Ilustrasi bedah rumah (JIBI/Solopos/Antara)

Bedah rumah yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menyasar 1.000 keluarga miskin.

Solopos.com, KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menargetkan renovasi atau membedah 1.000 rumah tidak layak huni (RTLH) yang ditempati keluarga miskin di Kendal setiap tahunnya. Program bedah 1.000 RTLH itu akan dimulai Pemkab Kendal pada tahun 2017 ini.

Angan-angan itu diungkapkan Bupati Kendal Mirna Anissa dalam kegiatan Bedah Rumah di Desa Sumberejo, Kaliwungu, Kendal, Selasa (27/12/2016). Salah satu upaya untuk menyukseskan program bedah rumah di Kendal akan dilakukan Pemkab Kendal dengan menggandeng perusahaan-perusahaan yang berkedudukan di Kendal melalui program coorporate social responsbility (CSR).

Mirna berharap program bedah rumah itu bisa dinikmati banyak masyarakat tidak mampu di wilayahnya. Selain merenovasi RTLH, bupati termuda di Jateng itu juga berencana membangun rumah bagi kalangan kurang mampu. "Oleh karenanya perbaikan data sebagai dasar untuk memberikan bantuan bedah rumah diharapkan dilakukan supaya penerima bantuan memang benar-benar orang yang membutuhkan," ujar Mirna seperti dilansir situs resmi Pemkab Kendal, Senin (2/1/2017).

Sementara itu, perwakilan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Kendal, pihaknya sudah sejak 2010 lalu telah mengabdikan diri pada masyarakat melalui program CSR dalam bentuk kesehatan, ekonomi, sosial dan lingkungan. Di bidang ekonomi, bantuan yang diberikan berupa pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan ternak, menjahit dan pelatihan usaha yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Sementara untuk kesehatan dilakukan melalui kegiatan pengobatan gratis dan perbaikan gizi balita yang diadakan setiap tahun. Sedangkan di bidang pendidikan, yakni dengan cara memberikan bantuan beasiswa bagi 100 anak yatim yang mengenyam pendidikan di tingkat SMP dan SMA. Sementara untuk lingkungan, program CSR yang dilakukan perusahaan itu, yakni dengan melakukan penanaman pohon bakau atau mangrove di pantai-pantai sekitar Kendal.

Sementara untuk program bedah rumah, program CSR perusahaan itu juga sudah pernah dilakukan. Bahkan, hingga kini perusahaan itu telah merenovasi lima rumah milik keluarga tidak mampu dengan bantuan dari program CSR, yakni Rp25-35 juta untuk setiap rumahnya. Pada 2017 ini, perusahaan tekstil itu juga telah menyiapkan dana yang diambil dari program CSR untuk membangun 62 rumah layak huni bagi warga Kendal yang kurang mampu.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kendal diketahui bahwa jumlah RTLH di Kendal hingga saat ini masih terbilang cukup banyak. Pada tahun 2015 lalu, diketahui masih ada sekitar 58.000 RTLH di wilayah Kendal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten