BBRI genjot dana murah

JAKARTA: PT Bank BRI (BBRI) pada Senin (25/5) menyatakan tahun ini akan berusaha meningkatkan pendanaan murah dengan mengincar pertumbuhan tabungan BritAma pada 2009 sebesar Rp6-7 triliun. Hal itu untuk mempertahankan posisi dana murah yang ideal dan meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang dilakukan melalui layanan electronic channel.

Tabungan BritAma menunjukkan perkembangan signifikan dengan pertumbuhan Rp5 triliun tahun lalu, dan ini diperkirakan bisa bertambah Rp6-7 triliun.

Pertumbuhan jumlah tabungan mendorong komposisi pendanaan BRI sangat sehat dengan 60 persen adalah dana murah (tabungan dan giro) dan 40 persen adalah deposito. Sementara itu pemerintah melalui Kementerian Negara BUMN menyatakan  BBRI akan memberikan dividen sebesar 35% dari laba tahun 2008. Hal ini berarti turun dari tahun buku sebelumnya sebesar 50% dari laba bersih.

Pemerintah menyatakan, penurunan dividen ditujukan guna menambah modal bagi perusahaan sehingga akan menjaga ruang ekspansi. Sebagai informasi, BBRI selama tahun lalu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp5,958 triliun atau naik 23% dibanding tahun 2007 sebesar Rp4,838 triliun. Hal merupakan imbas dari naiknya pendapatan bunga bersih perseroan. Pada 2008 pendapatan bunga bersih mencapai Rp19,647 triliun atau naik 17,7% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 16,687 triliun. (Vibiznews)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom