Begini Cara Warga Jambeyan Sragen Sambut HUT RI

ada enam pencinta alam mengajak tiga anak untuk bertadabur alam dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan pada malam menjelang HUT RI di Bukit Tuk Kungkung

 Para pecinta alam menggelar camping bersama di atas Bukit Tuk Kungkung sejak Selasa (16/8/2022) malam hingga Rabu (17/8/2022) pagi di wilayah Dukuh Sunggingan RT 011, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen. (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Para pecinta alam menggelar camping bersama di atas Bukit Tuk Kungkung sejak Selasa (16/8/2022) malam hingga Rabu (17/8/2022) pagi di wilayah Dukuh Sunggingan RT 011, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen. (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN—Hampir seluruh warga di Bumi Sukowati menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI yang jatuh pada Rabu (17/8/2022) dengan menggelar tirakatan.

Para warga menggelar tirakatan jelang HUT RI dengan bancakan nasi tumpeng di simpang empat atau di jalan serta ada yang bermalam di puncak bukit seperti yang dilakukan para pecinta alam Sragen di salah satu bukit di wilayah Desa 1.000 Bukit Jambeyan, Sambirejo, Sragen, Selasa (16/8/2022) malam.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Setidaknya ada enam pencinta alam mengajak tiga anak untuk bertadabur alam dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan pada malam menjelang HUT RI di Bukit Tuk Kungkung yang terletak di Dukuh Sunggingan RT 011, Desa Jambeyan, Sambirejo, Selasa malam. Mereka mendirikan empat tenda dan memanggang ayam bersama sambil berjaga sepanjang malam.

Di bukit setinggi sekitar 400 meter di atas permukaan laut itu cukup dekat dengan permukiman, yakni sekitar 500 meter. Dengan medan yang tidak begitu ekstrem sehingga anak-anak pun bisa menaiki bukit itu tanpa mengeluh kecapaian.

Di puncak bukit itu ada hamparan sepanjang 150 meter dengan lebar sekitar 10-20 meter dengan tumbuhan rumput ilalang cukup bisa digunakan untuk lokasi camping.

Saat malam hari di puncak bukit itu bisa menikmati pemandangan gemerlap lampu Kota Sragen, Kota Kecamatan Sambirejo, hingga deretan lampu di permukiman di kaki Gunung Lawu.

Bahkan air Waduk Gebyar yang terletak di Dukuh Bayut, Jambeyan, pun terlihat memantulkan sinar lampu jalan di pinggiran waduk.

Seorang pemuda asal Dukuh Sunggingan RT 011, Desa Jambeyan, Sugiyono, 44, menginisiasi bukit itu sebagai lokasi camping ground untuk siapa pun. Bahkan dia berencana mengusulkan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Jambeyan agar ada fasilitas pendukung ke lokasi itu, seperti lampu dengan tenaga surya dan toilet.

“Dari atas bukit itu pemandangannya sungguh indah. Gunung Lawu terlihat jelas, Kota Sragen gemerlap di malam hari, dan Waduk Gebyar juga tampak bagus. Dari tempat itu pula bisa melihat deretan perbukitan yang masing-masing bukit memiliki nama karena Jambeyan ini dikenal sebagai Desa 1.000 bukit. Salah satunya bukit yang dikenal dengan nama Gunung Lirliran yang konon ceritanya sebagai makam putra Raja Majapahit, Raden Aryo Bangsal atau tenar dengan sebutan Jaka Buduk,” ujar Sugiyono saat berbincang dengan Espos di Jambeyan, Sambirejo, Sragen, Rabu (17/8/2022).

Dia menerangkan selain Gunung Lirliran juga bisa dilihat Bukit Cinta, Gunung Kepoh, Gunung Bonjambu, Gunung Kuneci, Gunung Pondok, Gunung Kukusan, Gunung Sari, Gunung Semut, Bukit Bodangan, dan sejumlah perbukitan lainnya.

“Tempat ini digunakan sebagai camping groud sejak dua tahun terakhir. Yang pernah camping di sini ada yang dari Masaran, Kedawung, Gondang, dan warga seputaran Jambeyan,” jelas Sugiyono.

Sementara, warga di Dukuh Wonorejo RT 009, Desa Sepat, Masaran, Sragen, menggelar bancakan dan makan bersama sepanjang 300 meter disambung dari para santri pondok pesantren setempat sepanjang 100 meter pada Selasa malam.

