Amin, menegaskan masyarakat Indonesia tidak perlu mempertentangkan konsep antara Islam dan kebangsaan yang telah menjadi napas kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Begini Pendapat Ma\'ruf Amin Soal Islam dan Kebangsaan

SOLOPOS.COM - Ma'ruf Amin. (Antara-Raisan Al Farisi)

Solopos.com, MADIUN -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, K.H. Ma'ruf Amin, menegaskan masyarakat Indonesia tidak perlu mempertentangkan konsep antara Islam dan kebangsaan yang telah menjadi napas kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menurutnya, merupakan harga mati yang wajib diperjuangkan.

Menurut Ma'ruf Amin, Islam Indonesia merupakan Islam yang kafah dan utuh. Konsep Islam dan kebangsaan itu sudah disepakati para ulama terdahulu. Sehingga. kata dia,  tidak perlu memepertentangkan antara Islam dan kebangsaan yang telah lama menjadi akar muslim di Indonesia.

"Kalau ada yang mempertentangkan Islam dan kebangsaan, berarti ada kesalahpahaman baik dari pemahaman keislamannya maupun pemahaman kebangsaannya. Para pendahulu kita sudah mensinergikan antara itu," kata Ma'ruf Amin saat memberikan ceramah soal kebangsaan dalam Halaqoh Nasionalisme di Gedung NU Center, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (21/1/2019).

Saat ini, kata mantan Ketum MUI itu, ada sebagian kelompok yang ingin agar ada pertentangan antara Islam dan kebangsaan. Ada kelompok yang ingin mengganti sistem di Indonesia dengan dasar lain seperti khilafah.

Menurut Maruf, khilafah memang sistem pemerintahan yang Islami. Namun, sistem pemerintahan yang Islami bukan hanya khilafah. Dia emnerangkan sistem kerajaan termasuk sistem Islami, contohnya Kerajaan Saudi Arabia. Keamiran juga sistem yang Islami. Republik juga sistem yang Islami seperti Republik Mesir, Repubik Turki, maupun Republik Indonesia.

"Kenapa khilafah ditolak di Indonesia. Saya bilang bukan ditolak. Tapi tertolak di Indonesia," tegas Ma'ruf Amin.

Pasangan Joko Widodo dalam Pilpres 2019 itu menegaskan sistem republik ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Sehingga kalau ada kelompok yang ingin mengganti sistem tersebut harus ditolak. Tidak hanya khilafah, tetapi sistem lain yang tidak sejalan NKRI juga harus ditolak.

"Persoalan khilafah ini kayak mau perang Baratayuda. Yang disepakati yang mana. Kalau [khilafah] disepakati ya bubar NKRI. Bagi kita NKRI harga mati. Sebenarnya ini sudah selesai," jelas dia.

Lebih lanjut, dia menyebut di Indonesia ini ada perangkat-perangkat yang kokoh menjaga persatuan Indonesia. Ada majelis agama seperti MUI, KWI, PGI, dan lainnya. Ada organisasi massa yang menjaga Indonesia ini tetap utuh seperti NU, Muhammadiyah, FKUB, dan organisasi keagamaan lainnya.

Meski perangkat-perangkat itu ada, namun potensi konflik antargolongan itu tetap ada. Untuk itu, NU terus mengembangkan prinsip-prinsip persaudaraan.

"Boleh berbeda-beda pilihan. Yang terpenting keutuhan bangsa ini sepanjang massa. Sedangkan pilpres itu agenda lima tahunan. Jangan sampai agenda lima tahunan merusak keutuhan bangsa," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Berita Terkait

Berita Terkini

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Samas Bantul, Ini Ciri-Cirinya

Mayat seorang pria paruh baya ditemukan di pinggir Pantai Samas Bantul. Belum diketahui identitas mayat tersebut.

Copa America: Pertahanan Kokoh, Venezuela Tahan Imbang Kolombia 0-0

Kolombia harus berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam pertandingan Grup B Copa America 2021 di Estadio Olimpico Pedro Ludovico, Goiania.

Proklim, Cara Pemkot Magelang Dukung Jateng Gayeng Telung Ng

Program Jateng Gayeng Telung Ng jadi perhatian Pemkot Magelang dengan gerakan Program Kampung Iklim (Proklim).

Lewat Online Shop Ini Anji Pesan Ganja, Tapi Jangan Coba-Coba Order

Ganja yang digunakan Anji dibeli dari AS melalui sebuah online shop. Ia menggunakan ID orang lain untuk bisa membelinya.

Gunung Merapi Pagi Ini: 2 Kali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Lava Pijar sejauh 1,4 Km

Gunung Merapi pagi ini terpantau mengeluarkan dua kali awan panas guguran. Status erapi belum berubah, masih Siaga.

Nama Pati Rupanya Berasal dari Peleburan Tiga Kadipaten

Kisah ini diawali dari pelarian Dewi  Ruyung Wulan, putri dari Adipati Carangsaka yang dinikahkan paksa dengan Menak Jasari, putra dari Kadipaten Paranggaruda.

10 Berita Terpopuler : Saminisme Ajaran Asli Indonesia - Mahasiswi Terjun ke Sungai

Ulasan tentang ajaran saminisme hingga mahasiswi nekat terjun ke sungai dari jembatan masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Ada Pemberlakuan Aturan Baru Aktivitas Publik di Banyumas

Sejumlah langkah tegas disiapkan Pemkab Banyumas untuk membatasi aktivitas publik masyarakat selama pandemi Covid-19.

Anjlok Lagi, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Jumat 18 Juni 2021

Harga emas batangan 24 karat di Pegadaian pada hari ini, Jumat (17/6/2021) kembali turun, baik untuk cetakan UBS maupun Antam.

Solopos Hari Ini: Tarik Rem Darurat

Solopos edisi Jumat (18/6/2021) mengulas soal lonjakan kasus Covid-19 yang harus diatasi pemerintah. Tingginya angka kasus harian Covid-19 bisa membuat fasilitas kesehatan kolaps.

Aplikasi Simpati Diluncurkan, Isinya Informasi Lengkap Soal Wisata Sragen

Aplikasi Simpati bisa diakses melalui laman simpati.sragenkab.go.id serta juga bisa diunduh di playstore dengan nama Sragen Tourism.

Belgia Lolos ke 16 Besar, Ini Klasemen Grup B Euro 2020

Hasil ini membuat Belgia lolos ke 16 besar sementara Denmark hampir pasti tersingkir di fase grup.