Warga antre mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sarirejo, Jl. Ring-Road Utara, Karang Tengah, Sragen, Selasa (26/8/2014). (Ody Batatya Frontania Aryanto/JIBI/Solopos)

Solopos.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) pada 18-26 Agustus memangkas jatah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah tersebut mampu menghemat jatah BBM subsidi nasional sebanyak 5%-7%.

"Target kami melakukan pengkitiran [pemangkasan jatah BBM] agar kuota BBM subsidi bisa hemat 5%-7% per hari. Setelah pengkitiran dari 18 Agustus dan berakhir tadi malam, sudah berhasil hemat sesuai target yakni 5%-7% per hari," kata Vice President Fuel Retail Marketing Pertamina Muhammad Iskandar ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma, Rabu (27/8/2014).

Iskandar mengungkapkan konsumsi premium normalnya tiap hari mencapai 81.571 kilo liter (KL) sedangkan solar mencapai 44.784 KL per hari. Dengan konsumsi sebesar itu, jatah BBM subsidi tidak akan cukup sampai akhir tahun.

Oleh karena itu, Pertamina mengambil langkah pemangkasan jatah BBM subsidi. Dari pemangkasan tersebut Pertamina dapat mengurangi konsumsi BBM subsidi lebih rendah dari kondisi normal.

"Premium konsumsinya menjadi 75.897 KL, atau hemat 5.674 KL per hari. Sementara solar menjadi 38.805 KL atau dapat hemat 5.979 KL per hari," tutur Iskandar.

Dengan kondisi tersebut, Iskandar berharap ketersediaan premium dan solar bersubsidi bisa terjaga sampai akhir tahun. "Dengan konsumsi premium turun 5% dan solar turun 13% saat pengkitiran, perkiraan kami jatah BBM subsidi akan cukup sampai 31 Desember 2014," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten