Begini Cara Perhutani Upayakan Wisata Alam di Karanganyar Aman Dikunjungi
Tahura Karanganyar. (Solopos/Mariyana Ricky)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Objek wisata alam di Karanganyar selalu ramai dikunjungi pelancong setiap akhir pekan maupun musim liburan.

Meski dianggap lebih aman dikunjungi, Perum Perhutani Solo selaku salah satu pengelola objek wisata di Karanganyar menerapkan beberapa cara untuk mengupayakan keamanan pengunjung. Hal ini dilakukan mengingat kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir.

Administratur Muda Perum Perhutani KPH Surakarta, Sugi Purwanta, mengatakan pembukaan objek wisata alam di Karanganyar dilakukan berdasarkan hasil diskusi dengan Bupati. Selain mengurangi kerumunan, pembukaan kawasan wisata diharapkan berdampak baik bagi sektor lainnya, salah satunya ekonomi.

"Kami membuka objek wisata berdasarkan hasil diskusi dengan Bupati selaku Ketua Satgas Covid-19 di Karanganyar. Pertimbangannya daripada warga berjubel di sekitar Cemara Kandang, akan lebih baik kalau objek wisata dibuka dengan sederet aturan ketat," jelas Sugi Purwanta.

Diawali Suara Ledakan, Begini Kronologi Kebakaran Pabrik di Kalijambe Sragen

Pihak Perum Perhutani pun tidak main-main dalam mengupayakan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Sugi Purwanta tidak bisa memastikan apakah objek wisata tersebut benar-benar aman. Namun, pihaknya senantiasa berupaya memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

"Kami selaku pengelola wisata tidak main-main. Tapi kami tidak memberikan jaminan. Kami melakukan segala upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan catatan semua menerapkan protokol kesehatan. Kami berupaya menghadirkan objek wisata alam yang aman dan nyaman bagi pengunjung," sambung Sugi Purwanta.

Buntut Kasus Pembunuhan Yulia di Sukoharjo: 1 Pelaku Ditangkap, Masih Ada yang Lain?

Adapun upaya yang dilakukan adalah membatasi jumlah pengunjung serta melakukan pengecekan terkait penerapan protokol kesehatan.

"Kami berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di tempat wisata," tandasnya.

Sugi Purwanta menambahkan, kemungkinan munculnya klaster Covid-19 bisa dicegah jika masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Semuanya kita kembalikan kepada masyarakat. Kami selalu mengimbau baik secara langsung maupun melalui papan peringatan untuk menaati protokol kesehatan," pungkasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom