Suroso,92, menunjukkan uang palsu yang didapatnya dari pembeli rokok di Badran, Pucangsawit, Kecamatan Jebres pada Selasa (14/5/2019) pagi. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Seorang kakek penjual rokok di pinggir Jl. Ir. Juanda, Pucangsawit, Jebres, Solo, Suroso, menjadi korban penipuan menggunakan uang palsu, Selasa (14/5/2019).

Awalnya, Suroso yang sudah berusia 92 tahun tak tahu uang senilai Rp400.000 yang dibayarkan pembeli rokoknya ternyata palsu. Dia tahu dari Mulyono, seorang penjual buah-buahan yang membuka dhasaran beberapa meter dari gerobak Suroso.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, pagi itu seperti biasa Suroso berjualan rokok dan makanan kecil di gerobak kayu berwarna biru di pinggir Jl. Juanda, Badran RT 006/RW 010, Pucangsawit, Jebres.

Dia dan istrinya, Marjinem, 83, baru dua tahun berjualan rokok dan beberapa makanan kecil menggunakan gerobak berukuran 2 meter x 0,5 meter di tempat itu. Modalnya ia dapat dari menjual perhiasan Marjinem dan bantuan dari dermawan.

Sesaat setelah membuka dhasaran, seorang lelaki muda turun dari mobil yang berhenti di dekat gerobak Suroso. Lelaki itu tak sendiri karena ada seorang lelaki dan perempuan yang tetap berada di mobil.

Lelaki muda itu membeli 14 bungkus rokok seharga Rp240.000 yang dibayar dengan uang Rp300.000. Suroso memberikan uang kembalian Rp60.000 namun ditolak dengan alasan sebagai penglaris.

Pembeli itu kemudian memberi Suroso uang pecahan Rp100.000 untuk ditukar dengan pecahan yang lebih kecil. Tanpa curiga Suroso memberi uang Rp100.000 dalam pecahan lebih kecil kepada lelaki itu.

Dengan demikian, uang yang diterima Suroso dari pembeli rokok itu totalnya Rp400.000. Dengan hati senang, Suroso bercerita kepada penjual buah-buahan, Mulyono, 47, yang mulai menata dagangannya beberapa meter dari gerobak Suroso.

Namun Mulyono yang curiga kemudian meminta izin Suroso untuk memperlihatkan uang Rp400.000 dari pembeli rokok itu. Mulyono lantas mengecek uang itu. Ia melihat uang Rp400.000 itu berbeda dibanding uang asli. Dia mengecek warna, logo BI, dan garis pengaman uang itu.

Warna uang yang diterima Suroso cenderung buram, logo BI rusak, dan garis pengaman dari teknik sablon yang tidak sempurna. Bahkan, ketika diterawang pun tidak ada logo gambar pahlawannya.

Ketika dipegang hanya seperti memegang kertas pada umumnya. Alangkah terkejutnya, Suroso, ketika Mulyono mengatakan uang itu palsu. “Ini uangnya, saya tidak tahu ini palsu. Saya percaya saja,” ujarnya sambil menunjukkan uang itu kepada Solopos.com

Beberapa saat kemudian, anggota Polsek Jebres datang ke lokasi berjualan Suroso untuk mengecek kejadian itu. Polisi memastikan uang Rp400.000 yang didapat Suroso pagi itu memang palsu. Kapolsek Jebres Kompol Juliana lantas mengajak Suroso ke Mapolsek Jebres untuk membuat laporan resmi.

Kapolsek juga memberikan uang Rp400.000 asli untuk menggantikan uang palsu Suroso. Kompol Juliana merasa kasihan dengan pedagang tua itu.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten