BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

 Foto udara kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Jumat (19/11/2021). Pemandangan warung apung yang selama ini memadati kawasan utara waduk tersebut tak lagi terlihat setelah satu per satu warung dibongkar para pemiliknya. (Istimewa/Kodim 0723 Klaten)

SOLOPOS.COM - Foto udara kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Jumat (19/11/2021). Pemandangan warung apung yang selama ini memadati kawasan utara waduk tersebut tak lagi terlihat setelah satu per satu warung dibongkar para pemiliknya. (Istimewa/Kodim 0723 Klaten)

Solopos.com, KLATEN—Proyek revitalisasi Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, dipastikan tetap bergulir. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan penghitungan ulang total kebutuhan anggaran hingga revitalisasi rampung.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Naryo Widodo, mengatakan tahun ini BBWSBS melanjutkan kegiatan penataan dan revitalisasi Rawa Jombor. Kegiatan yang bergulir tahun ini yakni paket pekerjaan senilai Rp4 miliar yang difokuskan untuk melanjutkan pembangunan jalur pedestrian keliling waduk.

PromosiPeningkatan Ekspor Kopi Bisa Dimulai Dari Penanganan Masalah di Petani

Selain itu, ada kegiatan bersifat swakelola dengan anggaran sekitar Rp1 miliar yang difokuskan pada pembersihan eceng gondok yang kian memenuhi permukaan perairan waduk.

Baca Juga: Revitalisasi Rawa Jombor Tahun Ini Rp4 Miliar untuk Jalur Pedestrian

Naryo menjelaskan Kepala BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

“Kebetulan dari Bu Bupati Klaten sudah bertemu dengan Pak Menteri PUPR [Basuki Hadimuljono] ketika kunjungan ke Klaten dan menanyakan kelanjutan revitalisasi. Kemudian dari Pak Menteri meminta BBWSBS untuk menghitung lagi sebenarnya berapa kebutuhan anggaran revitalisasi hingga tuntas sekalian dan diusulkan agar bisa dipihaki pada 2023,” kata Naryo saat ditemui Solopos.com di Plaza Nyi Ageng Rakit Rawa Jombor, Minggu (23/1/2022).

Tujuan utama revitalisasi Rawa Jombor untuk mengembalikan fungsi waduk itu sebagai pengendali banjir serta sumber irigasi. Seiring bergulirnya revitalisasi itu, ada penataan terkait pemanfaatan kawasan perairan rawa oleh warga.

Baca Juga: Jadi Daya Tarik Baru Rawa Jombor, Perahu Wisata Minta 2 Dermaga

Dari penataan itu, kawasan perairan waduk yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi warga sebesar 5 persen dari total luasan Rawa Jombor sekitar 186 hektare (ha). Kegiatan ekonomi warga yang diizinkan di Rawa Jombor yakni budi daya ikan menggunakan karamba serta pemancingan.

Sementara itu, pemanfaatan kawasan perairan waduk untuk warung apung tak diizinkan lantaran bangunan di atas air dinilai menyalahi tata ruang wilayah. Alhasil, bangunan warung apung di waduk tersebut dibongkar.

Sebagai tempat pemindahan usaha pemilik warung apung, pemerintah provinsi membangun plaza kuliner di Taman Nyi Ageng Rakit. Plaza kuliner mulai dibuka pada Minggu (23/1/2022). Dari total 28 kios yang disediakan, baru 17 kios yang kini ditempati para pedagang yang merupakan eks pengusaha warung apung serta pemancingan.

Baca Juga: Naik Perahu, Speed Boat, & Skuter Listrik Rawa Jombor, Segini Tarifnya

 

Berlanjut

Terkait lokasi pemindahan tempat budi daya ikan menggunakan karamba, Naryo menjelaskan berdekatan dengan spillway waduk tersebut. Lantaran lokasi pemindahan belum siap menyusul tebalnya sedimentasi, untuk sementara lokasi budi daya ikan menggunakan karamba  dipindahkan ke sisi tengah waduk.

“Rencananya karamba mau ditempatkan di sisi paling ujung yang berdekatan spillway. Karena saat ini kedalamannya belum memenuhi syarat untuk karamba dan harus dilakukan penggalian, sementara waktu menempati sisi tengah Rawa Jombor,” urai dia.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan Rawa Jombor menjadi aset pemerintah pusat dan dikelola BBWSBS. Mulyani mengatakan sudah berbincang dengan Menteri PUPR dan dipastikan penataan serta revitalisasi Rawa Jombor tetap berlanjut.

Baca Juga: Ada Skuter Listrik, Wahana Wisata di Rawa Jombor Semakin Beragam

“Untuk tahun ini kelanjutannya tetap ada. Dari BBWSBS ada salah satu kegiatan melanjutkan pembangunan jalur pedestrian,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Pemkab Klaim Belum Ada Hewan Ternak Terinfeksi PMK di Wonogiri

Pemkab Wonogiri mengklaim belum menemukan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah setempat, Kamis (19/5/2022).

Arus Lalu Lintas di TKP Kecelakaan Penggung Boyolali Kembali Lancar

Pada Kamis sore, arus lalu lintas di Jalan Solo-Semarang kawasan Penggung Boyolali kembali lancar. 

2 Orang Meninggal, Begini Kronologi Tragedi Gas Bocor Mojosongo Solo

Tragedi tabung gas bocor di salah satu rumah warga yang juga untuk tempat usaha pembuatan tahu di Krajan, Mojosongo, Solo, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Keren Lur! WGM Wonogiri akan Dilengkapi Jembatan Kaca Rp4,20 Miliar

Revitalisasi Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) Wonogiri bakal menelan anggaran senilai Rp28,9 miliar.

Bawakan Lagu "Rahasia" di Unsa, Geisha dan Astrid Bikin Penonton Riuh

Acara Music Showcase Unsa yang digelar Universitas Surakarta (Unsa) berlangsung meriah. Terlebih saat Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta yang mengelola Unsa, Astrid Widayani, berduet dengan vokalis Geisha.

Adaptif dengan Perubahan, Universitas Surakarta Hadirkan Geisha

Universitas Surakarta (Unsa) menghadirkan grup band Geisha dalam acara Music Showcase Unsa pada Kamis (19/5/2022).

2 Sapi di Plupuh & Tanon yang Terindikasi PMK Dibeli dari 2 Wilayah Ini

Sapi warga Tanon dan Plupuh yang terindikasi terjangkit PMK sebelumnya dibeli dari Purwodadi, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Ngawi.

Revitalisasi WGM Wonogiri Telan Rp28,9 Miliar, Kapan Mulai Digarap?

Revitalisasi Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) Wonogiri bakal menelan anggaran senilai Rp28,9 miliar.

Awas, Teknofobia Bisa Hambat Kemajuan Bisnis Pelaku UMKM, Pahami Yuk! 

Teknofobia di kalangan pelaku UMKM harus dihilangkan karena bisa menghambat kemajuan bisnis dan usaha mereka terutama di era digital.

Bawa Produk Garmen, Bus Rosalia Express Masuk Parit di Karanganyar

Menghindari tabrakan, bus Rosalia Express yang mengangkut produk garmen masuk parit di jalan raya Dagen-Tasikmadu, Karanganyar.

Sepatu Aerostreet Klaten: Kualitas Internasional, Harganya Lokal

Kisah unik kali ini datang dari brand sepatu lokal asal Klaten, Aerostreet, yang menjual barang kualitas ekspor dengan harga murah.

Pilkades Baturan Colomadu Digelar 25 Mei, Ini Nama 3 Calon Kadesnya

Salah satu dari tiga calon kades Baturan, Colomadu, Karanganyar adalah pensiunan PNS.

6 Ekor Sapi di Sragen Terindikasi Terkena PMK, Ini Langkah Disnakkan

Enam sapi di dua kecamatan di Sragen terindikasi terjangkit penyakit mulu dan kuku (PMK). Disnakkan bersama BBVet Wates telah mengambil sampel liur sapi tersebut untuk dicek lab.

Seru! Atraksi Paralayang dan Speedboat di Peringatan HUT Wonogiri 2022

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kabupaten Wonogiri digelar di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Kamis (19/5/2022) pagi.

Lokasi Laka Maut 2 Truk di Teras Boyolali Ternyata Rawan Kecelakaan

Untuk mengatasi kerawanan laka, Budi mengatakan Satlantas Polres Boyolali selalu melakukan evaluasi jika di suatu tempat sering terjadi laka lantas.