Tutup Iklan
Paguyuban Kuto Mukti memberikan santunan kepada warga lansia dan anak yatim. (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com,  KARANGANYAR -- Ratusan warga datang ke Dukuh Jamus RT 004 RW 003, Dusun Randu Bener, Desa Kuto, Kecamatan Kerjo, Karanganyar, Minggu (19/5/2019) pukul 08.00 WIB. Mereka antre membeli barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Ya, pagi itu warga menyerbu bazar yang digelar Paguyuban Kuto Mukti.

Barang yang dijual beraneka macam, antara lain, minyak goreng, teh, gula, kopi, sirup, dan lain-lain. Harga barang yang dijual di bazar Ramadan lebih murah Rp300/kg-Rp600/kg atau per kemasan. Pada bazar tampak enam pelaku UMKM dari dusun setempat.

Salah satu warga, Sukinah, 65, tampak memborong kebutuhan pokok. Perempuan lanjut usia tersebut membeli minyak goreng, kurma, susu, roti, dan teh. Total dia membelanjakan hingga Rp300.000-an pagi itu.

“Saya tidak membuat anggaran untuk belanja di sini. Spontan saja karena saya baru tahu ada bazar satu hari sebelumnya. Harga barang yang dijual kacek [lebih murah] dari pasaran. Nanti untuk persiapan lebaran karena anak putu kathah. Anak saya ada enam. Semoga tahun depan ada lagi,” katanya kepada Solopos.com.

Ketua Paguyuban Kuto Mukti, Sugeng Rahayu, mengatakan acara tersebut merupakan langkah awal untuk mewujudkan cita-cita masyarakat yang unggul dalam bidang ekonomi dan agama.

“Kami melibatkan UMKM sekitar untuk berjualan. Tukang cukur rambut dan peternak lele kami berdayakan pada pagi ini. Setiap tahun kami ingin adakan bazar serupa untuk membantu mengenalkan UMKM setempat dan membantu masyarakat membeli barang dengan ringan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Paguyuban Kuto Mukti bekerja sama dengan BMT Investa Mandiri dan PHBI Desa Kuto. Direktur Koperasi Syariah BMT Investa Mandiri, Muh. Fuad Apriyanto, menjelaskan agenda tersebut merupakan serangkain acara safari Ramadan. Sebelumnya, panitia mengadakan tarawih keliling ke tujuh dusun di Desa Kuto.

Dalam acara itu, panitia juga memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Lansia dan anak yatim piatu juga mendapatkan santunan.

Salah satu lansia, Supayem, 65, mengaku senang mendapatkan bantuan santunan. Selama ini dia hanya mengandalkan bantuan kiriman dari ketiga anaknya.

“Saya hanya tinggal sendirian. Uang ini saya simpan dulu buat pegangan. Saya pegal linu sudah bertahun-tahun. Saya rutin ke dokter dan biaya membeli obat Rp40.000. Ini saya ikut pengobatan gratis karena masih semangat untuk sembuh,” ungkapnya.

Selain menyerbu bazar dan pengobatan gratis, sejumlah warga yang mayoritas laki-laki memancing ikan lele di kolam yang telah disiapkan panitia. Kegiatan juga semakin asyik dengan belasan warga yang mengantre untuk mencukur rambut di acara itu. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten