Bukit setinggi 200 meter di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Sabtu (1/4/2017), longsor. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Longsor di Ponorogo menimbun Desa Banaran.

Solopos.com, PONOROGO -- Bencana alam tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan bagi masyarakat Ponorogo. Hingga kini ada 27 orang yang dinyatakan hilang dalam bencana alam tersebut.

Bencana alam ini menjadi peristiwa yang tidak diduga oleh masyarakat. Karena saat itu, warga masih beraktivitas seperti biasa.

Informasi yang dihimpun Madiunpos.com di lapangan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (1/4/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu sekitar 10 orang berada di ladang yang ada di bukit desa setempat. (Baca: Warga Ponorogo Teriak Histeris)

Sepuluh warga tersebut sedang berada di ladang untuk memanen jahe yang memang ditanam warga. Saat memanen, tiba-tiba tanah di tebing tersebut ambrol dan menerjang sepuluh warga yang berada di lokasi tersebut.

Menurut kesaksian warga, sepuluh orang tersebut sempat lari untuk menyelamatkan diri. Namun, kecepatan tanah ternyata lebih cepat dan langsung menerjang dan menimbun mereka.

Material longsoran tersebut kemudian menerjang pemukiman warga di Dukuh Tangkil yang berada tepat di bawah bukit tersebut. Material longsoran dengan cepat menerjang pemukiman warga di Dukuh Krajan yang berada di sebelah Dukuh Tangkil.

Sebanyak 17 warga Dukuh Krajan yang ada di rumah pun tertimbun material longsoran.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten