Tutup Iklan

Beda Gaji Karyawan Pinjol Ilegal Tangerang dan Jogja, Selisih Rp700.000

Penggerebekan sejumlah kantor pinjol ilegal di Jakarta dan DIY memunculkan kisah gaji karyawan perusahaan pinjol ilegal.

 Suasana ruang kerja jasa Pinjol usai penggerebekan kantor jasa pinjaman online (Pinjol) oleh Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2021). Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan 56 orang karyawan yang bekerja di bagian penawaran hingga penagihan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

SOLOPOS.COM - Suasana ruang kerja jasa Pinjol usai penggerebekan kantor jasa pinjaman online (Pinjol) oleh Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2021). Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan 56 orang karyawan yang bekerja di bagian penawaran hingga penagihan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Solopos.com, TANGERANG — Penggerebekan sejumlah kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memunculkan kisah lain. Salah satunya tentang gaji karyawan perusahaan pinjol.

Ibu salah satu karyawan perusahaan penagihan pinjol ilegal di Tangerang menguraikan kisah anaknya, AA. Anaknya tercatat sebagai salah satu pekerja di kantor PT Indo Tekno Nusantara (ITN). Polisi menggerebek perusahaan di Ruko Perumahan Crown Green Lake City, Cipondoh, Tangerang pada Kamis (14/10/2021).

Baca Juga : Ramai-Ramai Menggerebek Pinjol Setelah Jokowi Bicara

Ibu dari AA, bernama L, menuturkan anaknya bekerja sebagai telemarketing di PT ITN sejak 7 September 2021. Dia bekerja hampir 11 jam per hari. Sayangnya, gaji yang diterima per bulan itu habis untuk membayar kontrakan.

“Anak saya menangis terkait jam kerjanya. Kata dia kerja dari pukul 08.30 WIB sampai pukul 19.00 WIB. Tapi kok aku gajian segini doang. Digaji Rp1,4 juta per bulan. Setiap bulan tidak bisa menyisihkan uang karena untuk bayar kontrakan Rp800.000. Saya minta untuk sabar, eh kerjanya dilanjut sampai sekarang,” ujar L seperti dilansir detikcom, Jumat (15/10/2021).

L mengaku panik dan menangis saat mendengar kabar polisi menggerebek kantor tempat anaknya bekerja. Saat itu, L menerima telepon dari AA bahwa banyak polisi di kantor tempatnya bekerja, Kamis pagi.

Baca Juga : Ternyata… Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

“Saya kalang kabut dari pagi. Saya nangis. Anak saya nunggu gaji bulan ini. Eh malah kayak gini. Saya khawatir anak saya ditahan polisi,” ucapnya sesenggukan.

Buka Lowongan Pekerjaan

L mengatakan dialah yang mencarikan pekerjaan di perusahaan penagihan pinjol ilegal. Hal itu karena AA menganggur sejak Lebaran Idul Fitri. Selain itu, AA mengutarakan niat ingin bekerja di Bekasi, tetapi L tidak mengizinkan.

“Saya pagi-pagi cari lowongan pekerjaan. Awalnya di sini tutup. Setelahnya, ada yang mengabarkan lagi udah buka. Terus daftar di sini sebagai telemarketing. Di-training dulu sebelum bekerja di sini,” tambah Liswati.

Baca Juga : 4.000 Aduan Soal Pinjol, Koperasi Berpraktik Rentenir

Nilai gaji AA di Tangerang berbeda jauh dengan gaji karyawan bagian penagihan atau debt collector di salah satu kantor pinjol ilegal di Sleman, DIY. Perusahaan di Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY itu menggaji karyawannya setara upah minimum regional (UMR) Yogyakarta.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto, menyampaikan itu. Yuli menyebut sebagian besar karyawan pinjol ilegal itu dari luar Yogyakarta dan luar Jawa.

“Gajinya UMR Yogyakarta. Ada yang saya tanya gajinya berapa? Ada yang bilang Rp2,1 juta. Ada yang belum gajian. Karyawannya ada yang baru dua hari kerja. Ada yang sudah satu bulan. Mereka menagih, mengingatkan seperti itu. Kalau yang lain saya belum tahu,” kata Yuli.

Baca Juga : Jalankan 22 Aplikasi Ilegal, Perusahaan Pinjol di Jogja Digerebek

Aparat gabungan Polda DIY dan Jawa Barat menggerebek kantor pinjol ilegal itu dan menangkap 83 orang karyawan. “Sebanyak 83 orang beserta beberapa barang bukti dibawa ke Polda Jawa Barat,” tuturnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Bertambah 4 Jenazah, Korban Erupsi Semeru 43 Orang

Pencarian korban serta pembersihan lokasi yang dilakukan sejak pukul 05.30 WIB itu sempat dihentikan sementara setelah terpantau awan hitam pekat dan mendung di sekitar Dusun Curah Kobokan.

Playoff USW Championship Season 2 Dimulai

Turnamen e-sports antartim kampus se-Indonesia, Unity Student Warchief Championship Season 2, memasuki babak akhir mulai Kamis (9/12/2021).

Ini Tampang Guru Cabul Perkosa 13 Santri hingga Lahirkan 9 Anak

Inilah tampang Herry Wirawan, guru cabul yang tega memperkosa 13 santri di Bandung hingga melahirkan sembilan anak.

Hindari Banjir Lahar, Posko Induk Tim SAR Dipindah dari Sumberwuluh

Banjir lahar dingin menerjang Desa Sumber Wuluh dan mengakibatkan rumah-rumah warga terendam pasir hingga nyaris seatap rumah.

Erupsi Semeru Dikaitkan Ramalan Jayabaya, Ini Penjelasan BPBD

Aktivitas vulkanik di Gunung Semeru yang menyebabkan guguran awan panas dan dikira erupsi dikaitkan dengan Ramalan Jayabaya.

+ PLUS Setop Kriminalisasi dan Kekerasan Terhadap Pembela HAM!

Serangan kepada pembela HAM kian meningkat setiap tahun. Peningkatan itu mencakup jumlah maupun ragam kekerasannya.

Ribuan Hektare Lahan Rusak Akibat Erupsi Semeru, Jadi Lautan Abu

Ribuan hektare lahan terdampak erupsi Gunung Semeru yang kini berubah menjadi lautan abu.

Jokowi Disebut Bakal Jadi King Maker dalam Pilpres 2024

Tiga partai politik (parpol) penghuni Senayan diprediksi menjadi penentu dalam pertarungan Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) tahun 2024.

Ridwan Kamil Blak-blakan Cari Parpol untuk Maju Pilgub dan Pilpres

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengaku sedang mencari parpol sebagai kendaraan untuk maju kembali dalam Pilgub Jawa Barat (Jabar) maupun Pilpres 2024.

Kenapa Presiden Indonesia Selalu dari Jawa? Ini Sebabnya

Selama 76 tahun berdiri, Indonesia  telah dipimpin oleh tujuh presiden yang kebanyakan berasal dari Suku Jawa. Apakah memang presiden harus dari Jawa?

Jeff Smith Ditangkap Lagi, Polisi Sebut Kemungkinan Hukuman Lebih Berat

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Endra Zulpan, menyebut kemungkinan Jeff Smith mendapatkan hukuman lebih berat karena pernah terjerat kasus serupa.

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Kisah Ali Nguli Pasir Demi Sesuap Nasi, Hilang Ditelan Erupsi Semeru

Kisah tragis tentang Ali, seorang kuli penambangan pasir yang hilang diduga tertimbun awan panas erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021).

Jokowi Singgung Tuntutan Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri, Ada Apa?

Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyinggung tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa kasus korupsi PT Asabri.

Orang Suku Jawa Mudah Diterima, Ini Alasannya!

Jumlah populasi Suku Jawa yang cukup signifikan di berbagai daerah di Indonesia ini menjadi bukti bahwa Suku Jawa adalah kelompok masyarakat yang paling mudah diterima.

Olaf Scholz Resmi Dilantik Jadi Kanselir Jerman Gantikan Angela Merkel

Olaf Scholz resmi dilantik sebagai Kanselir baru Jerman pada Rabu (8/12/2021), mengakhiri empat masa jabatan Angela Merkel di pucuk pimpinan negara tersebut.