BBKPM Jadi RSUP Solo, 100 Paket Sembako Dibagikan
RSUP Surakarta di Kota Solo, Jawa Tengah. (Facebook.com)

Solopos.com, JAKARTA — Bukan hanya Kabupaten Klaten yang punya rumah sakit umum pusat, wilayah Soloraya kini punya satu lagi RSUP. Kota Solo turut punya setelah Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Solo diubah statusnya menjadi RSUP Solo.

Demi memperkenalkan rumah sakit baru berbiaya APBN itu kepada masyarakat, Jumat (16/10/2020), manajemen RSUP Solo menyalurkan dana tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) kepada warga sekitar Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah. Dana itu diwujudkan 100 paket sembilan bahan pokok (sembako).

Drama Banget! Istri Sah Grebek Suami Lagi Akad Nikah

Tujuan utama bakti sosial tersebut adalah untuk mengenalkan perubahan Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Solo menjadi RSUP Solo.

Kasubag Sumber Daya Manusia (SDM) dan Diklat RSUP Solo, M. Firdaufan, menjelaskan rumah sakitnya menyalurkan CSR bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ke-67. Tentu saja yang dimaksud berusia 67 tahun itu adalah BBKPM yang sempat lebih kondang sebagai RS Paru, bukan RSUP yang bahkan situs web-nya pun belum bisa ditemukan.

Direktur RSUP Solo Jamilatun dan jajaran manajemennya memberikan bantuan langsung kepada warga. “Kami melakukan kegiatan masyarakat dengan kegiatan internal supaya teman-teman SDM meningkatkan kemampuan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini karyawan mau memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” katanya.

Layanan Kesehatan Gratis

Dia menjelaskan, RSUP Solo selalu memberikan CSR berupa pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat dan edukasi kesehatan paru setiap tahun. Namun, larangan kegiatan yang menumbulkan kerumunan pada saat pandemi Covid-19 membuat manajemen RSUP mengganti layanan kesehatan gratis menjadi bantuan paket sembako.

“Terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan kepada RSUP Solo sehingga dapat terus melakukan pelayanan kesehatan di sini. Masyarakat sekitar merasa rumah sakit tidak hanya melakukan aktivitas tetapi peduli dengan lingkungan sekitar,” paparnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom