Begini Dalih Istri Pengedar Narkoba di Jepara Keroyok Polisi

Begini alasan istri pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Jepara keroyok polisi yang tangkap suaminya.

 Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. (Freepik.com)

Solopos.com, JEPARA — Dua aparat polisi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), dikeroyok beberapa orang saat tengah menangkap pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlongo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng). Pelaku pengeroyokan itu tak lain adalah anggota keluarga pengedar sabu-sabu yang hendak ditangkap, yang terdiri dari istri, dua anak, dan adik ipar tersangka.

Penyerangan atau pengeroyonkan yang menimpa dua aparat polisi di Jepara itu terjadi pada Jumat (6/5/2022) sore. Saat itu dua polisi anggota Satresnarkoba Polres Jepara sedang menyelidiki tersangka S yang merupakan residivis kasus narkoba dalam peredaran sabu-sabu di Jepara. Polisi saat itu bahkan sudah menangkap S dan mengikat dengan kabel ties.

PromosiJejak Cuan Film Nasional

Namun saat melakukan penggeledahan di kediaman S, polisi tiba-tiba diserang oleh keluarga S yang terdiri dari M, 50, yang merupakan istri S, AN, 22, dan AM, 18, yang merupakan anak tersangka, dan DT, 24, yang tak lain adalah adik S.

Akibat aksi pengeroyokan itu, S yang sudah diringkus pun akhirnya kabur. Bahkan, hingga kini polisi belum mampu meringkus S setelah melarikan diri dari rumahnya.

Istri S, M, mengaku bertindak spontan melakukan penyerangan terhadap aparat polisi. Ia mengaku tidak berniat menyerang polisi yang tengah menangkap suaminya karena diduga kembali terlibat bisnis haram narkoba.

Baca juga: Waduh! Gerebek Pengedar Narkoba, Polisi di Jepara Malah Dikeroyok

“Saya spontan saja waktu itu. Saya tidak bermaksud [menyerang petugas],” ujar M saat dihadirkan pada konferensi pers di Mapolres Jepara, Jumat (13/5/2022).

Kala itu, M memang langsung menyerang polisi yang meringkus suaminya. Namun, ia mengaku tidak memerintahkan anak-anak maupun adiknya untuk ikut membantu menyerang polisi hingga mengalami luka-luka.

“Saya menarik bajunya pak polisi waktu di luar rumah,” imbuh M.

Baca juga: Wow! Ada Wabah PMK, Harga Hewan Ternak di Jepara Malah Naik

M mengaku saat polisi menangkap suaminya, ia baru datang dari Benteng Portugis di Kecamatan Donorojo. Mereka pun langsung melakukan penyerangan kepada polisi dengan menggunakan kayu tongkat dan tangan kosong. Tak hanya menyerang polisi, keluarga pengedar sabu-sabu di Jepara ini juga merusak mobil yang dikendarai petugas dengan menggunakan batu.

Atas perbuatan itu, M dan dua anak serta adiknya pun dijerat dengan Pasal 214 KUHP atau Pasal 213 KUHP juncto Pasal 211 KUHP jo Pasal 212 KUHP tentang kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas. Ancamannya, hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Sumber: Murianews.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

+ PLUS Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

Koalisi organisasi perlindungan hewan Act for Farmed Animals bersama Open Wing Alliance menyelenggarakan protes massal menuntut McDonald’s Asia menghentikan penggunaan telur ayam dari kandang baterai.

Berita Terkini

Cegah Kecelakaan, Objek Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mendesak pemerintah segera membuat kebijakan yang mewajibkan tempat wisata menyediakan tempat istirahat bagi sopir bus pariwisata.

Rob Mulai Surut, Truk Antre Masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Banjir rob yang melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sudah mulai surut pada Jumat (27/5/2022).

Ganjar Ikut Salati Jenazah Buya Syafii Maarif

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, hadir secara langsung ke Kota Jogja untuk melayat jenazah mantan Ketua PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif.

Jejak Harimau di Banjarnegara Misterius, Ini Hasil Penelusuran BKSDA

Berikut hasil penelusuran BKSDA Jawa Tengah (Jateng) terkait kabar kemunculan harimau di kawasan perkebunan di dekat permukiman warga desa di Banjarnegara.

Asl-Usul Cilacap, Bekas Kekuasaan Pajajaran & Mataram Islam

Asal-usul Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah memiliki kisah sejarah yang unik.

Hampir Seluruh Pantura Jawa Tengah Tergenang Rob, Pati Paling Parah!

Kabupaten Pati disebut sebagai wilayah yang terdampak banjir rob paling parah di pesisir pantura Jawa Tengah.

Momok Sejak 1990, Ini Penyebab Utama Banjir Rob di Semarang

Penyebab banjir rob di Semarang menjadi momok yang telah diperingatkan para akademisi sejak 1990.

Pasar Kelet Jepara Kebakaran, 4 Kios Ludes Terbakar

Pasar Kelet yang ada di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengalami kebakaran.

Menteri PUPR: Cepat Tutup Tanggul Jebol di Semarang Pakai Karung Pasir!

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memerintahkan agar tanggul yang jebol di Semarang lekas ditutup memakai karung pasir terlebih dahulu.

Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Truk di Alas Roban Batang

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Jalan Lingkar Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022) siang.

Tabrakan Karambol 4 Truk di Alas Roban, 1 Meninggal

Tabrakan karambol yang melibatkan empat truk terjadi di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jateng, Kamis (26/5/2022).

BKSDA Jateng Sebut Jejak Satwa Liar di Banjarnegara Bukan Tapak Harimau

Warga di Desa Penawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menemukan jejak satwa liar di area persawahan dan kebun sekitar hutan Jlegong desa setempat.

Cegah Air Masuk, Pembangunan Tanggul Darurat di Tanjung Emas Dikebut

Pembangunan tanggul laut darurat di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dikebut.

Ngeri! Begini Kronologi Penganiayaan Hingga Korban Tewas di Jepara

Begini kronolohi kejadian sekelompok warga menganiaya tiga pemuda hingga akhirnya satu korban meninggal dunia.

Banjir Rob, 4 Kapal Batal Bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Empat kapal gagal bongkar muat di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, karena banjir rob yang menggenangi kawasan itu.