Tutup Iklan
Choirul Huda (istimewa)

Solopos.com, MADIUN - Persis Solo tak ingin hanyut dalam kekalahan usia dipermalukan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, dengan skor 1-0 pada laga Liga 2 Indonesia wilayah timur, Jumat (6/9/2019) sore. Mereka langsung mempersiapkan diri menghadapi laga tandang selanjutnya melawan Martapura FC.

Para pemain Laskar Sambernyawa telah tiba di mes pemain di Kota Madiun pada Sabtu (7/9/2019) siang WIB. Mereka dijadwalkan mengikuti recovery training pada Sabtu sore untuk mengembalikan kondisi fisik.

Asa untuk lolos ke babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2019 masih membuncah. Kekalahan melawan Persik justru menjadi cambuk untuk memperbaiki kekurangan tim demi memenangkan laga-laga selanjutnya.

Pelatih Kepala Persis, Choirul Huda, mengungkapkan terlepas dari absennya lima pemain inti, Persis sebenarnya telah mempersiapkan tim untuk meredam kelebihan Persik. Ia menilai pemain telah berjuang semaksimal mungkin.

“Prediksi kami atas pola permainan Persik sebenarnya sudah tepat. Lini tengah mereka kuat, terutama pressure agresif. Itu sebenarnya sudah kami antisipasi. Tapi anak-anak terkendala finishing,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Choirul membeberkan, ia menginstruksikan para pemain untuk minimal menahan imbang Persik di babak I. Rencananya, pada babak kedua, dengan pergantian pemain, Persis akan mencetak gol kemenangan.

“Tapi, pada akhir babak I kami kecolongan. Itu karena pemain kurang fokus. Sebenarnya striker Persik jarang dapat bola yang membahayakan kami. Tapi saat itu, ada satu striker yang lolos dari dua pemain belakang kami. Inilah pertandingan super ketat. Pemain harus fokus dan konsentrasi,” papar mantan asisten pelatih Perseru Serui tersebut.

Namun, ia tak ingin berada dalam sesal terlalu lama. Ia langsung mempersiapkan tim menuju laga tandang ke Martapura, Kalimantan Selatan. Hanya, sejumlah pemain kemungkinan belum bisa bergabung seperti Slamet Budiono yang masih didera cedera.

“Slamet masih terapi di Solo. Hapidin sore ini kemungkinan bsa ikut latihan. Masalahnya, setelah lawan Persiba, ia tak ikut latihan karena kondisinya. Kiper Sendri Johansah belum saya ketahui secara pasti kondisinya. Tapi sore ini ia juga akan bergabung,” terangnya.

Salah satu pelajaran berharga dalam kekalahan melawan Persik akan diterapkan lawan Martapura. Pada laga Jumat sore, Iman Budi Hernandi dkk., kurang cepat melakukan transisi menyerang.

“Jadi kalau Persik menyerang lalu kami merebut bola, anak-anak tidak cepat transisinya. Jadi terlambat naik ke daerah lawan. Lalu mereka akhirnya dapat tekanan dari Persik sehingga momentum untuk counter attack hilang. Satu-satunya tim yang bisa memanfaatkan hal semacam itu hanya Persewar Waropen. Mereka menang atas Persik dengan model transisi menyerang yang cepat.” 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten