Begini Awal Mula Brem sebagai Makanan Khas Asal Wonogiri

Brem menjadi salah satu makanan khas asal Wonogiri.

 Brem Wonogiri. (Istimewa/Youtube Channel Tanilink TV)

SOLOPOS.COM - Brem Wonogiri. (Istimewa/Youtube Channel Tanilink TV)

Solopos.com, WONOGIRIBrem menjadi salah satu makanan khas asal Wonogiri. Brem merupakan makanan berbahan dasar ketan.

Seperti dilansir dari etnis.id, Kamis (22/9/2022), sejarah brem di mulai saat nenek moyang dari Dusun Tenggar, Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri mengisi waktu luang di musim kemarau. Masyarakat di desa tersebut mayoritas bekerja sebagai petani namun saat kemarau datang tidak bisa melakukan apa-apa.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Dalam kondisi seperti itu, mereka memutuskan membuat makanan brem. Brem merupakan makanan yang berbahan dasar ketan yang dimasak menjadi tape dan diambil sarinya. Berikutnya dimasak lagi hingga terbentuklah adonan sebelum akhirnya dijemur di bawah sinar matahari.

Dulu, untuk mencetak brem menggunakan alat berupa kawat yang berbentuk lingkaran dan digabungkan dengan kayu sebagai pegangannya. Seiring berkembangnya zaman, brem dicetak dengan triplek yang di lubangi sisinya.

Proses pembuatan brem diawali dengan ketan yang dimasak menjadi tape dan diambil menggunakan bagor yang biasa digunakan sebagai wadah padi hasil panen. Kemudian, tape dalam bagor di peras guna diambil sarinya.

Baca Juga: 1.000 Cup Kopi Dibagikan Gratis di Festival Kopi dan Batik Wonogiri

Jika sudah dapat, maka bisa dimasak lagi sampai mendidih. Saat dimasak, sari tape segera mengental dan cairan tersebut diaduk menggunakan kayu sampai mengeras.

Adonan yang sudah bisa dicetak dengan kawat disimpan di atas daun pisang. Langkah selanjutnya, yaitu dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelahnya, bisa langsung dikemas dan siap dimakan.

Brem di zaman dahulu hanya bisa dinikmati saat kemarau datang. Namun sekarang, banyak orang yang sudah mengenal makanan brem. Makanan yang dulunya berbentuk permen lolypop kecil ini memiliki rasa manis serta lumer saat dimakan.

Baca Juga: 4 Makanan Unik di Wonogiri

Saat ini banyak yang menyukainya mulai dari anak kecil hingga orang tua. Seiring berjalannya waktu, muncul brem lain seperti brem Solo, brem Bali. Tentunya dengan keunikan dan kekhasan daerah masing-masing serta memiliki varian rasa yang luar biasa.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Diresmikan 17 November, Utusan Presiden UEA Cek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

      Utusan dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) dalam waktu dekat akan datang mengecek progres pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, sebelum diresmikan 17 November nanti.

      Lengkap dan Nyaman, Ini Daftar Hotel di Dekat Stasiun Gawok Sukoharjo

      Rincian hotel yang berada di dekat Stasiun Gawok, Sukoharjo.

      Omzet Anjlok, Pemilik Toko Dekat Jembatan Mojo Solo Ingin Proyek Cepat Kelar

      Kalangan pemilik toko di Jl Kyai Mojo mengeluhkan omzet turun drastis sejak Jembatan Mojo, Solo, ditutup untuk perbaikan, Senin (26/9/2022) lalu.

      Upaya Diversifikasi Pangan, DPRD Boyolali Dukung Selodoko Jadi Sentra Alpukat

      DPRD Boyolali mengapresiasi program diversifikasi pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, lewat penanaman alpukat kalibening.

      8 Tujuan Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes Bersama di Wonogiri

      Kabupaten Wonogiri memiliki 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama hingga sekarang.

      Kaum Hawa Karanganyar Didorong Punya Konstribusi Nyata di Politik

      KPU dan Bawaslu Karanganyar mendorong perempuan di Bumi Intanpari mengambil lebih banyak peran dana dunia politik.

      Fraksi PDIP Perjuangkan Ada Anggaran dari APBD Solo 2023 untuk Masjid Sriwedari

      Fraksi PDIP DPRD Solo akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari pada APBD 2023.

      Cek! Cara Legal Beli BBM Bersubsidi Pakai Jeriken di Sragen

      Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken diperbolehkan untuk sejumlah kalangan dengan syarat tertentu. Cek di sini caranya.

      Soto Gunting Klaten, Pembeli Leluasa Potong Jeroan dan Daging sesuai Selera

      Soto Gunting Pak Randi menjadi salah satu menu soto yang terkenal di sepanjang jalan raya Solo-Jogja.

      Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Besok Masjid Agung Solo Adakan Salat Gaib

      Masjid Agung Solo akan mengadakan Salat Gaib berjamaah yang ditujukan bagi para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, setelah Salat Jumat, siang ini.

      Rest Area Candi Sukuh Karanganyar Mangkrak 3 Tahun

      Sejak selesai dibangun pada 2019, rest area di kawasan wisata Candi Sukuh, Karanganyar belum pernah digunakan. Padahal proyek pembangunannya menelan dana hingga Rp2 miliar.

      Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

      Nama anak FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, masuk bakal daftar caleg sementara DPRD Kota Solo 2024 dari hasil penjaringan PAC PDIP Jebres.

      BLT Sapu Jagat Belum Cair, Bupati Karanganyar Minta Warga Bersabar

      Bupati Karanganyar meminta warga bersabar menunggu pencairan BLT sapu jagat yang saat ini masih pendataan calon penerima. Menurutnya perlu kehati-hatian dalam pendataan agar tidak ada doble penerima.

      Kurang dari 24 Jam, Polres Sukoharjo Berhasil Tangkap Pembobol Rumah di Grogol

      Polres Sukoharjo berhasil menangkap pembobol rumah kosong di Perumahan Baiti Jannati, No. A 29, Pandeyan, Grogol, dalam waktu kurang dari 24 jam.

      Terus Bertambah, Kini Ada 181 Nama Warga Wonogiri yang Dicatut Parpol

      Kasus pencatutan nama warga Wonogiri sebagai anggota partai politik (parpol) terus bertambah.