Begini Kronologi Rapat yang Berujung Penyiraman Air ke Ketua DPRD Humbahas

Keributan terjadi karena sejumlah anggota DPRD tidak setuju dia membuat keputusan tentang pembahasan P-APBD.

 Ilustrasi Wakil Rakyat
JIBI/Solopos

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Wakil Rakyat JIBI/Solopos

Solopos.com, MEDAN Rapat di DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara (Sumut), Senin (20/9/2021), berakhir ricuh. Ketua DPRD Humbahas, Ramses Lumban Gaol sampai disiram oleh sesama wakil rakyat.

Dirangkum detikcom, Rabu (22/9/2021), kericuhan itu terekam dalam video yang menjadi viral. Video menampakkan sejumlah anggota DPRD sedang melakukan rapat.

Rapat memanas ketika Ketua DPRD Humbahas, Ramses Lumban Gaol, mengetuk palu.

Baca Juga: Partai Gerindra Usulkan Pengangkatan 1 Juta PPPK Tanpa Tes 

Seorang anggota Dewan lantas berdiri mempertanyakan keputusan yang diambil Ketua DPRD Humbahas. Sejurus kemudian, sang anggota mendatangi Ketua DPRD Humbahas yang duduk di bagian depan.

Adu Mulut

“Kenapa diputuskan, kenapa diputuskan, saya ini anggota Dewan, kenapa diputuskan,” kata salah seorang anggota ke Ketua DPRD.

“Karena ada yang setuju,” jawab Ketua DPRD Humbahas. Seorang anggota DPRD lainnya datang mendekati ketua dan meminta keputusan itu dicabut.

“Cabut, cabut, cabut,” teriak anggota DPRD itu.

Tak hanya itu, anggota Dewan berbaju biru tersebut memukul meja dan menyiramkan air dari gelas ke ketua DPRD.

Setelahnya, sejumlah anggota Dewan terlibat adu mulut. Sementara sejumlah anggota lainnya mencoba menenangkan suasana.

Bahas Perubahan APBD

Ramses Lumban Gaol saat dimintai konfirmasi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (20/9/2021). Ramses mengatakan keributan terjadi saat pembahasan P-APBD.

“Rapat Banggar (Badan Anggaran), membahas KUA dan PPAS P-APBD,” ucap Ramses saat dimintai konfirmasi.

Ramses menyebut keributan terjadi karena sejumlah anggota DPRD tidak setuju dia membuat keputusan tentang pembahasan P-APBD.

Ramses juga membenarkan dirinya disiram saat rapat oleh Ketua Fraksi Golkar Humbahas.

Menyayangkan

“Nggak sepakat mereka itu dibahas, mereka minta P-APBD nggak usah dibahas. (Yang menyiram) dari Golkar. Ketua fraksi, Bantu Tambunan, yang nyiram itu,” jelas Ramses.

Ketua DPD Golkar Humbahas, Harry Marbun, menyayangkan peristiwa penyiraman itu.

Baca Juga: Ini Dia Duduk Perkara Surat Brigjen Junior kepada Kapolri yang Berujung Viral 

Harry menduga peristiwa itu terjadi karena anggota DPRD merasa hak bicara tidak diperhatikan Ketua DPRD.

“Yang pertama memang prihatin juga harus terjadi. Saya lihat memang ada hal yang mungkin, anggota DPRD Humbang Hasundutan, merasa hak mereka berbicara itu tidak diperhatikan,” ujar Harry saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/9/2021).

Tak Sesuai Aturan

Harry mengatakan anggota DPRD dari Fraksi Golkar menolak pembahasan P-APBD karena menilai ada proses yang tidak sesuai aturan.

Pembahasan P-APBD, katanya, dilakukan meski laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Humbahas belum dibahas.

“Dimulai dari prosedur persetujuan LKPJ Ini tidak diselesaikan dulu. Sehingga mereka merasa kok dibahas perubahan anggaran, padahal ada aturannya didahului LKPJ,” tutur Harry.

Tidak Berjalan

“Tahapan tidak berjalan, itu dipaksakan. Langsung diketuk begitu, mereka marah. Sebagian ada yang emosi jadi seperti itu, menyiram air,” tambahnya.

