Beasiswa Bidikmisi Dicabut? Ini Klarifikasi UNS

Beasiswa Bidikmisi Dicabut? Ini Klarifikasi UNS

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (bidikmisi.dikti.go.id)

UNS menegaskan tidak ada pencabutan beasiswa Bidikmisi dari mahasiswa penerima.

Solopos.com, SOLO -- Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menyatakan tidak ada pencabutan penerima beasiswa bidikmisi bagi mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Solo, Darsono, mengatakan mahasiswa yang telah menerima beasiswa Bidikmisi tetap berjalan. “Ada salah paham dari BEM FISIP karena tidak ada pencabutan bagi penerima beasiswa bidikmisi. Kalau kami mencabut salah,” katanya dihubungi Solopos.com di Solo, Rabu (31/1/2018).

Beasiswa Bidikmisi, lanjut dia, diajukan mahasiswa secara akademik dan belum tentu diterima. Yang menentukan layak tidaknya seorang mahasiswa menerima beasiswa itu adalah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Mahasiswa yang mengajukan Bidikmisi juga telah menandatangani perjanjian di atas meterai. Isinya, bila tidak diterima dalam program beasiswa itu, mahasiswa akan membayar uang kuliah tunggal (UKT).

“Jadi sebenarnya sudah klir, bila beasiswa Bidikmisi, ditolak mahasiswa sanggup membayar UKT,” tandasnya.

Menurut dia, pada 2017 sebanyak 400 mahasiswa UNS program S1 jalur SNMPTN dan SBMPTN, diploma, dan jalur mandiri yang mengajukan beasiswa Bidikmisi.

“Pada Juli 2017 ada peraturan dari Kemenristekdikti beasiswa bidikmisi tidak berlaku bagi mahasiswa diploma dan jalur mandiri. Jadi yang bisa hanya mahasiswa jalur SNMPT dan SBMTN,” jelasnya.

Lebih lanjut, Darsono menyatakan pihaknya telah mencarikan beasiswa pengganti melalui Badan Usaha Milik Negera (BUMN) mendapatkan 200 beasiswa dan lainnya. “Alumni Fisip juga akan membantu memberikan beasiswa kepada mahasiswa Fisip,” imbuhnya.

Dia menambahkan UNS hanya sebagai operator yang melakukan verifikasi program beasiswa Bidikmisi. Sedangkan yang menentukan adalah Kemenristekdikti sesuai kuota. “BEM mestinya paham karena ikut dilibatkan dalam verifikasi mahasiswa calon penerima beasiswa bidik misi. Jadi salah paham saja,” katanya.

Sebelumnya, mahasiswa bernama Arief Noer Prayogi dari BEM Fisip UNS meminta bantuan IKA Fisip karena mahasiswa Bidikmisi jalur mandiri dan diploma ditolak serta harus membayar UKT.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.