Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

 Teh Gambyong yang diproduksi pengusaha asal Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Eko Wuryanto. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Teh Gambyong yang diproduksi pengusaha asal Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Eko Wuryanto. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Secara garis besar, berdasarkan cara pengolahannya, teh terbagi dalam empat jenis, yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong, dan teh putih.

Hal tersebut disampaikan salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Wahyono. Teh hitam dalam pengolahannya melalui proses fermentasi penuh, sedangkan teh hijau dibuat tanpa fermentasi.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Teh oolong dibuat dengan semifermentasi dan teh putih pengolahannya dibuat alami menggunakan bahan atau daun teh dengan varietas khusus, yaitu teh dari perkebunan Gambung, Jawa Barat.

“Dari jenis pengolahannya ada teh hitam, teh hijau, teh olong, dan teh putih. Teh hitam dalam pengolahannya melalui proses fermentasi penuh. Kalau teh hijau tanpa fermentasi, teh olong semifermentasi, jadi posisinya antara hitam sama hijau. Kalau teh putih sifatnya pengolahannya alami dari varietasnya juga beda,” ujarnya, Sabtu (21/5/2022).

Menurutnya, jenis yang paling banyak diminati pasar adalah teh hitam. Selain punya warna yang pekat, rasa dan aroma teh juga lebih disukai dibandingkan dengan jenis teh lainnya.

Baca Juga: Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

Sementara itu, pelaku UMKM teh lainnya di Desa Kemuning, Priyanto, juga mengatakan jenis yang paling diminati masyarakat adalah teh hitam. Namun seiring berjalannya waktu, selera masyarakat pun kian berkembang sehingga teh hitam ini dibuat berbagai varian aroma. “Untuk jenis yang paling diminati adalah teh hitam. Tapi variannya ada banyak. Kalau yang saya jual ada teh kopi, teh sereh, dan teh jahe,” ujarnya.

Menurut Priyanto, varian teh hitam tersebut hanya aromatik, tanpa bahan tambahan bahan asli variannya. Penambahan aroma varian ini dilakukan pada saat proses pengeringan. “Tanpa bahan tambahan. Artinya, jika teh tersebut diseduh, maka akan timbul aroma teh dan kopi, aroma teh dan sereh, dan seterusnya,” ujarnya.

Mengutip cybex.pertanian.go.id, teh dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu teh fermentasi (teh hitam), teh semifermentasi (teh oolong dan teh pouching) serta teh tanpa fermentasi (teh Hijau).

Teh Hitam

Pengolahan teh hitam dilakukan melalui proses fermentasi, dan biasanya dibuat dengan metode orthodox (masih berbentuk daun) dan CTC (crushing, tearing dan curling).

Teh ortohodox diolah melalui proses pelayuan sekitar 16 jam, pengguludan, fermentasi, pengeringan dan sortasi. Kemudian di oksidasi, drying, grading dan packing.

Baca Juga: Alasan di Balik Kafe Kopi Lebih Ngetren Ketimbang Kafe Teh

Teh Hijau

Sementara pengolahan teh hijau Indonesia menganut serangkaian proses fisik dan mekanis tanpa atau sedikit mengalami proses oksimatis terhadap daun teh melalui sistem panning atau sangrai. Tahapan pengolahannya terdiri atas pelayuan, penggulungan, pengeringan, sortasi dan grading serta pengemasan.

Melansir balittri.litbang.pertanian.go.id, teh hijau diperoleh tanpa proses fermentasi (oksidasi enzimatis). Yaitu dibuat dengan cara menginaktifkan enzim fenolase yang ada dalam pucuk daun teh segar. Caranya dengan pemanasan sehingga oksidasi terhadap katekin (zat antioksidan) dapat dicegah. Pemanasan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan udara kering (pemanggangan/sangrai) dan pemanasan basah dengan uap panas (steam).

Pemanggangan daun teh akan memberikan aroma dan flavor yang lebih kuat dibandingkan dengan pemberian uap panas. Keuntungan dengan cara pemberian uap panas, adalah warna teh dan seduhannya akan lebih hijau terang.

Di China, untuk membuat teh hijau dilakukan pemberian uap panas pada daun teh, sedangkan di Jepang daun tehnya disangrai. Pada kedua metode tersebut, daun teh sama-sama  menjadi layu, tetapi karena daun teh ini segera dipanaskan setelah pemetikan, maka hasil tehnya tetap berwarna hijau.

Teh Oolong

Sedangkan teh oolong diproses secara semifermentasi dan dibuat dengan bahan baku khusus, yaitu varietas tertentu seperti Camellia sinensis. Varietas Sinensis yang memberikan aroma khusus.

Proses pembuatan dan pengolahan teh oolong berada di antara teh hijau dan teh hitam. Di mana teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses penggulungan daun, dengan tujuan untuk menghentikan proses fermentasi. Oleh karena itu teh oolong disebut sebagai teh semi fermentasi.

Baca Juga: Mewujudkan Mimpi Bupati Yuni Miliki Teh Khas Sragen

Jenis teh oolong, memang belum begitu popular dibandingkan dengan jenis teh hijau atau teh hitam. Kebanyakan daun teh oolong dihasilkan perkebunan teh di China dan Taiwan. Oolong dalam bahasa China berarti naga hitam karena daunnya mirip naga hitam kecil yang tiba-tiba terbangun ketika diseduh, tetapi saat ini teh oolong telah diproduksi di Indonesia, seperti Jawa Oolong, Olong Bengkulu, dan Olong Organik Banten.

Teh Putih

Teh putih merupakan jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi sama sekali, dimana proses pengeringan dan penguapan dilakukan dengan sangat singkat. Teh Putih diambil hanya dari daun teh pilihan yang dipetik dan dipanen sebelum benar-benar mekar.

Teh putih terkenal sebagai dewa dewinya teh karena diambil dari kuncup daun terbaik dari setiap pohonnya, dan disebut teh putih karena ketika dipetik kuncup daunnya masih ditutupi seperti rambut putih yang halus.

Daun teh yang dipetik adalah pucuk daun yang muda, kemudian dikeringkan dengan metode penguapan (steam dried) atau dibiarkan kering oleh udara (air dried).

Daun teh putih adalah daun teh yang paling sedikit mengalami pemrosesan dari semua jenis teh, sedangkan teh jenis yang lain umumnya mengalami empat sampai lima langkah pemrosesan. Dengan proses yang lebih singkat tersebut, kandungan zat katekin pada teh putih adalah yang tertinggi, sehingga mempunyai khasiat yang lebih ampuh dibanding teh jenis lainnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Meriah, 200 Santri Ponpes Dimsa Sragen Gelar Pentas Seni

      Untuk kali kelima para santri Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen menggelar pentas seni di sekolah. Kegiatan ini sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah.

      Gerakan Pramuka Kwarcab Karanganyar Borong 5 Penghargaan

      Kwartir Cabang (Kwarcab) Karanganyar meraih 5 penghargaan pada Anugerah Kehumasan Pancu Citraloka Kwarda Jawa Tengah 2022.

      Jejak Batik dari Zaman Majapahit hingga Dinobatkan sebagai Warisan Budaya Dunia

      Pada Oktober 2009, batik dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco. Jauh sebelum mendapat pengakuan internasional, tradisi membatik sudah jadi bagian dari budaya Kerajaan Majapahit.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 3 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Senin (3/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Selain Tembok Kartasura, Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo Juga Memprihatinkan

      Pesanggrahan Langenharjo mengalami sejumlah kerusakan dan hingga kini belum ada revitalisasi, namun hanya perbaikan di beberapa lokasi.

      Piala Dunia U-20 di Solo Usai Tragedi Kanjuruhan, Begini Kata Wali Kota Gibran

      Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka masih menunggu keputusan akhir soal pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Solo setelah tragedi Kanjuruhan.

      Operasi Zebra Candi 2022 di Sragen Mulai Digelar, Polisi Dilarang Razia

      Operasi zebra ini tidak berorientasi pada tilang dan dilarang melakukan razia, tetapi lebih mengedepankan edukatif, persuasif, penegakan hukum secara elektronik, dan teguran simpatik.

      Emak Boyolali Panen Cuan dari Hasil Urban Farming

      Ibu rumah tangga di Dusun Dukuh Desa Kebonbimo Kabupaten Boyolali, Rina Tri Wahyuni berhasil memanfaatkan lahan sempit di rumahnya melalui urban farming, hingga raup cuan Rp1,5 juta setiap pekan.

      Bupati Jekek Angkat Bicara Soal Nama Warga dan ASN di Wonogiri Dicatut Parpol

      Bupati Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek, menyebut pencatutan nama warga yang di antaranya para ASN itu tidak perlu dibesar-besarkan.

      Wali Kota Gibran: Tak Ada Satu Nyawa Setara Sepak Bola

      Ciutan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka soal tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan nyawa ratusan suporter melayang.

      Pecahkan Rekor Muri, Pariwisata dan Batik Laweyan Diharapkan Terus Berkembang

      Kegiatan Nyawiji Kunokini, yang digelar pada Minggu malam di kelurahan Laweyan, sukses memecahkan rekor sebagai peragaan busana batik pertama yang diiringi nyanyian dan tarian etnik.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 3 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Senin (3/10/2022), bisa disimak di sini.

      DLH Sragen Ajak Pemerintah Desa Buat Aturan Pilah Sampah

      Di Sragen terdapat sekitar 250 bank sampah, dan akan terus bertambah. Dengan pilah sampah, maka akan mengurangi sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Gesi.

      Sedapnya Masakan Kepala Sapi di Karangpandan Karanganyar, Harga Rp20.000-an

      Rumah makan bernama Spesial Kepala Sapi Asli Karangpandan Karanganyar menyediakan menu berbahan dasar daging dan bagian-bagian di kepala sapi seperti kulit, lidah, pipi, dan lainnya.

      Klaten Masuki Musim Penghujan, BPBD: Jangan Berteduh di Bawah Pohon saat Hujan

      Hujan mengguyur Klaten sejak Senin dini hari dan berlangsung hingga pagi. Guyuran hujan merata hampir di seluruh wilayah Klaten.