Begini PB Alkhairaat Sikapi Pembantaian di Sigi Sulteng
Ketua PB Alkhairaat Habib Ali bin Muhammad Aljufri (keempat dari kiri). (Antara-Humas MUI Sulteng)

Solopos.com, PALU — Di tengah keraguan publik atas kebenaran kabar adanya pembakaran disertai pembantaian empat jemaat Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamatan di Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah sikap duka cita berdatangan. Dari Pengurus Besar Alkhairaat hingga Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Sulteng angkat bicara.

PB Alkhairaat—organisasi kaum muslimin berpengaruh di wilayah setempat—mengecam keras pembantaian satu keluarga yang dilakukan orang tak dikenal yang diduga merupakan kelompok yang mengatasnamakan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jumat (27/11). Alkhairaat adalah organisasi komunitas Islam terbesar di Indonesia Timur yang berbasis di Palu, ibu kota Sulteng.

“Aksi tersebut bukanlah merupakan anjuran maupun ajaran dari agama manapun, apalagi Islam,”kata Ketua PB Alkhairaat Habib Ali bin Muhammad Aljufri di Kota Palu, Sulteng, Sabtu.

Kiat Pilih Kantor atau Lokasi Bisnis Sesuai Fengsui

Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah tanpa terkecuali dan abnaulkhairaat agar tidak mudah terprovokasi atas kejadian itu dan tetap menjaga persatuan antara sesama umat tanpa memandang agama, suku, ataupun ras.

Yang tidak kalah penting, Habib Ali juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan semacam itu. “Saya mengimbau agar tetap tenang dan tidak ikut-ikutan memberikan komentar maupun mengunggah foto-foto apapun yang berkaitan dengan peristiwa tersebut di media sosial,” ujarnya.

Ia tidak ingin kejadian tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah dan mengadu domba masyarakat yang saat ini hidup rukun di seluruh wilayah di Sulteng. “Jaga persatuan yang sudah ada. Kita rawat dengan baik amanah yang sudah ada ini,” ucapnya.

Ngeri, Bangunan di Karo Ambles Terbawa Longsor

PB Alkhairaat menyatakan dukungan penuh kepada aparat keamanan untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Senada dengan itu, Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin menegaskan kepada semua pihak di provinsi ini agar tidak mengait-ngaitkan kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Sigi dengan agama apa pun.

“Agama apa pun dimuka bumi ini tidak mengajarkan dan membenarkan perilaku membunuh sesama manusia,” ujar Zainal yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu ini.

Seruan Komnas HAM

   Ketua Komnas HAM-RI Perwakilan Sulteng Dedi Askary. (Antara-Komnas HAM Sulteng)

Ketua Komnas HAM-RI Perwakilan Sulteng Dedi Askary. (Antara-Komnas HAM Sulteng)

Pernyataan senada datang dari Komnas HAM Perwakilan Sulteng yang turut prihatin atas tindakan kejahatan yang menghilangkan nyawa manusia itu. “Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas peristiwa ini,” kata Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulteng Dedi Askary, di Palu, Sabtu malam.

Tesla Makin Dekat Indonesia, Apa Untungnya?

Diakuinya, peristiwa itu sangat mengusik rasa kemanusiaan dan jauh dari ajaran agama apa pun. Pihaknya meminta, agar masyarakat Sulteng tidak terprovokasi atas tindakan keji yang sama sekali tidak mencerminkan suatu ajaran agama apa pun serta sangat jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, bahkan terhadap apa yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga kuat adalah kelompok sipil bersenjata.

“Kami juga mengutuk keras pelaku pembunuhan dibarengi pembakaran rumah warga Trans Levonu, Dusun V Tokelemo, Desa Lembantongoa,” ujar Dedi.

Komnas HAM meminta polisi segera mengambil langkah dan tindakan yang dipandang penting dan strategis terkait upaya pengungkapan, pengejaran terhadap para pelaku secara serius dengan senantiasa tetap memperhatikan standar operasional prosedur serta sikap dan tindakan yang profesional, khususnya aparat yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Tinombala.

Benda Ini Kata Fengsui Buka Keberuntungan

Diingatkannya negara tidak boleh kalah oleh tindakan kejahatan dalam bentuk apa pun, tidak terkecuali bagi pelaku teror. Menanggapi itu, Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama menduga pelaku kekerasan menyebabkan korban jiwa adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

“Terindikasi seperti itu ada kemiripan dari saksi-saksi yang melihat langsung saat kejadian yang kami konfirmasi dengan foto-foto (DPO MIT Poso) ada kemiripan. Terindikasi,” kata Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama yang dihubungi kantor Berita Antara di Palu, Sabtu.

Kapolres mengatakan bahwa situasi terakhir kondusif, bahkan anggota Brimob, polres, dan dari satgas telah melakukan pemulihan trauma (healing) agar jangan sampai warga ketakutan terkait dengan kejadian tersebut. Jenazah korban, lanjut dia, akan segera dimakamkan oleh keluarga, sementara peti matinya disiapkan oleh Polres Sigi. Ia mengatakan Satgas Operasi Tinombala saat ini sedang mengejar terduga pelaku.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom