Tutup Iklan

Begini Nasib Kapolsek yang 2 Kali Perkosa Anak Tersangka di Hotel

Kapolsek Parigi, Iptu I Dewa Gede Nurate (IDGN), akan menjalani proses pidana dan sidang etik terkait kasus dugaan pemerkosaan terhadap S, 20, anak tersangka kasus pencurian ternak.

 Ilustrasi (nbnewsmakers)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (nbnewsmakers)

Solopos.com, JAKARTA — Kapolsek Parigi, Iptu I Dewa Gede Nurate (IDGN), akan menjalani proses pidana terkait kasus dugaan pemerkosaan terhadap S, 20, anak perempuan seorang tersangka kasus pencurian ternak.

Seperti dilansir Detikcom, Rabu (20/10/2021), Kadiv Propam Polri, Irjen Polisi Ferdy Sambo, menyampaikan hal itu saat berbincang dengan wartawan. Selain menjalani proses pidana, Kapolsek Parigi juga akan menerima sanksi etik.

Ferdy Sambo juga menyampaikan bahwa Iptu IDGN sudah dicopot dari jabatannya. “Kapolsek Parigi sudah dicopot. Kemudian kemarin sudah melaporkan tindak pidananya. Kami akan proses. Sidang etik berjalan. Nanti sidangnya setelah putusan pidana,” kata Ferdy Sambo.

Baca Juga : Seusai Palsukan Tanda Tangan Kapolres, Anggota Polri Akhiri Hidup

Sambo mengatakan Mabes Polri sudah memberikan arahan kepada seluruh Polda untuk meningkatkan pengawasan. Seluruh anggota diminta bertindak sesuai prosedur. “Tadi sudah ada anev (analisa dan evaluasi) di Mabes ke seluruh Kasatwil untuk melakukan pengawasan melekat terhadap semua kegiatan operasional anggota di lapangan. SOP harus terus diperhatikan. Kami harus terus mengingatkan ini,” tutur dia.

Pengakuan Korban

Kasus ini mencuat saat korban, S, membuat pengakuan bahwa dirinya telah dua kali diperkosa oleh Kapolsek Parigi, Iptu IDGN. Status S adalah anak tersangka yang tengah dipenjara karena kasus pencurian ternak. Iptu IDGN melakukan aksi bejatnya itu di hotel dengan iming-iming membebaskan ayah S.

S mengungkapkan kali pertama bertemu dengan Iptu IDGN saat menjenguk ayahnya yang sedang ditahan di Polsek Parigi. Iptu IDGN menemui S dan mengajaknya tidur. S menolak ajakan itu. Tetapi, Iptu IDGN melancarkan aksi bujuk rayu. Dia menjanjikan membebaskan ayah S dari penjara asalkan mau diajak tidur.

Baca Juga : Janjikan Deposito Tinggi, Eks Teler Bank Tilap Rp1,28 Miliar

“Selama 2 minggu sampai 3 minggu dia merayu terus. Akhirnya saya mau karena saya pikir saya punya papa mau keluar. Jadi saya mau,” kata S dalam pengakuannya, Senin (18/10/2021).

Setelah memerkosa S kali pertama, Iptu IDGN tidak menepati janji membebaskan ayah S. Dia malah memberi S uang. Saat itu, Iptu IDGN berdalih uang tersebut untuk membantu ibu S memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aksi bejat Iptu IDGN tidak berhenti sampai di situ. Dia kembali memperkosa S kali kedua di hotel. Padahal, janji membebaskan ayah S tak kunjung dipenuhi.

“Dia kasih saya uang. Dan dia bilang ‘ini untuk mama kamu, bukan untuk membayar kamu, ini untuk membantu mama’. Dia bilang kasihan mama. Dia ajak lagi kedua kalinya. Dan ada chatnya. Harapan saya memang bisa mengeluarkan papaku,” ungkap S.

Baca Juga : Banyak Penggemar, Polisi “Koboi” Jacklyn Choppers Dimutasi

Kasus Pencurian Ternak

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Kombes Didik Supranoto, menyampaikan akan memeriksa S terkait pengakuannya dua kali diperkosa Iptu IDGN. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (18/10/2021). Didik juga mengatakan belum bisa memberikan banyak keterangan terkait kasus itu.

Namun, dia menuturkan penyidik sudah mengantongi video pengakuan korban. “Kebenaran video pengakuan korban, S, itu bisa dilihat setelah ada hasil pemeriksaan korban. Tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan korban. Yah tunggu saja dulu hasil pemeriksaan korban. Nanti hasilnya akan kami sampaikan secepat mungkin,” ucapnya.

Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, mengungkap salah satu anggotanya itu melakukan pendekatan terhadap S menggunakan bujuk rayu membebaskan ayah S dari penjara. Sebetulnya, lanjut Kapolda, kasus pencurian ternak dilakukan ayah S dengan dua orang temannya.

Baca Juga : Kapolri: Polisi Jahat Dipecat, Gak Pakai Lama!

Selain itu, ayah S dan rekannya ditahan di Polsek Parigi cukup lama. “Kalau ceritanya, ini awalnya kan tindak pidana yang dilakukan orangtua S, bertiga (bersama rekannya). Lalu orangtua S ditahan di situ. Sampai proses kejaksaan masih ditahan di situ. (Korban) sering ketemu Kapolsek. Akhirnya sering berhubungan dan Kapolsek melakukan kesalahan,” ujar Rudy dalam keterangannya di Parigi Moutong, Selasa (19/10/2021).


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Dukung Anies Capres 2024, Emak-Emak Sumut Gerilya via Medsos

Emak-emak Sumatra Utara itu gencar menyosialisasikan Anies Baswedan melalui berbagai media sosial (medsos).

Lolos Ujian, Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Banser

Tak berbeda dengan calon anggota lain, Erick Thohir juga menjalani sejumlah ujian yang cukup berat untuk menjadi anggota.

Pria di Bukittinggi Habisi Nyawa Selingkuhan Istri

Kapolresta Bukittinggi mengatakan pelaku mendapati istrinya berselingkuh dengan korban ketika pulang ke rumah.

Satu dari 15 Perempuan Usia 15 Tahun ke Atas Jadi Korban Kekerasan

Pemilihan rentang waktu tersebut untuk menghubungkan secara simbolis kekerasan terhadap perempuan dan hak asasi manusia. Kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi perempuan.

Nekat, Pria Guatemala Menyusup di Roda Pesawat Hingga ke AS

Seorang penumpang gelap asal Guatemala yang bersembunyi di bilik roda pendarat pesawat American Airlines yang terbang ke Miami, Florida, Amerika Serikat.

Perhatian! Indonesia Terlarang untuk Kunjungan Warga 8 Negara Ini

Jika ada orang asing yang pernah berkunjung ke negara-negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari ke belakang, maka di tempat pemeriksaan imigrasi akan langsung ditolak masuk Indonesia.

Pentolan KKB Papua Diringkus, Ini Deretan Kejahatannya

Kepala Satgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menyebutkan, Temius Magayang merupakan Komandan Operasi KKB XVI Wilayah Yahukimo sekaligus buronan sederet kasus pembunuhan.

Covid-19 Varian Omicron Muncul di Afrika, Sejumlah Negara Tutup Pintu

Sejumlah negara memperketat pembatasan perjalanan setelah virus corona Covid-19 varian baru diidentifikasi di kawasan Afrika selatan awal pekan ini.

Gamelan Memengaruhi Musik Barat Sejak Awal Abad XX

Pagodes dari Estampes pour Piano (1903), misalnya, menggunakan sistem pentatonik dan tempi bertingkat (semakin tinggi nada, semakin cepat suaranya; semakin rendah nadanya, semakin lambat suaranya) yang membangkitkan suara gamelan

Facebook Dominasi Sebaran Hoaks Soal Covid-19, Ini Datanya!

Facebook menjadi platform media sosial yang paling banyak digunakan untuk menyebar informasi tidak benar alias hoaks terkait Covid-19.

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Kasus Mutilasi Driver Ojol di Bekasi

Warga dihebohkan dengan kasus mutilasi yang korbannya ditemukan di tepi jalan Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Inisiatif Masjid Hijau Menggalang Komunitas Masjid Peduli Krisis Iklim

Aliansi Umat untuk Bumi atau Ummah for Earth bersama Greenpeace Timur Tengah dan Afrika Utara mengumumkan peluncuran inisiatif baru masjid hijau yang bertujuan mengurangi jejak karbon masjid.

Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi Driver Ojol di Bekasi

Tim gabungan Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi yang membuang jasad korbannya di tepi jalan.

Astaga! Pria Ini Tempelkan Kelamin di Buku Doa

Seorang pria di Bekasi, Jawa Barat, ditangkap polisi akibat dugaan penistaan agama yang dilakukan dengan cara menempelkan kelamin ke buku doa.

10 Berita Terpopuler: Jacksen Tiago ke Persis,

Ulasan tentang mantan Pelatih Persipura Jacksen Fereirra Tiago yang resmi bergabung ke Persis Solo menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (28/11/2021).