Begini Keseruan Fashion Show Iwapi Klaten
Model memeragakan karya desainer wanita asal Klaten saat digelar fashion show rangkaian Iwapi Show 2018 di Monumen Juang 45 Klaten, Minggu (9/12/2018).(Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Kabupaten Klaten menyimpan potensi besar di bidang fashion, seperti dipertunjukkan dalam fashion show yang digelar Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Klaten, Minggu (9/12) malam. Karya 15 desainer asal Kabupaten Bersinar ditampilkan para model di pendapa Monumen Juang 45 Klaten yang disulap menjadi panggung peragaan busana.

Para desainer itu adalah Talitha Chandra, Erlin, Isnaini Hidayati, Astrid Ediati, Mimi Siska, Erwina Ali, Setyowati, Putri Isna Septiani, Melati Soedjarwo, Nova Sa'diah, Khori Wdianti, Jumila Mila Mili, Eni, Rani Prasojo, dan Lissa Dewi. Kebanyakan busana yang ditampilkan berbahan kain lurik dan batik.

Misalkan saja busana karya Astrid Ediati yang mengangkat tema Pesona Candi Plaosan. Busana yang ia tampilkan berbahan dasar kain lurik warna hitam dan putih dipadukan motif bunga berwarna merah muda serta tenun ikat. Para model yang memeragakan karyanya tampil unik dengan mengenakan aksesori caping lukis. Desainer lainnya, Rani Prasojo, mengangkat tema Terpikat Lurik. Ia menampilkan busana bermotif lurik klasik dikombinasi tenun ikat. Rani juga menampilkan salah satu karyanya yakni koper berbahan kain.

Para desainer itu sudah berpengalaman mengikuti ajang peragaan busana di berbagai daerah. Astrid misalnya bahkan pernah mengikuti ajang fashion show di Doha, Qatar, pada 2016 silam. Saat itu, pemilik Britha Fashion Studio tersebut mendapat undangan dari Kementerian Pariwisata untuk mengikuti ajang promosi wisata di Qatar.

“Luar biasa melihat antusiasme warga yang datang malam ini. Ternyata selama ini desainer asal Klaten tidak punya wadah di Klaten. Ketika satu demi satu kami ajak mengikuti fashion show ini semua langsung berminat,” kata Astrid, 52, yang juga menjadi salah satu panitia acara tersebut.

Begitu pula dengan Rani Prasojo, 36. Setahun terakhir, pemilik Lurik Pedan Prasojo itu kerap menampilkan karyanya di berbagai daerah seperti Jogja, Solo, serta Jakarta. Karyanya pun pernah diikutkan dalam ajang fashion show di Ottawa, Kanada pada 2017. “Ini baru kali pertama tampil di Klaten,” kata dia.

Ketua Iwapi Klaten, Erwina Kusmarini, mengatakan dalam acara ini para desainer diminta menggunakan bahan kain lurik dan batik. “Harus ada ciri khas asli Klaten. Lurik dan batik itu kan bagian dari kerajinan Klaten. Harapan kami dengan menampilkan itu lurik dan batik bisa semakin menasional,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom