Ilustrasi semut charlie alias tomcat (Pictagram)

Solopos.com, SOLO – Bebarapa waktu belakangan beredar broadcast tentang bahaya semut charlie. Kabar tersebut membuat sejumlah masyarakat panik. Padahal, beberapa lalu hewan ini pernah membuat heboh masyarakat Indonesia.

Semut charlie dikenal oleh orang Indonesia dengan nama tomcat. Hewan ini disebut juga dengan semut semai atau kumbang rove. Bentuk tubuhnya ramping dan saat berjalan bagian belakangnya melengkung ke atas.

Dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (26/6/2019), panjang tubuh tomcat kira-kira 7-10 milimeter dengan lebar 0,5-1 milimeter. Bagian kepalanya berwarna hitam. Sementara dada dan perutnya berwarna oranye terang atau merah menyala. Tomcat berkembang biak di tempat yang lembap, seperti sawah, tepian sungai, rawa, serta hutan. Tomcat paling lama hidup selama tiga bulan.

Serangga ini sebenarnya bermanfaat bagi petani karena perannya sebagai predator hama padi. Namun, populasinya yang sulit dikendalikan membuat tomcat menyebar hingga ke permukiman warga. Bagian paling berbahaya pada tomcat alias semut charlie adalah cairannya. Cairan beracun ini menyebabkan iritasi pada kulit.

Jika menemukan serangga ini, pastikan Anda tidak memencetnya agar cairan racun tidak mengenai kulit. Sebab, meski sudah mati, racun itu bakal keluar dari tubuh semut charlie dan mengiritasi kulit. Hindari kontak langsung dengan semut charlie pada kulit yang terbuka. Jangan menggosok bagian kulit yang terinfeksi tomcat karena justru bakal memperparah luka.

Segera cuci bagian tubuh yang berkontak langsung dengan semut charlie dengan air mengalir serta sabun. Hindari penggunaan minyak kayu putih, minyak tawon, balsem, atau losion lainnya karena bakal memperparah iritasi.

Cukup kompres kulit yang terkontaminasi semut charlie dengan cairan antiseptik dingin. Jika iritasi semakin parah, segera minta pertolongan dokter untuk mengatasinya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten