Begal Payudara Meresahkan, Polres Gunungkidul Sarankan Perempuan Tak Mencolok
Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)

Solopos.com, WONOSARI -- Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di jalanan Gunungkidul marak beberapa hari terakhir. Polres Gunungkidul pun meminta masyarakat khususnya perempuan yang bepergian keluar untuk waspada agar terhindar dari para pelaku.

Kasus pelecehan seksual di jalanan ini setidaknya terjadi di awal pekan ini. Kejadian pertama menimpa perempuan asal Wonosari di jalanan Desa Bendungan, Karangmojo, Timur Selang, Wonosari, pada Minggu (16/9/2018) lalu. Saat melewati perempatan Desa Selang ke arah timur waktu subuh, seorang laki-laki pengendara motor menghentikannya dengan alasan menanyakan arah jalan, tapi kemudian meremas bagian dada korban lalu kabur.

Kejadian kedua pada Senin (17/9/2018) lalu yang menimpa perempuan muda di sebuah jalan di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Korban dipepet seorang pria yang telah membututinya dari belakang, lalu bagian vitalnya dipegang pelaku yang langsung kabur.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya, mengatakan pihaknya masih mengusut kasus ini. Riko mengatakan laporan yang diterima polisi tentang kasus kedua bukan langsung dari korban, melainkan melalui temanya yang merupakan polwan di lingkungan Polres Gunungkidul. Dia menduga korban enggan melapor lantaran malu.

Untuk mengantisipasi insiden serupa, Riko menyarankan masyarakat untuk tidak mengenakan pakaian yang mencolok. "Penampilan itu sebenarnya untuk mengantisipasi sebab terlepas dari pelaku apakah punya punya penyimpangan seksual atau tidak itu patut diwaspadai. Kadang pelaku juga nekat tanpa memandang fisik korban," bebernya, Selasa (18/9/2018).

Selain itu, Riko mengimbau kepada masyarakat khususnya perempuan saat berkendara upayakan untuk beriringan dengan orang lain. Sebab perempuan rentan menjadi korban pelecehan jalanan. "Jangan sendiri dan intinya tetap waspada," ucapnya.

Adapun sebagai antisipasi, pihak kepolisian lanjut Riko telah memetakan wilayah mana saja yang rawan terjadinya pelecehan seksual. Khususnya pelecehan di jalan.

"Jadi kami sudah menganalisa kawasan mana yang rawan pelecahan seksual di jalanan, data ini berbekal dari sejumlah kasus yang pernah terjadi, selanjutnya kami lakukan koordinasi dengan anggota Polsek setempat untuk menjaga kawasan rawan tersebut terutama saat kondisi sepi seperti pagi ataupun malam hari," jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom