Tutup Iklan

Begini Kronologi Penangkapan Caleg Gerindra yang Hina Jokowi di Mapolda Jateng

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) menangkap calon anggota legislatif (caleg) Partai Gerindra, Maryanto, atas tuduhan menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Uniknya, caleg DPR pada Pemilu 2019 dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jateng asal Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, itu ditangkap saat berada di Halaman Masjid At Taqwa, kompleks Mapolda Jateng, Kota Semarang, Selasa (14/5/2019) lalu.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol. Moh Hendra Suhartiono, menyatakan jika penangkapan Maryanto sudah sesuai prosedur. Ia sudah lama diintai oleh tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jateng terkait dugaan menghina Presiden Jokowi di media sosial Facebook.

“Saya enggak tahu dia ada urusan apa ke Mapolda. Tapi, memang sudah lama kita lacak keberadaannya dan kebetulan saat itu berada di Mapolda, jadi kita ringkus sekalian,” ujar Hendra saat dijumpai Semarangpos.com di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (27/5/2019).

Hendra menjelaskan Maryanto memang sudah sejak lama menjadi target buruan Ditreskrimsus Polda Jateng. Namun, karena tersangka maju dalam kontestasi politik Pemilu 2019 pihak kepolisian pun berinisiatif menunda kasus itu.

“Kalau pengaduan kasus ini terjadi sejak November 2018. Tapi, karena ada kebijakan dari pusat, kalau yang menyangkut masalah pidana dan caleg ditangani setelah pemilu ya kita tunda. Baru kemarin, setelah pemilu selesai kita tuntaskan,” ujarnya.

Hendra mengklaim pihaknya telah menemukan ujaran kebencian kepada Jokowi yang diunggah Maryanto di Facebook, 25 November lalu. Dalam unggahan itu, Maryanto melakukan penghinaan dengan menuduh keluarga Jokowi terlibat organisasi terlarang.

“Dia itu cuma ambil kutipan-kutipan yang ada di Facebook. Salah satunya seperti menuduh ayah Jokowi terlibat PKI dan lain-lain,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Hendra, Maryanto ditahan di Mapolda Jateng untuk menjalani pemeriksaan atas kasus tersebut. Ia terancan hukuman penjara di atas lima tahun dan denda Rp1 miliar karena melanggar Pasal 28 ayat 2 UU No.19/2016 berikut perubahannya pada UU No.11/2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain terancam hukuman penjara dan denda, Maryanto juga dipastikan gagal duduk di kursi DPR dari Dapil V Jateng. Berdasarkan informasi yang dihimpun Semarangpos.com, tak ada caleg Partai Gerindra Dapil V Jateng yang lolos ke Senayan.

Terpisah Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, tak membantah jika Maryanto merupakan caleg dari partainya yang bertarung memperebutkan kursi ke Senayan. Meski demikian, ia tidak terlalu mengenal sosok Maryanto.

“Saya enggak kenal. Mungkin caleg dari pusat. Sekarang lagi musim penangkapan ya?’ ujar Sriyanto saat dihubungi Semarangpos.com, Minggu (26/5/2019).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

PSS Sleman Kalah, Kantor Manajemen Dibakar

Kantor Manajemen PSS Sleman atau Omah Sleman dibakar oleh orang tak dikenal saat PSS Sleman melakoni laga kontra Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo.

Peringati Hari Menanam Pohon, 25.000 Bibit Ditanam di Hutan Madiun

Hari Menanam Pohon diperingati warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), dengan menanam pohon di hutan yang kritis.

Libur Akhir Tahun, Pengelola TSTJ Solo Pasrah Ikuti Aturan Pemerintah

Pengelola objek wisata TSTJ Solo sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Ludivine Sagnier Bergabung dengan Serial Netflix Lupin

Dalam serial Netflix Lupin, Ludivine Sagnier berperan sebagai Claire

28 November Hari Dongeng Nasional, Sudahkah Anda Mendongeng untuk Anak?

Mumpung Hari Dongeng Nasional, ketahui sejumlah manfaat kegiatan ini bagi anak.

Pernah Bikin Es Krim dari BTS Meal, Kini Sisca Kohl Luncurkan Lagu Baru

Sisca Kohl coba merambah dunia tarik suara dengan meluncurkan lagu baru berjudul Mari Kita Coba.

Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Direvisi Luhut, Ini 11 Negara yang Warganya Dilarang Berkunjung

Tak berapa lama setelah pengumuman Ditjen Imigrasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan jumpa pers merevisi jumlah negara yang warganya dilarang berkunjung ke Indonesia.

Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Yamaha Gear 125 menaklukkan tanjakan dan kelokan di Selo, Boyolali, hingga Ketep Pass, Magelang, dalam city tour bersama vlogger, blogger, dan para jurnalis yang digelar Yamaha Putra Utama Motor Boyolali.

Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Capaian Vaksinasi Pelajar di Madiun 90%, Seluruh Sekolah Gelar PTM

Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun menyebut seluruh sekolah telah menggelar pembelajaran tatap muka menyusul capaian vaksinasi pelajar yang berada di angka 90%.

Dukung Anies Capres 2024, Emak-Emak Sumut Gerilya via Medsos

Emak-emak Sumatra Utara itu gencar menyosialisasikan Anies Baswedan melalui berbagai media sosial (medsos).

Lolos Ujian, Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Banser

Tak berbeda dengan calon anggota lain, Erick Thohir juga menjalani sejumlah ujian yang cukup berat untuk menjadi anggota.

Pria di Bukittinggi Habisi Nyawa Selingkuhan Istri

Kapolresta Bukittinggi mengatakan pelaku mendapati istrinya berselingkuh dengan korban ketika pulang ke rumah.

Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

Pembangunan Pasar Legi Solo sudah selesai 100%. Bangunan pasar rencananya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada akhir November 2021.