Ketua RT 009, Wonorejo, Sepat, Achyar Supriyadi, menyampaikan makan bersama sepanjang jalan sampai 400 meter itu merupakan kegiatan tirakatan tasyakuran rutin malam menjelang HUT RI setiap tahunnya. Dia mengatakan kegiatan tersebut sudah berjalan selama tiga tahun terakhir.

“Di lingkungan RT 009 ini ada 90 kepala keluarga yang rata-rata jumlah penduduknya 4-7 orang per KK. Mereka keluar semua untuk tirakatan syukuran dan doa bersama semoga ke depan lebih baik. Dalam kegiatan itu ada sebanyak 17 tumpeng, delapan buah nasi golong, dan 45 butir terlur. Jumlahnya sesuai dengan tanggal, bulan, dan tahun kemerdekaan RI,” ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Diresmikan 17 November, Utusan Presiden UEA Cek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

      Utusan dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) dalam waktu dekat akan datang mengecek progres pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, sebelum diresmikan 17 November nanti.

      Lengkap dan Nyaman, Ini Daftar Hotel di Dekat Stasiun Gawok Sukoharjo

      Rincian hotel yang berada di dekat Stasiun Gawok, Sukoharjo.

      Omzet Anjlok, Pemilik Toko Dekat Jembatan Mojo Solo Ingin Proyek Cepat Kelar

      Kalangan pemilik toko di Jl Kyai Mojo mengeluhkan omzet turun drastis sejak Jembatan Mojo, Solo, ditutup untuk perbaikan, Senin (26/9/2022) lalu.

      Upaya Diversifikasi Pangan, DPRD Boyolali Dukung Selodoko Jadi Sentra Alpukat

      DPRD Boyolali mengapresiasi program diversifikasi pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, lewat penanaman alpukat kalibening.

      8 Tujuan Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes Bersama di Wonogiri

      Kabupaten Wonogiri memiliki 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama hingga sekarang.

      Kaum Hawa Karanganyar Didorong Punya Konstribusi Nyata di Politik

      KPU dan Bawaslu Karanganyar mendorong perempuan di Bumi Intanpari mengambil lebih banyak peran dana dunia politik.

      Fraksi PDIP Perjuangkan Ada Anggaran dari APBD Solo 2023 untuk Masjid Sriwedari

      Fraksi PDIP DPRD Solo akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari pada APBD 2023.

      Cek! Cara Legal Beli BBM Bersubsidi Pakai Jeriken di Sragen

      Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken diperbolehkan untuk sejumlah kalangan dengan syarat tertentu. Cek di sini caranya.

      Soto Gunting Klaten, Pembeli Leluasa Potong Jeroan dan Daging sesuai Selera

      Soto Gunting Pak Randi menjadi salah satu menu soto yang terkenal di sepanjang jalan raya Solo-Jogja.

      Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Besok Masjid Agung Solo Adakan Salat Gaib

      Masjid Agung Solo akan mengadakan Salat Gaib berjamaah yang ditujukan bagi para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, setelah Salat Jumat, siang ini.

      Rest Area Candi Sukuh Karanganyar Mangkrak 3 Tahun

      Sejak selesai dibangun pada 2019, rest area di kawasan wisata Candi Sukuh, Karanganyar belum pernah digunakan. Padahal proyek pembangunannya menelan dana hingga Rp2 miliar.

      Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

      Nama anak FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, masuk bakal daftar caleg sementara DPRD Kota Solo 2024 dari hasil penjaringan PAC PDIP Jebres.

      BLT Sapu Jagat Belum Cair, Bupati Karanganyar Minta Warga Bersabar

      Bupati Karanganyar meminta warga bersabar menunggu pencairan BLT sapu jagat yang saat ini masih pendataan calon penerima. Menurutnya perlu kehati-hatian dalam pendataan agar tidak ada doble penerima.

      Kurang dari 24 Jam, Polres Sukoharjo Berhasil Tangkap Pembobol Rumah di Grogol

      Polres Sukoharjo berhasil menangkap pembobol rumah kosong di Perumahan Baiti Jannati, No. A 29, Pandeyan, Grogol, dalam waktu kurang dari 24 jam.

      Terus Bertambah, Kini Ada 181 Nama Warga Wonogiri yang Dicatut Parpol

      Kasus pencatutan nama warga Wonogiri sebagai anggota partai politik (parpol) terus bertambah.