Begini Kata Tim Pemenangan Gibran dan Teguh Soal Penundaan Pilkada 2020
Gibran-Teguh naik sepeda ke Kantor KPU Solo, Jumat (4/9/2020). (Solopos.com-Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Tim Pemenangan Pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa menilai penundaan pilkada 2020 akan berdampak luas. Dampak tersebut khususnya bagi partai politik.

Hal itu merespons makin banyaknya pihak yang menyuarakan penundaan pilkada. Sejauh ini, Tim Pemenangan Gibran dan Teguh tetap bersiap diri untuk menghadapi Pilkada Solo pada 9 Desember 2020.

Mereka menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap aktivitas politik. Pernyataan itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa, Putut Gunawan, Selasa (22/9/2020).

Bikin Jalan Sempit, Kerangka di 40 Makam TPU Bonoloyo Solo Akhirnya Dipindah

“Kami tetap persiapkan dengan mengikuti protokol kesehatan. Ihwal usulan penundaan pilkada, kalau kami kan hanya melaksanakan. Mau jalan ya jalan, ditunda ya mau apa lagi. Segala persiapan tetap dilakukan karena kami asumsikan tak ditunda,” ujar dia.

Putut menjelaskan penundaan Pilkada 2020 akan berdampak besar terhadap partai politik (parpol) dan bangsa Indonesia. Hal itu karena bila Pilkada 2020 ditunda, otomatis jarak atau masa jabatan hingga digelarnya Pilkada serentak 2024 akan semakin dekat.

Kisah Tenaga Kesehatan Sragen: Sembuh dari Covid-19, Tapi Perjuangan Belum Berakhir…

Masa Jabatan Bisa Tak Sampai 4 Tahun

“Kondisi itu tentu akan menimbulkan apatisme bagi para calon maupun pemilihnya. Contoh saja, bila Pilkada Solo 2020 tidak ditunda, masa jabatan pejabat terpilih hanya empat tahun. Kalau pilkada ditunda masa jabatannya tak sampai empat tahun,” kata Ketua Tim Pemenangan Gibran dan Teguh ini.

Kondisi itu terjadi karena agenda Pemilu serentak 2024 merupakan amanat undang-undang (UU). “Nah ini yang jadi problem bersama. Bagi parpol ya mosok tiga tahun sekali pemilu. Ya boros, ya lelah lah, jadi tidak produktif bekerja,” urai dia.

Arkeolog Mesir Temukan Peti Mati Kuno Terpendam 2500 Tahun di Kuburan Saqqara

Sedangkan mengenai ancaman tingkat paritisipasi yang rendah dalam Pilkada 2020 karena digelar di tengah pandemi Covid-19, menurut Putut, masih bisa disiasati. Caranya dengan gencar melakukan sosialisasi dan ajakan untuk berpartisipasi dalam pilkada.

Tim Pemenangan Gibran dan Teguh yakini dengan begitu pemilih mau datang ke TPS untuk menyalurkan hak suara mereka. “Untuk menjaga tingkat partisipasi pemilih ya sosialisasi seluas-luasnya. Agar masyarakat mau mencoblos. Kecuali yang memang memilih untuk tak memilih,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom