Begini Cara Pemkot Madiun Manjakan Pelajar
Bus Angkutan Sekolah Gratis (ASG) dari Pemkot Madiun menunggu para pelajar dari SMPN 1 Kota Madiun, Rabu (22/1/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Program Angkutan Sekolah Gratis (ASG) dari Pemerintah Kota Madiun sangat diminati para pelajar. Pemkot Madiun akan menambah bus untuk mendukung program tersebut agar bisa menjangkau lebih banyak pelajar.

Setiap hari bus ASG ini keliling kota menjemput para pelajar yang menunggu di pos-pos penjemputan. Bus ini akan mengantar mereka sampai di depan sekolah masing-masing.

Tidak hanya itu, bus sekolah ini juga akan menjemput kembali para pelajar saat jam pulang sekolah. Mereka akan diantar sampai di pos-pos pengantaran.

Pantauan Madiunpos.com di SMPN 1 Kota Madiun, Rabu (22/1/2020) siang, dua bus terlihat parkir di depan sekolah tersebut. Bus ini menunggu para pelajar yang akan pulang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun, Ansor Rasidi, mengatakan untuk sementara ini ada tiga unit bus sekolah yang tersedia pada program ASG dan 23 angkutan kota yang disiapkan untuk mengangkut ratusan pelajar itu.

Tahun ini, kata Ansor, Pemkot Madiun mendapatkan satu unit bus bantuan dari pemerintah pusat yang akan dimanfaatkan untuk program ASG.

"Bus bantuan dari kementerian sudah turun dan sudah ada di sini. Tapi, memang belum dioperasionalkan. Mengingat belum ada kelengkapan administrasinya, seperti pelat nomor dan STNK. Kalau sudah layak operasional, pasti segera kita gunakan," kata dia.

Ansor menyampaikan selain bus bantuan dari pemerintah pusat, Pemkot Madiun juga akan membeli tiga unit bus lagi. Rencananya, pengadaan tiga unit bus tersebut akan dilaksanakan pada Mei.

Dengan tambahan empat bus tersebut diharapkan jumlah pelajar yang memanfaatkannya jadi lebih banyak. Untuk sementara ini, belum semua siswa tang terdaftar dalam program ASG terlayani. Jumlah pelajar yang terdaftar saat ini ada 752 anak dari jenjang SD hingga SMP. Yang bisa terangkut hanya 320 anak. Dengan adanya tambahan empat bus baru, semua siswa yang terdaftar akan bisa terangkut.

Lebih jauh Ansor menjelaskan bus-bus itu nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk antar jemput pelajar. Namun juga akan digunakan sebagai bus wisata. Jadi, Senin sampai Jumat bus akan dimanfaatkan sebagai bus sekolah. Sedangkan Sabtu dan Minggu dimanfaatkan sebagai bus wisata.

"Untuk rute wisata dan konsepnya seperti apa masih dalam studi kelayakan," jelas Ansor.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan seluruh peserta program ASG ini nantinya memiliki kartu elektronik yang diterbitkan Dishub. Kartu ini memiliki fungsi ganda. Pertama, sebagai tiket bus. Kedua, kartu ini juga bisa digunakan orang tua untuk mengawasi anaknya. Karena waktu anak naik dan turun bus sekolah bisa terlacak.

Wali Kota menegaskan program ASG ini harus terus ditingkatkan mengingat peminatnya terus bertambah. Dengan adanya tambahan bus sekolah maka akan bertambah pula rute dan sekolah yang akan terlayani.

Pelajar SDN 01 Kartoharjo, Kota Madiun, Inova, mengaku sudah mengikuti program bus sekolah sejak setahun lalu. Sebelum ada bus sekolah ini, ia selalu diantar oleh ibunya pakai kendaraan pribadi. "Sejak ada bus sekolah ini, saya tidak pernah diantar mama lagi. Pakai bus ini. Busnya nyaman dan tidak pernah telat kalau mengantar ke sekolah," ujarnya.

Supir bus sekolah  nomor 03, Robby R, mengatakan rute awal yang ia bisa tempuh saat penjemputan dimulai dari Te'an kemudian keliling ke Jl. Basuki Rahmad, Jl. Yos Sudarso, hingga Jl. Pahlawan.

"Saya mulai menjemput pukul 06.00 WIB. Sampai yang terakhir itu pukul 06.50 WIB. Anak-anak tidak pernah terlambat masuk kelas karena memang sudah ditentukan jadwalnya," jelasnya. (Adv)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho