Tutup Iklan

Begini Awal Terungkapnya Perbuatan Bejat Pelatih Voli di Demak

Perbuatan pelatih voli di Kabupaten Demak, yang mencabuli belasan atlet atau anak didiknya yang masih di bawah umur terungkap setelah salah satu korbannya hamil.

 Ilustrasi pemerkosaan. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemerkosaan. (Istimewa)

Solopos.com, DEMAK – Seorang pelatih bola voli di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) melakukan perbuatan asusila terhadap belasan atlet atau anak didiknya yang masih di bawah umur.

Dari belasan atlet yang dicabuli itu, salah satu di antaranya mengalami kehamilan.

Dikutip dari Suara.com, perbuatan bejat pelatih voli di Demak ini sudah dilakukan sejak tahun 2018. Namun, perbuatan ini baru terungkap sekarang setelah salah satu korban mengalami kehamilan hingga orang tua melapor ke polisi.

Kuasa hukum korban, Haryanto, mengatakan korban terakhir kali melayani nafsu bejat pelaku pada bulan April 2021, sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca juga: Keterlaluan! Pelatih Voli di Demak Tega Cabuli 13 Anak Didik, 1 Hamil

“Kebetulan, pada hari itu tersangka ikut mendampingi tim bola voli korban bertanding di sebuah daerah di Jateng,” ujar Haryanto.

Setelah selesai bertanding, pelaku mengantar teman-teman korban untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun, hanya korban yang saat ini tengah hamil yang dibawa pelaku ke rumahnya.

“Saat itu korban juga sudah tanya kenapa dia tak diantar ke rumah seperti teman-temannya yang lain. Namun, pelaku tak menggubris,” ujarnya.

Setelah sampai rumah, pelaku langsung mengajak pelaku untuk berhubungan badan layaknya suami istri.

“Korban disetubuhi sudah lima kali dan saat ini korban hamil,” paparnya.

Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono, mengungkapkan aksi pelaku diketahui telah dilakukansejak 2018.

Baca juga: Bejat! Pria di Demak Rudapaksa & Ancam Bunuh 2 Anak di Bawah Umur

“Diduga pelaku yang merupakan pelatih voli itu, sudah melakukan pencabulan terhadap belasan anak di bawah umur,” jelas Kapolres Demak.

Pelaku, lanjut Kapolres juga pernah meminta korban yang saat ini hamil untuk menggugurkan kandungan. Caranya, korban diminta mengonsumsi obat-obatan dan juga membawa ke dukun.

“Namun janin yang ada dalam kandungan korban masih sehat sampai sekarang,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 UU No.17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atsa UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak.

 


Berita Terkait

Espos Plus

Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Berita Terkini

Miris! 14 Anak di Tegal Jadi Korban Kekerasan Seksual pada 2021

Sebanyak 14 anak di Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng), menjadi korban kekerasan seksual pada tahun 2021 ini.

Kecelakaan Maut di Demak Sebabkan 3 Orang Meninggal, Sopir Bus Ditahan

Sopir bus kecil yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Semarang-Demak, Kabupaten Demak, ditahan untuk menjalani pemeriksaan akibat peristiwa yang menyebabkan tiga orang meninggal itu.

Suku Jawa dan Sunda Damai Lewat Nama Jalan

Perdamaian antara Suku Jawa dan Sunda setelah Perang Bubat sekitar 661 tahun lalu ditandai dengan penamaan jalan di wilayah masing-masing.

3 Lokasi di Gunung Muria Ini Cocok Lokasi Proyek Nuklir, Tapi...

Hasil penelitian pada 1991-1996 menyebutkan tiga lokasi di Kabupaten Jepara yang berada di sekitar Gunung Muria cocok dijadikan tempat pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Deklarasi Dukungan Airlangga Capres Muncul dari Semarang

Sejumlah orang yang tergabung dalam Relawan Airpres mendeklarasikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2024 di Kota Semarang, Jateng.

Alami Hipotermia, Pendaki Gunung Merbabu Dievakuasi

Seorang pendaki Gunung Merbabu dievakuasi tim SAR gabungan di pos kedua Suwanting karena mengalami hipotermia.

Jelang Nataru, Penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang Melonjak

Menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat adanya lonjakan penumpang.

Ini Strategi Wagub Jateng Kurangi Angka Kemiskinan

Wakil Gubernur Jawa Tengah atau Wagub Jateng, Taj Yasin, menyebut Progam Desa Sejahtera bisa mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Jateng.

Kapolda Jateng Pastikan Tak Ada Penyekatan, Cuma Check Point

Kapolda Jateng mengatakan selain membuat check point, pihaknya juga akan mengaktifkan lagi posko PPKM mikro di desa dan kelurahan.

Satu Nelayan Yang Hilang di Mandalika Jepara Ditemukan Meninggal

Sunarji, warga Pati, satu dari dua nelayan yang hilang saat melaut di Perairan Mandalika, Kabupaten Jepara, ditemukan meninggal.

Selamat! HB FC Salatiga Lolos 10 Besar Piala Soeratin Jateng

Tim Hati Beriman atau HB FC memastikan langkahnya ke babak 10 besar Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah (Jateng).

Ribuan ASN di Pati Dikabarkan Terima Bansos, Ternyata...

Memang ada ASN di Pati yang menerima bansos. Melihat kondisi ASN penerima bansos bikin Dinas Sosial Pati dilema.

Ini Nama-Nama Korban Kecelakaan Maut Bus Mini di Demak

Kecelakaan maut yang melibatkan bus mini di Jalan Raya Semarang-Demak, Kabupaten Demak, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 20 orang luka-luka.

PPKM Level 3 Batal, Ini Skenario Jateng Hadapi Nataru

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, telah menyiapkan sederet skenario untuk menghadapi libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru.

Cepu Raya Didorong Jadi Pusat Studi Migas Nasional

Bupati Blora berencana menjadikan wilayah Cepu Raya sebagai kawasan pusat studi migas nasional.

Capaian Vaksinasi 3 Daerah di Jateng di Bawah 70%, Mana Saja?

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut ada tiga daerah di Jateng yang capaian vaksinasi masih rendah, di bawah 70%.