Harry menyebut pihaknya selalu mengingatkan anggota DPRD dari F-Golkar bekerja sesuai aturan.

Dia juga mengaku pihaknya siap menghadapi Ketua DPRD Humbahas yang membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Itu memang hak dari Ketua DPRD, kami hadapi. Karena memang mungkin sudah sampai di ubun-ubun amarah itu. Karena kan dari awal sudah begitu,” jelasnya.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Tertimbun Rumah Roboh di Jakarta Barat, Ibu-Bayi Meninggal Berpelukan

Seorang ibu bernama Ita, 40, dan bayinya yang berusia 4 bulan karena tertimbun reruntuhan rumah hingga meninggal dunia di Jakarta Barat.

10 Berita Terpopuler: Solo Tak Jadi Daerah Istimewa, 2 Teman Berkelahi

Ulasan tentang kenapa Kota Solo tidak menjadi daerah istimewa seperti Yogyakarta menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (24/10/2021) pagi.

Pasukan Siber dan Propaganda di Media Sosial Mengancam Demokrasi

Penelitian kolaboratif tentang pasukan siber dan kerja-kerja mereka ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan perdebatan publik mengenai dampak mobilisasi dan aktivitas mereka.

Solopos Hari Ini: Usulan Arus Bawah Versus Elite, Bunuh Teman Sendiri

Harian Solopos Hari Ini, Minggu (24/10/2021), mengangkat headline terkait deklarasi dukungan calon presiden (capres) 2024 dari arus bawah.

Sejarah Hari Ini : 24 Oktober 1929, Kehancuran Wall Street

Beraneka peristiwa yang terjadi pada 29 Oktober dari berbagai penjuru dunia terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Senin, Sukmawati Soekarnoputri Jalani Ritual Pindah Agama Hindu

Sukmawati Soekarnoputri bakal menjalani sejumlah ritual saat upacara Sudhi Wadani atau pindah ke agama Hindu di Kota Singaraja, Bali.

Posisi Berangkulan, Mayat Sejoli di Tasikmalaya Bikin Geger

Penemuan mayat sepasang lelaki dan perempuan atau sejoli di Tasikmalaya menggegerkan warga karena ditemukan dalam kondisi berangkulan.

Aktivitas Gunung Berapi Jadi Pemicu Rentetan Gempa Salatiga-Ambarawa?

Rentetan gempa atau gempa swarm terjadi di wilayah Kota Salatiga-Ambarawa sepanjang Sabtu (23/10/2021).

Aksi Mantan Kapolsek Parigi Terungkap dari Chat Mesra Lewat WA

Aksi mantan Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka kasus pencurian ternak, S, 20, sebanyak dua kali terungkap melalui chat mesra di WhatsApp.

Elektabilitas Ganjar Naik Terus, PDIP Malah Sebut Survei Bukan Patokan

Elektabilitas Ganjar Pranowo kini menyamai Prabowo Subianto menurut survei Litbang Kompas. PDIP menyebut pemimpin bangsa tidak ditentukan oleh survei.

Selain Dipecat, Kapolsek Parigi yang Lakukan Perkosaan Juga Dipidana

Kapolda Sulteng pastingan proses pidana Kapolsek Parigi yang memperkosa anak dari tersangka pencurian ternak jalan terus.

Buruan Daftar! Kemenaker Buka Beasiswa 1000 Talenta Santri

Kemenaker membuka pendaftaran Beasiswa 1000 Talenta Santri bagi santri di seluruh Indonesia dalam bentuk program pelatihan.

Sidik Pinjol yang Bikin Ibu Wonogiri Bunuh Diri, Bareskrim Sita Rp20 M

Bareskrim Polri menyita Rp20 miliar dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama yang diduga menaungi pinjol ilegal yang membuat ibu di Wonogiri bunuh diri.

Polisi Tangkap Bos Pinjol Pemicu IRT di Wonogiri Gantung Diri

Polisi menangkap bos perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan IRT di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah meninggal gantung diri karena tidak kuat menahan teror pinjol ilegal.

Anggotanya Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, meminta maaf kepada masyarakat buntut kasus Kapolsek Parigi yang memerkosa anak tersangka.

Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Dipecat Tidak Hormat

Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka diberhentikan secara tidak hormat setelah menjalani sidang kode etik, Sabtu (23/10/2021).