Jemaah menunaikan Salat Istisqa di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Jumat (4/10/2019). (Istimewa/Humas Setda Wonogiri)

Solopos.com, SOLO – Kemarau panjang membuat persediaan air untuk minum dan pengairan lahan berkurang. Saat kemarau panjang, umat Islam disarankan berdoa meminta hujan kepada Allah dengan salat istisqa.

Istisqa secara bahasa artinya meminta siraman berupa air minum atau air hujan. Sedangkan secara istilah syariat berarti permintaan hujan oleh seorang hamba kepada Allah.

Salat istisqa disyariatkan ketika putusnya air hujan atau minimnya sumber air, semisal karena kemarau panjang. Hukum salat istiswa adalah sunah muakad atau sunah yang sangat dianjurkan.

Dikutip dari laman NU, Senin (7/10/2019), salat istisqa dianjurkan dilakukan secara berjemaah. Caranya sama dengan salat idulfitri dan iduladha. Yakni dua rakaat dengan niat salat istisqa.

Niat salat istisqa
Niat salat istisqa

Setelah takbir pada rakaat pertama membaca takbir sebanyak tujuh kali sebelum Al Fatihah. Sementara pada rakaat kedua disunahkan membaca takbir sebanyak lima kali.

Setelah itu disarankan melaksanakan dua khotbah seperti pada hari raya. Namun, khotbah diawali dengan pembacaan istigfar. Salat sunah ini umumnya dilakukan di siang hari saat matahari sedang terik. Selanjutnya disunahkan untuk berdoa meminta hujan seperti berikut ini:

Doa minta hujan
Doa minta hujan

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten