Begini Kondisi Korban Selamat dari Kecelakaan Maut di Balikpapan

Korban selamat dari kecelakaan maut di Jl. Soekarno-Hatta Kilometer 0, kawasan Turunan Rapak atau Turunan Kilo Balikpapan, Jumat (21/1/2022) mendapatkan perawatan intensif di 3 rumah sakit.

Newswire - Solopos.com
Jumat, 21 Januari 2022 - 20:13 WIB

SOLOPOS.COM - Warga mengamati sebuah mobil yang rusak akibat ditabrak truk tronton di Turunan Rapak, Balikpapan, Kaltim, Jumat (21/1/2022). Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan lima orang tewas. ANTARA FOTO/HO/Novi A/pras/nym.

Solopos.com, BALIKPAPAN — Kecelakaan maut di Jl. Soekarno-Hatta Kilometer 0, kawasan Turunan Rapak atau Turunan Kilo Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1/2022) pukul 06.15 WITA menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 1 orang kritis, 4 orang luka berat, dan 17 orang luka ringan.

Dilansir dari Antara, Jumat (21/1/2022), sejumlah korban selamat dari kecelakaan maut di Balikpapan itu mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit rujukan setempat, yakni RS Khanujoso, RSUD Beriman, dan RS Ibnu Sina.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman di Gunung Malang, Balikpapan, Kaltim menerima lima korban kecelakaan maut melibatkan truk tronton dengan 20 mobil dan motor di turunan Rapak, Balikpapan Utara itu.

Baca Juga : Innalillahi! Truk Tronton Tabrak 20 Mobil dan Motor, 5 Orang Meninggal

Truk tronton warna merah pelat nomor KT 8534 AJ terlibat kecelakaan dengan 6 kendaraan roda empat dan 14 kendaraan roda dua. Polisi menyebut truk tronton itu mengalami rem blong sehingga menyebabkan kecelakaan.

“Dua di antaranya meninggal dunia [di RSUD Beriman] dan sudah kami serahkan ke RS Kanujoso Djatiwibowo,” kata Direktur RSUD Beriman, dr CI Ratih Kusuma, Jumat.

RS Kanujoso atau RSKD merupakan rumah sakit rujukan yang dikelola Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Kemudian, lanjutnya, satu korban kecelakaan maut di Balikpapan sedang menjalani operasi karena mengalami patah tulang.

Baca Juga : Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Pengakuan Sopir Truk Tronton

Sekeluarga jadi Korban

Ratih juga menyampaikan bahwa dua korban lain kecelakaan maut di Balikpapan sedang dalam pemeriksaan intensif. “Dari hasil observasi [pemeriksaan] baru kami ambil tindakan yang perlu,” jelas Ratih.

Sementara itu, RSKD atau RS Kanujoso juga melakukan operasi terhadap satu orang korban kecelakaan maut di Balikpapan. Korban itu merupakan ayah dari AZ, anak kecil berusia 4 tahun. AZ beserta istri dan anaknya usia 4 tahun itu tengah berkendara dan menjadi korban kecelakaan maut di Balikpapan.

“Ibunya mengalami luka ringan, dirawat di RSUD Beriman,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Balikpapan, Ipda Iskandar Ilham di tempat terpisah.

Baca Juga : Polisi Sebut Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Balikpapan 4 Orang

AZ sempat dirawat di RS Ibnu Sina, rumah sakit yang berlokasi di depan tempat kejadian kecelakaan maut di Balikpapan tersebut.

Ilham menyatakan AZ mengalami trauma pascakecelakaan maut di Balikpapan itu. Saat ini, lanjutnya, AZ sudah boleh pulang dan dijemput keluarganya yang lain.

“Segera kami jadwalkan konseling untuk mengobati traumanya,” ungkap Ilham.

Kronologi Kecelakaan

Diberitakan sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim), Kombes Polisi Sony Irawan, mengatakan sopir truk tronton, Muhammad Ali, 48, warga Jalan Tanjung Pura, Balikpapan Kota sudah ditangkap dan ditahan di Polresta Balikpapan.

Baca Juga : Lokasi Kecelakaan Maut di Simpang Rapak Balikpapan Disebut-sebut Rawan

Sony mengutip keterangan sopir truk tronton yang menyampaikan bahwa truk tronton warna merah itu berangkat dari pul di Jl. Pulau Balang di KM 13 Soekarno-Hatta, Karang Joang, Balikpapan Utara pada Jumat pukul 05.00 WITA. Tujuan truk tronton itu Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Truk beroda 10 dengan kapasitas angkut 21 ton itu bermuatan kontainer 20 feet. Isi kontainer itu kapur pembersih air seberat 20 ton.

Ali memilih rute Jl. Soekarno-Hatta atau yang biasa disebut warga sebagai Kilo. Sampai di Kilo 0,5 atau depan Rajawali Foto, lokasi tersebut menjelang turunan panjang hingga lampu pengatur lalu lintas depan Bundaran Rapak, Ali menurunkan persneling dari 4 ke 3 dan mengurangi laju kendaraan.

Baca Juga : Kecelakaan Maut di Balikpapan, Ini Foto-Foto Kondisi Mobil Rusak Berat

Namun, tepat di depan Polres Balikpapan Utara, truk Ali kehilangan fungsi rem alias rem blong. Laju truk berkurang karena ditahan putaran mesin persneling rendah. Tetapi, truk tanpa rem itu melaju di jalan menurun. Kecepatan truk tak terkendali.

Truk menyeruduk belasan motor, mobil pikap, mobil pribadi, dan angkot yang berhenti di lampu lalu lintas depan Bundaran Rapak. “Seingat sopir tronton yang kali pertama dia tabrak pengendara sepeda motor,” ujar Sony.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif