Begini Kronologi Kecelakaan Maut Kalijambe Sragen Versi Polisi

Sebelum terjadi kecelakaan yang membuat pasutri meninggal dunia, bus Raya sempat menyenggol kendaraan tak dikenal.

 Dua korban tergeletak di kolong dan samping bus dalam kecelakaan lalu lintas di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di wilayah Desa Banaran, Kalijambe, Sragen, Rabu (14/9/2022). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Dua korban tergeletak di kolong dan samping bus dalam kecelakaan lalu lintas di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di wilayah Desa Banaran, Kalijambe, Sragen, Rabu (14/9/2022). (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN—Kecelakaan maut yang menyebabkan pasangan suami istri (pasutri) meninggal dunia di Kalijambe, Sragen, diduga melibatkan satu bus dan dua motor.

Dari hasil olah kejadian perkara yang dilakukan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen, sebelum benturan dengan motor yang dinaiki pasutri, bus Raya sempat menghindari motor tak dikenal di depannya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujiantoro saat dihubungi Solopos.com, Rabu (14/9/2022) malam, menjelaskan peristiwa kecelakaan itu terjadi pada pukul 16.20 WIB di Jalan Solo-Purwodadi km 15, tepatnya di Dukuh Pilangsari RT 008, Desa Banaran, Kalijambe, Sragen.

Ari menjelaskan Bus Raya berpelat nomor AD 7139 OG dikemudikan oleh S. Tardi, warga Wuryantoro, Wonogiri. Dia melanjutkan motor Honda Vario berpelat K 3251 YV dikemudikan Ahmad, warga Wonorejo, Kalijambe, bersama istrinya, Tatik, yang membonceng di belakang.

Baca Juga: Innalillahi, Pasutri Meninggal pada Kecelakaan Bus vs Motor di Kalijambe Sragen

“Semula Bus Raya berjalan dari arah utara ke selatan sedangkan motor Honda Vario berjalan dari arah berlawanan, yakni dari selatan ke utara. Setelah dekat dengan lokasi kejadian, pengemudi bus ini bermaksud mendahului motor tak dikenal di depannya. Diduga kurang memperhatikan situasi arus kendaraan dari arah berlawanan, sehingga pada jarak yang dekat pengemudi bus tidak dapat menguasai laju busnya dan akhirnya membentur Honda Vario yang berjalan dari arah berlawanan sehingga terjadi kecelakaan,” jelas Ari yang dibenarkan Kanit Gakkum Satlantas Polres Sragen, Ipda Irwan Marviyanto.

Ari menjelaskan akibat kecelakaan tersebut pengendara motor, Ahmad, warga Wonorejo, Kalijambe, Sragen, meninggal dunia dengan pendarahan hidung, luka di kepala belakang, kaki kiri patah, dan luka lainnya dan dilarikan ke RS Assalam Gemolong.

Dia melanjutkan pembonceng motor yang juga istri korban, Tatik, juga meninggal dunia dengan kondisi tangan patah, cedera kepala berat, dan pendarahan telinga sehingga juga dibawa ke RS Assalam Gemolong, Sragen.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Aman! Berawan Pagi hingga Malam

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini, Rabu (5/10/2022) diprediksi berawan sepanjang hari menurut BMKG.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022, Lebih Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022, Dominan Berawan

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Solo Rabu 5 Oktober: Berawan Sepanjang Hari dan Tidak Hujan

      Prakiraan cuaca Kota Solo pada Rabu (5/10/2022) ini menurut prakiraan cuaca dari BMKG akan berawan sepanjang dan tidak ada potensi hujan.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Berawan Sepanjang Hari

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Berawan Pagi-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Los Dol hingga Medot Janji, Denny Caknan Hibur 3.000 Penonton di Sekaten Solo

      Penyanyi asal Ngawi, Denny Caknan, sukses menghibur ribuan penonton lewat lagu-lagu andalannya di panggung hiburan Sekaten di Alkid Keraton Solo, Selasa (4/10/2022) malam.

      4 Oknum TNI-Polri Tertangkap Curi Kabel Telkom di Solo, Warganet: Ngisin-isini!

      Warganet dibuat geram dengan ulah empat anggota TNI-Polri yang terlibat komplotan tukang curi kabel Telkom di Solo.

      Jelang Muktamar Muhammadiyah di Solo, Pimpinan-Dosen UMS Dilarang Keluar Kota

      Rektor UMS Sofyan Anif melarang civitas akademika UMS khususnya pimpinan dan dosen untuk keluar kota menjelang pelaksanaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah.

      Secuil Cerita dari Mereka yang Memilih Seni Tradisi di Wonogiri

      Agus Subakir, 40, mendirikan Komunitas Janggleng di Desa Bulusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada 2009.