Tutup Iklan

Bea Cukai Jateng-DIY Bahas Pertembakauan dengan DPR

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY), Parjiya, bersama pimpinan PT Pura Group dan Pemda Kudus menerima kunjungan kerja Pansus DPR untuk RUU Pertembakauan.

Bea Cukai Jateng-DIY Bahas Pertembakauan dengan DPR

SOLOPOS.COM - Jajaran Bea Cukai berfoto bersama DPR dan pimpinan PT Pura Group dan Pemda Kudus. (Bisnis)

Solopos.com, SEMARANG — Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY), Parjiya, bersama pimpinan PT Pura Group dan Pemda Kudus terima kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) DPR untuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan dalam rangka menyerap aspirasi dan informasi yang diperlukan dalam penyusunan UU Pertembakauan.

Dalam pertemuan yang digelar di kantor PT Pura pada tanggal 26 Juni 2019 ini, pimpinan Pansus, Firman Soebagyo mengatakan bahwa pembahasan RUU Pertembakauan ini membutuhkan proses yang lama. “Bukan karena tidak mampu, namun banyak hal yang harus diakomodir dalam RUU tersebut,” ungkapnya sebagaimana dipublikasikan Kamis (4/7/2019).

Menurutnya, permasalahan pertembakauan sangat kompleks, banyak yang harus dipertimbangkan mulai dari tembakaunya sendiri, petani, industrinya, tenaga kerja, penerimaan cukai, pajak rokok, PPn, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), sampai dengan faktor kesehatannya. RUU ini merupakan RUU yang sangat strategis.

Di kesempatan ini pula, Bea Cukai menerima banyak pertanyaan dari pansus, mulai dari penerimaan cukai, peredaran rokok ilegal, dugaan maraknya pita cukai palsu, sampai dengan proses tender pengadaan pita cukai. Parjiya pun menjelaskan bahwa penerimaan cukai didominasi dari cukai rokok di mana dalam beberapa tahun terakhir targetnya selalu tercapai.

“Target cukai rokok 2019 sebesar Rp158.8 Triliun merupakan target yang berat mengingat tahun 2019 ada kenaikan target namun tidak disertai dengan kenaikan tarif. Peredaran rokok ilegal juga menjadi faktor yang bisa mendistorsi penerimaan. Berdasarkan survei UGM, pada tahun 2018 masih ada 7.04% rokok ilegal yang beredar di pasar, di mana 52.63%-nya merupakan rokok polos atau tanpa pita cukai. Menteri Keuangan, Sri Mulyani kemudian memberikan target kepada kami agar pada 2019 dapat ditekan menjadi 3%,” paparnya.

Pimpinan pansus lainnya, Bambang Haryadi menyoroti soal pengadaan pita cukai, "kenapa harus melalui mekanisme tender padahal yang akan menang ya itu-itu saja?”

Ia pun menyarankan agar proses pengadaan dapat dilakukan dengan mekanisme yang lebih sederhana dan singkat atau melalui mekanisme penunjukan langsung. Menanggapi saran Bambang, Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Bea Cukai, Nirwala DH kemudian menjelaskan bahwa mekanisme tender ini mengacu pada ketentuan yang ditetapkan di Undang-Undang Cukai di mana pengadaannya harus melalui tender.

“Namun demikian jika proses tersebut perlu diubah agar lebih efisien maka akan kami kaji untuk diusulkan di RUU Cukai," jelasnya.

Saran lainnya disampaikan oleh salah seorang anggota pansus, Hendrawan Supratikno yang menambahkan bahwa industri hasil tembakau merupakan industri strategis, merupakan andalan dalam menjawab permasalahan tentang konten lokal, tenaga kerja, penerimaan, dan lainnya. Semestinya industri ini diproteksi bukan justru seolah-olah mau dimatikan. DPR menginformasikan akan membahas RUU ini secara konprehensif di mana semua faktor menjadi pertimbangan mulai dari tembakau, petani, industri, tenaga kerja, penerimaan negara, dan juga kesehatan.

Di akhir kunjungan, ia pun mengapresiasi penjelasan yang diberikan Bea Cukai. "Saya surprise dan terima kasih atas penjelasan yang detil dan jelas dari Bea Cukai,” ungkapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Muncul Klaster Pernikahan, Satgas Covid-19 Madiun Kecolongan?

Satgas Covid-19 Madiun dinilai kecolongan, karena acara resepsi pernikahan diduga tidak disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Bang Yos Dikabarkan Wafat, Putri Sutiyoso Pastikan Itu Hoaks

Melalui akun Instagram pribadinya, Renny membantah kabar yang mengatakan bahwa ayahnya, Sutiyoso telah meninggal dunia.

Waduh, BOR Pasien Covid-19 di RSUD Wongsonegoro Semarang Penuh

Tingginya BOR RSUD Wongsonegoro karena lonjakan kasus Covid-19 baik di dalam kota maupun luar Kota Semarang.

Sopir Truk Terlibat Laka Karambol Di Parangjoro Sukoharjo Sempat Mau Kabur, Begini Kronologinya

Sopir yang terlibat laka karambol di Parangjoro, Sukoharjo, sempat hendak kabur namun berhasil ditangkap warga dan diserahkan ke polisi.

116 Lulusan Pertama SMA Pradita Dirgantara Lolos SBMPTN 2021

Mengacu pengumuman SBMPTN Senin (14/6/2021), 116 alumni SMA Pradita Dirgantara diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Duh! Duit & Perhiasan Milik Wisatawan Lenyap Gegara Ini

Lupa mengunci mobil, wisatawan di Kulon Progo harus kehilangan sejumlah perhiasan dan uang senilai puluhan juta rupiah.

Waduh! Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Rumah Sakit di Solo Hampir Penuh

Tingkat keterisian bed rumah sakit Kota Solo hampir penuh menyusul melonjaknya jumlah kasus positif Covid-19 dalam dua pekan terakhir.

Pengasuh Ponpes Dilaporkan ke Polisi karena Sodomi Belasan Santri

Tersangka MS merayu para santri dengan menggunakan tablet namun dengan syarat bersedia menjadi pelampiasan nafsu bejatnya.

Piala Wali Kota Solo Siap-Siap Kehilangan Bhayangkara FC

Arema FC dan Dewa United memastikan tetap ikut serta di Piala Wali Kota meski pelaksanaan diundur

Tambah 2 Lokasi, Klaster Covid-19 Kudus Di Klaten Meluas Jadi 5 Kecamatan

Jumlah klaster Covid-19 di Klaten yang bermula dari perjalanan ke Kudus tambah dua lokasi lagi sehingga menjadi lima lokasi di lima kecamatan

Ketika Erick Thohir, Mahfud, JK Ajak Jihad Ekonomi Di Tengah Pandemi

Erick Thohir menyampaikan bahwa organisasi Islam perlu terus mengembangkan jihad di sektor ekonomi untuk kemajuan Bangsa Indonesia.

Markis Kido Tak Dimakamkan di TMP Kalibata, Ini Penjelasan Menpora

Siapa saja yang bisa dimakamkan di TMP Kalibata antara lain mereka yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah (Presiden RI) berupa Bintang Republik Indonesia, Bintang Maha Putra, Bintang Sakti, Bintang Gerilya, dan anggota TNI/Polri yang gugur dalam pertempuran.