Begini Kipran KH Syamsul Hadi Abdan di Pondok Gontor Ponorogo

Solopos.com, PONOROGO — Salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Syamsul Hadi Abdan, wafat pada Senin (11/5/2020). Kiai Syamsul meninggal dunia di di RSUD dr. Soedono Madiun setelah menderita penyumbatan pembuluh darah di kepala dan gangguan jantung.

Dikutip dari laman resmi Pondok Gontor, gontor.ac.id, Kiai Syamsul pada November 2019 sempat dirawat inap di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Kondisinya sempat membaik dan dapat kembali mengikuti aktivitas pondok seperti biasa.

Kepergian Kiai Syamsul ini tentu menyisakan duka mendalam bagi para santri, guru, alumni, dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.

Innalillahi, KH Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan Pondok Gontor Wafat

Kiai syamsul menjadi Pimpinan Pondok Gontor sejak tahun 2006. Ia menggantikan KH Imam Badri. Sebelumnya, kiai tersebut juga sempat menjabat sebagai Direktur Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) pada tahun 2002 hingga 2006.

Kiai yang lahir di Ponorogo pada 7 Januari 1944 itu lulus KMI Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1969. Kemudian menamatkan Sarjana Muda (BA) di Institus Pendidikan Darussalam Gontor pada 1974. Dia menyelesaikan Program Sarjana di Institut Studi Islam Darussalam pada 1994.

Selama 14 tahun memimpin Pondok Gontor bersama KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, Pondok Gontor mengalami kemajuan pesat. Antara lain pembukaan beberapa kampus baru, pendirian Universitas Darussalam Gontor, pembangunan Stadion Gontor, renovasi masjid dan pembangunan menara, serta pelaksanaan peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada 2016.

Gunakan Boneka Seks Jadi Penonton, Klub Sepak Bola Korsel Dikritik

Cukup Bekal

Kiai Syamsul juga juga rutin mengunjungi kampus-kampus Pondok Gontor, baik kampus putra maupun kampus putri di Jawa maupun di luar Jawa. Setiap berkunjung, dia selalu menyampaikan materi tentang sejarah Pondok Gontor secara detail dan menarik.

Kiai Syamsul meninggal dunia dalam usia 76 tahun dengan meninggalkan lima anak dan 15 cucu. Seusai dimakamkan, perwakilan dari Pondok Gontor, KH Akrim Mariyat menyampaikan apabila seorang manusia meninggal dunia maka akan terputus amalnya. Kecuali tiga hal yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.

“Dengan Hadits ini, maka Kiai Syamsul sudah memiliki ketiganya,” kata Kiai Akrim.

Sumber: madiunpos.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho