Beda dengan Jokowi, Vaksinasi Anggota DPR dan Keluarga Dilakukan Tertutup, Ada Apa Sebenarnya?
Presiden Jokowi menerima suntikan kedua vaksin Covid-19 di Istana Negara, Rabu (27/1/2021). (Istimewa/Detik.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Beberapa prapol ramai-ramai memprotes vaksinasi anggota DPR RI dan keluarga yang dilakukan secara tertutup. Mereka meminta Sekjen DPR yang membuat acara memberikan penjelasan mengapa harus dilakukan tertutup. Selama ini vaksinasi dilakukan secara terbuka.

Ada dua parpol yang sejauh ini menyuarakan protesnya. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebih dulu menyampaikan protesnya sebelum diikuti Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Dewan Syariah Pusat PKS sudah membuat bayan (penjelasan) bahwa vaksinasi selama sudah ada izin dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI maka kita berkewajiban menyukseskan program vaksinasi," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Vaksinasi Jokowi Disebut Gagal, Ini Penjelasan IDI

PKS meminta vaksinasi COVID-19 anggota DPR dan keluarga digelar secara terbuka bagi publik. Mardani mencontohkan vaksinasi terbuka seperti yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. "Buat terbuka! Justru bagus untuk contoh. Pak Jokowi sudah tunjukkan. Saya dukung vaksinasi anggota DPR dibuat terbuka. Siap divaksin kapan saja," tegasnya.

Seperti diketahui, anggota DPR beserta keluarga masuk dalam sasaran vaksinasi Covid-19 tahap II. Sekretariat Jenderal DPR membuat acara vaksinasi itu dilangsungkan secara tertutup

"Kami tidak tahu menahu. Itu kebijakan Kesekjenan DPR yang mengoordinasikan," kata Sekretaris Fraksi PPP, Achmad Baidowi, kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Terima Suntikan Kedua Vaksin Covid-19, Jokowi Targetkan Vaksinasi untuk Umum Dimulai Februari

Reses

Pria yang akrab disapa Awiek itu menjelaskan anggota Fraksi PPP DPR memilih tidak ikut vaksinasi Covid-19 yang digelar DPR saat ini. Namun, Awiek menegaskan bahwa anggota Fraksi PPP akan tetap divaksin usai masa reses.

"Lagian sekarang masih masa reses, tidak banyak anggota yang mengikuti vaksin. Anggota Fraksi PPP sendiri tidak ikutan. Saya sendiri memilih tidak ikut vaksinasi. Karena lebih mengutamakan yang membutuhkan apalagi saya penyintas Covid-19 dan tidak masuk prioritas dalam beberapa bulan. Selain itu keluarga saya tidak masuk kategori yang harus segera divaksin. Sebaiknya memang kesekjenan menjelaskan secara terbuka," ujar Awiek.

"Anggota fraksi PPP di dapil karena masa reses, jadi nggak ikutan," tambahnya.

Baca juga: Gibran dan Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota, Jokowi Resmi Cetak Rekor

PPP mendukung vaksinasi Covid-19 untuk menanggulangi pandemi COVID-19. PPP menginginkan vaksinasi anggota fraksinya digelar secara terbuka.

"Kebetulan masa reses dan itu tugas konstitusional, enggak bisa tiba-tiba ke Jakarta hanya untuk vaksin. Sepenuhnya F-PPP mendukung program vaksinasi, karena itu penting. Dan vaksinasi tersebut harus transparan, toh bukan sesuatu yang harus ditutup-tutupi," imbuhnya.

Vaksinasi Covid-19 anggota DPR RI beserta keluarga sebelumnya digelar secara tertutup di Gedung DPR.

Sumber: Detik.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom