Begini Cara Komunitas Difabel Ampel Boyolali Tingkatkan Pede Anggota

Tujuannya dibentuk KDA adalah merangkul difabel agar selalu berkarya dan bermanfaat untuk orang lain.

 Anggota Komunitas Difabel Ampel (KDA) Boyolali saat berada di depan kantor sekretariatan di Dusun Banjarejo, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Senin (15/8/2022). Komunitas ini dibuat untuk memberdayakan anggotanya dan meningkatkan kepercayaan diri anggotanya. (Solopos/Ni’matul Faizah)

SOLOPOS.COM - Anggota Komunitas Difabel Ampel (KDA) Boyolali saat berada di depan kantor sekretariatan di Dusun Banjarejo, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Senin (15/8/2022). Komunitas ini dibuat untuk memberdayakan anggotanya dan meningkatkan kepercayaan diri anggotanya. (Solopos/Ni’matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI–Sejak 2019, para penyandang disabilitas di Ampel, Boyolali, membentuk perkumpulan berbadan hukum.

Sesuai dengan kondisi mereka, perkumpulan tersebut bernama Komunitas Difabel Ampel (KDA).

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Ketua Komunitas Difabel Ampel, Sardi, mengungkapkan hingga saat ini telah ada 35 anggota aktif dari KDA Boyolali.

“Di sini kami merangkul semua disabilitas, termasuk disabilitas daksa seperti saya, disabilitas rungu, disabilitas grahita, semua ada,” kata Sardi saat ditemui Solopos.com, Senin (15/8/2022).

Baca Juga: Disabilitas Nilai Aksesibilitas di Boyolali Baik, tapi Masih Kurang

Sardi mengatakan anggota dari KDA Boyolali tak hanya dari Kecamatan Ampel, akan tetapi dari Gladagsari karena komunitasnya dibentuk sebelum pemekaran wilayah.

Bahkan, Sardi mengaku difabel asal Magelang, Salatiga, dan Semarang ada yang aktif ikut berkegiatan lewat KDA.

Saat disinggung mengenai asal usul KDA, Sardi mengungkapkan awalnya KDA berasal dari kumpulan disabilitas di bawah Forum Komunikasi Difabel Boyolali (FKDB). Ia mengungkapkan terdapat koordinator per Kecamatan.

“Dari situlah KDA dibentuk, sampai dengan saat ini, kami induknya masih FKDB,” terang Sardi.

Baca Juga: Puluhan Difabel Klaten Dibekali Literasi Digital, Begini Tujuannya

Lebih lanjut, Sari mengatakan tujuannya dibentuk KDA adalah merangkul difabel agar selalu berkarya dan bermanfaat untuk orang lain.

Sardi juga ingin lewat KDA, para difabel dapat berdaya sehingga stigma difabel yang lemah dan tidak dapat melakukan apa-apa dapat hilang.

“Semua yang aktif di KDA tidak ada yang menganggur, kami mengembangkan kreativitas. Misal ada yang minat elektro, kami beri pelatihan itu. Yang minat komputer, ada pelatihannya juga, ada yang ingin belajar las, di sini ada juga fasilitasnya, handcraft, menjahit, bahkan kami juga sudah produksi kaus,” ungkap Sardi.

Ia mengatakan terdapat perubahan dari para anggota KDA sebelum dan sesudah bergabung. Sardi mengatakan KDA juga meningkatkan mental sekaligus kepercayaan diri difabel untuk tampil di depan umum.

Baca Juga: Disnaker Wonogiri Bentuk Unit Layanan Disabilitas, untuk Apa?

“Dulu yang enggak berani jadi berani tampil, yang dulu enggak berani ngomong jadi bisa ngomong. Kami melatih mental dan berharap difabel bisa lepas dari bantuan orang tua dan mandiri,” kata dia.

Sementara itu, salah satu anggota KDA, Sriyani, 42, asal Sukabumi, Cepogo, Boyolali, mengakui perubahannya sebelum dan sesudah mengikuti KDA Boyolali.

“Sebelum bergabung masih minder, setelah bergabung dan bertemu dengan banyak difabel akhirnya saling menguatkan dan jadi tidak minder lagi. Selain itu, tambah pengalaman, pergaulan, dan wawasan,” kata dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Diresmikan 17 November, Utusan Presiden UEA Cek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

      Utusan dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) dalam waktu dekat akan datang mengecek progres pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, sebelum diresmikan 17 November nanti.

      Lengkap dan Nyaman, Ini Daftar Hotel di Dekat Stasiun Gawok Sukoharjo

      Rincian hotel yang berada di dekat Stasiun Gawok, Sukoharjo.

      Omzet Anjlok, Pemilik Toko Dekat Jembatan Mojo Solo Ingin Proyek Cepat Kelar

      Kalangan pemilik toko di Jl Kyai Mojo mengeluhkan omzet turun drastis sejak Jembatan Mojo, Solo, ditutup untuk perbaikan, Senin (26/9/2022) lalu.

      Upaya Diversifikasi Pangan, DPRD Boyolali Dukung Selodoko Jadi Sentra Alpukat

      DPRD Boyolali mengapresiasi program diversifikasi pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, lewat penanaman alpukat kalibening.

      8 Tujuan Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes Bersama di Wonogiri

      Kabupaten Wonogiri memiliki 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama hingga sekarang.

      Kaum Hawa Karanganyar Didorong Punya Konstribusi Nyata di Politik

      KPU dan Bawaslu Karanganyar mendorong perempuan di Bumi Intanpari mengambil lebih banyak peran dana dunia politik.

      Fraksi PDIP Perjuangkan Ada Anggaran dari APBD Solo 2023 untuk Masjid Sriwedari

      Fraksi PDIP DPRD Solo akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari pada APBD 2023.

      Cek! Cara Legal Beli BBM Bersubsidi Pakai Jeriken di Sragen

      Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken diperbolehkan untuk sejumlah kalangan dengan syarat tertentu. Cek di sini caranya.

      Soto Gunting Klaten, Pembeli Leluasa Potong Jeroan dan Daging sesuai Selera

      Soto Gunting Pak Randi menjadi salah satu menu soto yang terkenal di sepanjang jalan raya Solo-Jogja.

      Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Besok Masjid Agung Solo Adakan Salat Gaib

      Masjid Agung Solo akan mengadakan Salat Gaib berjamaah yang ditujukan bagi para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, setelah Salat Jumat, siang ini.

      Rest Area Candi Sukuh Karanganyar Mangkrak 3 Tahun

      Sejak selesai dibangun pada 2019, rest area di kawasan wisata Candi Sukuh, Karanganyar belum pernah digunakan. Padahal proyek pembangunannya menelan dana hingga Rp2 miliar.

      Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

      Nama anak FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, masuk bakal daftar caleg sementara DPRD Kota Solo 2024 dari hasil penjaringan PAC PDIP Jebres.

      BLT Sapu Jagat Belum Cair, Bupati Karanganyar Minta Warga Bersabar

      Bupati Karanganyar meminta warga bersabar menunggu pencairan BLT sapu jagat yang saat ini masih pendataan calon penerima. Menurutnya perlu kehati-hatian dalam pendataan agar tidak ada doble penerima.

      Kurang dari 24 Jam, Polres Sukoharjo Berhasil Tangkap Pembobol Rumah di Grogol

      Polres Sukoharjo berhasil menangkap pembobol rumah kosong di Perumahan Baiti Jannati, No. A 29, Pandeyan, Grogol, dalam waktu kurang dari 24 jam.

      Terus Bertambah, Kini Ada 181 Nama Warga Wonogiri yang Dicatut Parpol

      Kasus pencatutan nama warga Wonogiri sebagai anggota partai politik (parpol) terus bertambah.