Begini Cara Perawatan Pasien Positif Covid-19 Omicron di Rumah

Agar pasien positif Omicron dapat menjalani isoman dengan baik, keluarga dapat melakukan perawatan di rumah secara mandiri.

Astrid Prihatini WD/Newswire - Solopos.com
Jumat, 28 Januari 2022 - 22:37 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi isolasi mandiri. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Perawatan pasien positif Covid-19 Omicron dapat dilakukan di rumah. Hal ini lantaran kebanyakan penderita hanya mengalami gejala ringan.

Agar pasien positif Omicron dapat segera pulih, keluarga dapat melakukan perawatan di rumah secara mandiri. Namun tentu saja saat merawat penderita harus memperhatikan protokol kesehatan. Simak ulasannya di info sehat kali ini.

Berikut tips perawatan pasien Covid-19 Omicron yang bisa dilakukan di rumah seperti dikutip dari klikdokter.com pada Jumat (28/1/2022) :

1. Sediakan Ruang yang Sehat dan Aman

Penderita Omicron perlu dirawat di kamar maupun ruangan khusus yang sehat dan aman. Ruangan ini harus memiliki jendela serta ventilasi udara yang baik, sehingga mendukung sirkulasi udara di dalamnya.

Baca Juga: Dokter Paru: Batuk dan Gatal Tenggorokan Gejala Umum Omicron

Kamar pasien isoman juga disarankan memiliki akses pencahayaan matahari yang baik. Hal ini penting agar ruangan tidak lembap, sehingga tidak membahayakan kesehatan pasien.

Pasalnya, ruangan lembap dapat menjadi sarang berkembangnya patogen seperti bakteri dan jamur. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya infeksi paru.

Ruang isoman direkomendasikan pula memiliki akses yang terjangkau dengan area toilet atau kamar mandi. Kedua area ini juga harus dikhususkan untuk pasien positif Omicron. Ruangan khusus pasien isoman, yang terpisah dari anggota keluarga lainnya, bermanfaat meminimalkan penularan di lingkup keluarga.

Adapun soal aspek keamanan, keluarga pasien isoman harus memastikan tidak ada arus pendek di ruangan pasien. Hal ini dilakukan misalnya dengan memastikan tidak ada alat elektronik yang menyala ketika pasien tidur.  Pastikan pula air di bak kamar mandi pasien selalu diganti. Lantai kamar mandi juga dibersihkan, sehingga mengurangi risiko pasien isoman tergelincir.

2. Kesehatan Pasien Harus Dipantau Secara Rutin

Disampaikan dr. Sara Elise Wijono, M.Res., keluarga harus rutin memantau kondisi kesehatan pasien positif Omicron. Monitoring dilakukan untuk memeriksa adanya gejala tambahan ataupun perburukan kondisi.

“Selain itu, monitoring penting karena tidak semua perburukan kondisi akan langsung ada gejalanya. Misalnya saja saturasi oksigen yang turun, tidak selalu disertai pasien merasa sesak napas,” jelas dr. Sara. Untuk itu, pihak keluarga harus menyediakan alat kesehatan guna memeriksa kesehatan pasien isoman secara berkala.

Baca Juga: Pakar: BA.2 Merupakan Subvarian Omicron Terbaru

Alat yang dimaksud meliputi termometer untuk mengukur suhu tubuh, oximeter untuk mengukur saturasi oksigen, dan tensimeter untuk memeriksa tekanan darah pasien.

Pasien isoman juga harus dalam pengawasan dokter, baik dari puskesmas maupun klinik setempat, sehingga memudahkan penanganan ketika perburukan kondisi terjadi.

3. Kebutuhan Harian Pasien Terpenuhi

Dokter Sara menyampaikan pihak keluarga juga harus memenuhi kebutuhan harian pasien, misalnya dengan menyediakan makanan sehat bergizi seimbang.

Selain itu, asupan cairan pasien isoman juga harus terpenuhi. Hal ini disampaikan dr. Matthew Oughton, spesialis penyakit menular dari Jewish General Hospital, Kanada. Pasalnya, infeksi Omicron dapat menyebabkan gejala demam tinggi melebihi 38 derajat Celsius. Kondisi peningkatan suhu tubuh ini biasanya disertai dengan peningkatan jumlah keringat.

Baca Juga: WHO Ungkap Penyebab Varian Omicron Lebih Cepat Menular

Keringat berlebih menyebabkan pasien kehilangan banyak air dan elektrolit. Akibatnya, pasien Omicron mudah mengalami dehidrasi.  Dehidrasi yang tidak segera ditangani sangatlah berbahaya, karena dapat memicu perburukan kondisi berupa gangguan fungsi ginjal, kejang, bahkan syok yang dapat mengancam jiwa.

Untuk itu, kebutuhan cairan tubuh pasien Omicron harus terpenuhi. Salah satu caranya dengan minum cukup air putih. Selain memenuhi asupan makanan dan minuman, pihak keluarga pasien juga perlu menyediakan pakaian dan peralatan tidur yang memadai dan rutin diganti.

4. Istirahat dan Olahraga yang Cukup

Guna mendukung proses penyembuhan, pasien harus cukup beristirahat. Tidak hanya itu, proses pemulihan dapat didukung pula dengan melakukan aktivitas yang meningkatkan kebugaran.

Hal ini dilakukan dengan berolahraga ringan selama beberapa menit di dalam ruangan.

5. Dukungan Moral

Dukungan moral merupakan salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam perawatan pasien Omicron. Pasalnya, selama menjalani isoman, pasien berisiko mengalami stres.  Untuk itu, pihak keluarga maupun lingkungan terdekat pasien harus memberikan dukungan yang positif. Caranya, dengan menyemangati pasien agar lekas sembuh.

Baca Juga: Kasus Meningkat, Varian Omicron akan Pengaruhi Ekonomi Indonesia?

Pengidap B.1.1.529 juga perlu dihibur dan selalu diingatkan bahwa kondisinya dapat diatasi, asalkan seluruh protokol kesehatan (prokes) isoman dijalani dengan baik.

6. Menerapkan Prokes Secara Ketat

Terakhir, pasien Covid-19 Omicron harus disiplin menerapkan prokes. Hal ini agar mendukung proses penyembuhan maupun mencegah penularan berkelanjutan. Prokes dilakukan dengan mengenakan masker maupun menjaga jarak ketika berhadapan dengan anggota keluarga yang merawat, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif